Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Venus dan Jupiter Bakal Berdekatan, Catat Tangggalnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Venus dan Jupiter Bakal Berdekatan, Catat Tangggalnya

Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang paling menarik sepanjang tahun 2026. Kabar baiknya, masyarakat tidak memerlukan teleskop mahal atau peralatan khusus untuk menikmatinya karena keduanya dapat diamati langsung dengan mata telanjang.

Nugroho P.
Last updated: Juni 7, 2026 9:30 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi venus jupiter.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pecinta langit malam bakal mendapat suguhan spesial pada pekan ini. Dua planet paling terang yang sering mencuri perhatian, yakni Venus dan Jupiter, akan terlihat berdampingan sangat dekat di langit senja sehingga menciptakan pemandangan yang sayang untuk dilewatkan.

Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang paling menarik sepanjang tahun 2026. Kabar baiknya, masyarakat tidak memerlukan teleskop mahal atau peralatan khusus untuk menikmatinya karena keduanya dapat diamati langsung dengan mata telanjang.

Saat matahari mulai tenggelam dan langit perlahan berubah gelap, perhatian bisa diarahkan ke bagian barat cakrawala. Di sanalah dua titik cahaya terang tersebut akan tampak bersinar berdekatan seolah sedang saling menyapa.

Momen terbaik untuk melihat fenomena ini diperkirakan terjadi pada malam 9 Juni. Namun beberapa malam sebelum dan sesudah tanggal tersebut juga masih menawarkan pemandangan yang hampir sama menariknya.

Bagi warga yang ingin berburu fenomena langit ini, lokasi terbuka dengan pandangan bebas ke arah barat menjadi pilihan terbaik. Semakin minim halangan seperti gedung tinggi, pepohonan besar, atau perbukitan, semakin jelas pula penampakan kedua planet tersebut.

Sekitar 45 menit hingga dua jam setelah matahari terbenam menjadi waktu yang paling direkomendasikan. Pada rentang waktu itu, Venus dan Jupiter akan tampak cukup tinggi sehingga mudah ditemukan.

Dari kejauhan, keduanya mungkin terlihat seperti dua bintang terang yang berdiri berdampingan. Padahal, benda langit yang terlihat itu sebenarnya merupakan dua planet raksasa yang memiliki karakter berbeda.

Pada puncak fenomena, jarak tampak antara Venus dan Jupiter hanya sekitar 1,6 derajat. Dalam pengamatan langit, jarak tersebut tergolong sangat dekat sehingga membuat keduanya terlihat hampir menyatu.

Banyak pengamat langit menyebut fenomena ini sebagai konjungsi planet. Istilah tersebut digunakan ketika dua benda langit tampak berdekatan dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Meski terlihat nyaris berdempetan, kenyataannya Venus dan Jupiter berada sangat jauh satu sama lain. Kedekatan yang terlihat dari Bumi hanyalah efek perspektif yang tercipta dari posisi orbit masing-masing planet.

Venus berada jauh lebih dekat ke Bumi dibanding Jupiter. Planet yang dikenal sebagai Bintang Sore itu bergerak pada orbit bagian dalam Tata Surya sehingga sering tampak sangat terang ketika muncul di langit senja.

Sementara itu, Jupiter merupakan planet terbesar di Tata Surya yang berada jauh di bagian luar. Jaraknya dari Bumi berkali-kali lipat lebih jauh dibanding Venus.

Karena ketiga planet, yakni Venus, Bumi, dan Jupiter, terus bergerak mengelilingi Matahari dengan kecepatan berbeda, terkadang muncul momen ketika posisi mereka tampak sejajar dari sudut pandang manusia di Bumi.

Fenomena inilah yang sedang terjadi saat ini. Venus terlihat bergerak mendekati Jupiter di langit sore, meskipun secara nyata keduanya tidak benar-benar saling mendekat di ruang angkasa.

Perbedaan kecepatan orbit juga menjadi alasan mengapa konjungsi planet tidak terjadi setiap hari. Ada pola tertentu yang membuat peristiwa semacam ini hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

Salah satu hal yang paling menarik dari fenomena kali ini adalah perbedaan tingkat kecerlangan kedua planet tersebut. Meski sama-sama terang, Venus akan tampil jauh lebih mencolok.

Ketika konjungsi berlangsung, cahaya Venus diperkirakan jauh lebih kuat dibandingkan Jupiter. Karena itu, Venus akan menjadi objek pertama yang biasanya menarik perhatian pengamat.

Kecerlangan Venus berasal dari lapisan awan tebal yang menyelimuti seluruh permukaannya. Awan tersebut memantulkan cahaya Matahari dengan sangat efektif sehingga membuat Venus tampak berkilau terang dari Bumi.

Jupiter juga terlihat terang, namun tidak seterang Venus. Meski demikian, ukuran raksasa planet ini tetap menjadikannya salah satu objek paling mudah dikenali di langit malam.

