BACAAJA, SEMARANG – Bayi berkeringat saat menyusu mungkin terlihat seperti hal biasa, apalagi kalau cuaca sedang panas atau pakaian yang dipakai cukup tebal. Tapi kalau keringat muncul berlebihan, terutama di kepala dan dahi, lalu dibarengi bayi cepat lelah atau napasnya ngos-ngosan, orang tua sebaiknya mulai waspada.
Menyusu ternyata membutuhkan tenaga yang cukup besar bagi bayi. Pada kondisi tertentu, termasuk kelainan jantung bawaan, aktivitas sederhana seperti menyusu bisa membuat bayi bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen dan memenuhi kebutuhan tubuhnya.
Masalahnya, tanda kelainan jantung pada bayi tidak selalu langsung kelihatan sejak lahir. Ada bayi yang awalnya tampak sehat, tetapi beberapa hari atau minggu kemudian mulai menunjukkan perubahan saat menyusu, bernapas, atau mengalami pertumbuhan yang kurang optimal.
Keringat Berlebih Bisa Jadi Petunjuk
Bayi memang bisa berkeringat ketika kepanasan. Karena itu, keringat saja belum cukup untuk menyimpulkan adanya gangguan jantung.
Yang perlu lebih diperhatikan adalah ketika bayi berkeringat deras saat menyusu meski ruangan tidak panas. Kondisi tersebut makin patut dicermati jika bayi juga terlihat pucat, dingin dan lembap, cepat lelah, atau sering berhenti menyusu.
Pada bayi dengan kelainan jantung, jantung bisa bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Akibatnya, aktivitas menyusu yang seharusnya biasa saja bisa membuat bayi tampak kelelahan.
Lihat Juga Cara Bayi Bernapas
Selain keringat, pola napas bayi juga perlu diperhatikan. Bayi yang mengalami masalah jantung bisa bernapas lebih cepat atau terlihat seperti bekerja keras untuk bernapas.
Dada bayi dapat tampak tertarik ke dalam, cuping hidung kembang-kempis, atau muncul suara seperti merintih ketika bernapas.
Namun, napas cepat tidak otomatis berarti ada kelainan jantung. Infeksi, demam, gangguan paru-paru, hingga masalah metabolisme juga bisa menyebabkan kondisi serupa.
Karena itu, orang tua bisa memperhatikan napas bayi ketika sedang tenang atau tidur, bukan sesaat setelah menangis. Kalau pola napas yang aneh muncul sesekali, rekaman video singkat bisa membantu dokter saat melakukan pemeriksaan.
Menyusu Sebentar, Lalu Capek
Tanda lain yang cukup penting adalah perubahan pola menyusu. Bayi dengan masalah jantung bisa mengisap beberapa kali, kemudian berhenti cukup lama untuk mengambil napas.
Waktu menyusu pun bisa menjadi jauh lebih panjang, tetapi jumlah ASI atau susu yang masuk justru sedikit. Bayi juga dapat tertidur sebelum kenyang atau seperti kehilangan tenaga untuk melanjutkan minum.
Kondisi ini terjadi karena koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas bisa menjadi lebih sulit. Di sisi lain, kebutuhan energi bayi dengan kelainan jantung juga dapat meningkat.
Orang tua bisa mencatat berapa lama bayi menyusu, seberapa sering berhenti, jumlah susu jika menggunakan botol, serta frekuensi popok basah. Catatan tersebut bisa membantu dokter menilai apakah asupan bayi sudah cukup.
Berat Badan Susah Naik Juga Perlu Dicek
Pertumbuhan bayi menjadi petunjuk lain yang tidak kalah penting. Bayi dengan kelainan jantung bisa menggunakan lebih banyak energi untuk bernapas dan membuat jantung bekerja.
Pada saat bersamaan, bayi mungkin tidak mampu minum dalam jumlah cukup karena gampang lelah. Kombinasi ini dapat membuat berat badan bertambah lebih lambat.
