BACAAJA, SEMARANG – Program Dapur Marhaen DPD PDIP Jawa Tengah kali ini agak berbeda dari biasanya. Sebab, Panti Marhaen yang biasa jadi lokasi makan gratis, gedungnya sedang direnovasi.
Sehingga, Dapur Marhaen berupa pembagian makanan gratis tiap tanggal 10 ini skemanya diubah. Kalau biasanya warga datang langsung ke kantor partai, kali ini justru tim Dapur Marhaen yang jemput bola.
Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, Messy Widiastuti mengatakan, program rutin bulanan ini terus berjalan. Hanya saja sementara lokasinya dialihkan sambil menunggu renovasi kantor selesai.
Bacaaja: Dapur Marhaen PDIP Gak Cuma Makan Gratis, tapi Jadi Ruang Sosial Warga
Bacaaja: Dapur Marhaen: Cara PDIP Jateng Kasih Makan Siang dan Cek Kesehatan Gratis untuk Rakyat
“Sementara kami alihkan dapurnya. Terus para penerima manfaatnya kita jemput bola ke daerah pinggiran Kota Semarang, seperti Gunungpati, Mijen, Ngaliyan,” kata Messy, Jumat (10/7/2026).
Menurut dia, pola jemput bola dipilih supaya warga yang kesulitan mobilitas tak perlu repot datang Kandang Banteng kantor DPD yang lokasinya di pusat kota.
“Jadi mereka nggak usah susah payah harus ke Dapur Marhaen di sini. Kami proaktif mengirimkan ke warga yang betul-betul membutuhkan,” ujarnya.
Pembagian makanan gratis kali ini memberi perhatian lebih untuk panti-panti asuhan, panti jompo, serta para lansia yang membutuhkan.
Messy menambahkan, cakupan program ke depan masih bisa diperluas. Salah satu wilayah yang disasar berikutnya adalah kawasan Jatibarang di mana ada banyak kelompok pemungut sampah.
“Di kesempatan lain mungkin ke daerah Jatibarang, ada pemungut sampah dan lain-lain. Kita proaktif mencari orang yang membutuhkan,” ucapnya.
Sisi lain, program Dapur Marhaen di tingkat kabupaten/kota dipastikan tetap jalan. Seluruh DPC PDIP di Jawa Tengah tetap menggelar program serupa seperti biasa.
“Kalau kantor DPD sudah jadi, nanti pindah ke sini lagi. Tapi untuk DPC-DPC tetap berjalan, di Jawa Tengah semua jalan,” kata Messy. (bae)