Bagi yang memiliki teropong binokuler, pengalaman mengamati fenomena ini bisa terasa lebih seru. Kedua planet dapat terlihat bersamaan dalam satu bidang pandang sehingga memberikan kesan kedekatan yang lebih jelas.

Sementara bagi pemilik teleskop sederhana, Jupiter bisa tampil lebih menarik lagi. Dalam kondisi cuaca yang baik, beberapa satelit alaminya bahkan dapat terlihat sebagai titik-titik cahaya kecil di sekitarnya.

Satelit yang paling sering berhasil diamati adalah Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Keempatnya dikenal sebagai bulan-bulan terbesar Jupiter dan menjadi objek favorit para pengamat langit.

Fenomena ini juga menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat yang baru mulai mengenal astronomi. Tanpa perlu memahami teori rumit, siapa pun bisa menikmati keindahan langit hanya dengan melihat ke arah yang tepat.

Selain menjadi hiburan, peristiwa seperti ini mengingatkan bahwa langit malam selalu menyimpan banyak kejutan menarik yang sering luput dari perhatian karena kesibukan sehari-hari.

Di tengah gemerlap lampu kota dan aktivitas yang tak pernah berhenti, kehadiran Venus dan Jupiter yang tampak berdampingan menjadi suguhan alam yang sederhana namun memikat.

Bagi para pemburu foto langit, malam-malam ini juga menjadi waktu yang pas untuk mengabadikan momen langka tersebut. Kamera ponsel dengan mode malam bahkan berpeluang menangkap keduanya dalam satu bingkai.

Fenomena ini memang tidak berlangsung lama. Dalam beberapa hari ke depan, posisi kedua planet akan kembali berubah seiring perjalanan masing-masing mengelilingi Matahari.

Karena itu, kesempatan terbaik adalah memanfaatkan langit cerah pada pekan ini. Cukup cari lokasi terbuka, arahkan pandangan ke barat setelah matahari terbenam, lalu nikmati dua planet terang yang sedang tampil mesra di atas cakrawala.

Bagi banyak orang, pemandangan itu mungkin hanya dua titik cahaya. Namun bagi pecinta astronomi, itulah salah satu pertunjukan alam paling cantik yang menghiasi langit senja tahun ini.

Ketika Venus dan Jupiter tampak berdampingan di langit barat, mereka seolah mengingatkan bahwa semesta selalu punya cara sederhana untuk membuat manusia berhenti sejenak, mendongak, lalu takjub pada luasnya alam semesta. (*)

You Might Also Like

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

Top Korupsi di Jateng, Kasus Sritex dan BUMD Cilacap Masih Bertakhta

Dukun Iskandar Comeback: Duit Nggak Nambah, Korban Bertambah

Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Brebes: Bayar Aplikasi Rp250.000 Per Tahun, Polisi Buru Pengembang

TAGGED:jupitersenjavenus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Cari Bunglon, Dua Anak jadi Korban Ledakan
Next Article Fortuner Dikepung Warga, Aksi Pecah Kaca Hebohkan Sore Tanah Abang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

1,2 Juta NIK Diduga Bocor, Pemprov Bilang Aman: “Belum Ada Korban”

WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

BMKG Sebut Kemarau 2026 Punya Pola Tak Biasa

TURNAMEN FREE FIRE - Komunitas e-sport RIKAS bersama Warmindo Mayoritas kembali menggelar turnamen Free Fire Clash Squad 4v4, dengan kuota terbatas hanya 64 tim.

Slot Cuma 64 Tim, Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas Kembali Dibuka

KEMBALIKAN MAHAR--Kades Kayen, Agus Riyanto (baju batik dan berpeci) menjelaskan pengembalian mahar seleksi perangkat desa, saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae)

Seusai OTT Sudewo, Kades di Pati Bergegas Kembalikan Mahar Seleksi Perangkat Desa

RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.

Massa Jateng Guyub Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban, Jawa Timur, ditutup sehari setelah diresmikan. Padahal KDMP Pucangan adalah Koperasi Merah Putih Percontohan
Daerah

Bikin Geger! Baru Sehari Diresmikan, Koperasi Merah Putih Percontohan di Tuban Langsung Tutup

Juli 23, 2025
Info

Bukan Cuma Dokter, Ini Alasan Pasien Hijrah Berobat ke Luar Negeri

Juli 19, 2026
IBADAH DI TANAH SUCI - Ilustrasi jemaah sedang menjalankan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram.
Info

Isu War Tiket Haji Muncul Bukan Rebutan Tapi Evaluasi

April 12, 2026
Pendidikan

Beasiswa Santri? Gus Yasin Kasih Sinyal Tegas: Jangan Coba-coba Titip Nama!

Juni 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Venus dan Jupiter Bakal Berdekatan, Catat Tangggalnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?