Satu kali penimbangan yang menunjukkan berat badan rendah belum tentu berarti ada masalah. Namun, orang tua perlu berkonsultasi jika berat badan terus sulit naik atau pertumbuhan bayi melewati beberapa garis pada kurva pertumbuhan.
Apalagi jika kondisi tersebut muncul bersamaan dengan bayi sulit menyusu, cepat lelah, atau mengalami gangguan pernapasan.
Jangan mencoba menambah kalori, mengentalkan susu, atau mengganti formula sendiri. Jika memang ada masalah pertumbuhan, strategi nutrisi bayi perlu disesuaikan dengan kondisi dan arahan dokter.
Bibir atau Lidah Berubah Biru
Perubahan warna pada bibir atau lidah juga wajib mendapat perhatian serius. Warna kebiruan atau keabu-abuan bisa menjadi tanda darah tidak membawa oksigen dalam jumlah yang cukup.
Tangan dan kaki bayi baru lahir memang kadang terlihat kebiruan ketika kedinginan. Tetapi jika bibir atau lidah ikut berubah biru, terlebih disertai napas berat atau bayi tampak lemas, kondisinya berbeda.
Pada beberapa kelainan jantung, kebiruan bahkan bisa muncul ketika bayi menangis atau sedang menyusu.
Jika bibir atau lidah bayi berubah biru atau abu-abu dan tidak segera membaik, segera bawa bayi ke IGD.
Bayi Mendadak Lemas, Jangan Tunggu
Sebagian kelainan jantung kritis baru menunjukkan gejala setelah beberapa hari kehidupan. Bayi yang sebelumnya tampak baik bisa berubah menjadi sangat mengantuk, sulit dibangunkan untuk menyusu, pucat, lemas, atau kurang responsif.
Tangan dan kaki juga bisa terasa dingin, sementara napas menjadi cepat atau berat. Dalam kondisi tertentu, perubahan ini berkaitan dengan perubahan aliran darah setelah pembuluh darah sementara yang penting pada masa janin mulai menutup.
Jika bayi sulit dibangunkan, menolak minum, mengalami kesulitan bernapas, sangat lemas, atau kulitnya berubah kebiruan maupun keabu-abuan, jangan menunggu kondisi membaik sendiri.
Segera cari pertolongan medis karena kondisi tersebut bisa membutuhkan penanganan cepat.
Murmur Belum Tentu Berarti Penyakit Jantung
Saat pemeriksaan, dokter mungkin mendengar suara tambahan dari jantung yang disebut murmur. Kabar baiknya, tidak semua murmur pada bayi berarti ada kelainan jantung.
Dokter biasanya akan melihat murmur bersama kondisi bayi secara keseluruhan, termasuk kadar oksigen, denyut nadi, pola pertumbuhan, serta gejala yang menyertainya.
Sebaliknya, tidak adanya murmur juga bukan jaminan jantung bayi pasti normal. Ada kelainan jantung serius yang tidak selalu disertai murmur atau warna kebiruan yang terlihat jelas.
Jika dokter mencurigai adanya masalah, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan. Di antaranya pemeriksaan kadar oksigen menggunakan pulse oximeter, elektrokardiogram, rontgen dada, hingga ekokardiografi untuk melihat struktur dan aliran darah jantung.
Jangan Tunggu Sampai Gejalanya Berat
Keringat saat menyusu memang tidak otomatis berarti bayi mengalami kelainan jantung. Namun, jika keringat berlebihan muncul bersama napas cepat, mudah lelah, sulit menyusu, berat badan susah naik, atau perubahan warna kulit, kondisi tersebut layak diperiksa.
Orang tua juga tidak perlu menunggu sampai bayi terlihat sangat biru untuk mencari pertolongan. Perubahan kecil dalam cara bayi bernapas, menyusu, berkeringat, terjaga, dan bertambah berat badan bisa menjadi informasi penting bagi dokter.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula bayi bisa mendapat penanganan yang sesuai. Yang paling penting, jangan panik, tetapi juga jangan mengabaikan tanda yang terlihat tidak biasa. (*)

