Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hujan Belum Turun, Warga Karonsih Selatan Sudah Keburu Deg-degan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Hujan Belum Turun, Warga Karonsih Selatan Sudah Keburu Deg-degan

Buat sebagian orang, hujan mungkin cuma soal cuaca. Tapi buat warga Karonsih Selatan, Ngaliyan, suara hujan sekarang berubah jadi alarm kecemasan. Pasca talut longsor dan saluran air jebol beberapa hari lalu, warga masih hidup dengan rasa was-was tiap langit mulai mendung.

T. Budianto
Last updated: Mei 20, 2026 11:58 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TALUT AMBROL: Hujan deras yang mengguyur wilayah Karonsih Selatan, Ngaliyan, Jum'at (15/5/2026) membuat salah satu talut di wilayah tersebut ambrol. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Warga Karonsih Selatan, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, masih diliputi rasa khawatir setelah peristiwa longsornya talut dan saluran air yang terjadi beberapa waktu lalu.

Meski warga telah bergotong royong membersihkan dan memperbaiki area terdampak, ancaman longsor susulan saat hujan turun masih menjadi kekhawatiran.

Mail (46), salah satu warga setempat mengatakan, setelah kejadian longsor pada Jumat, (15/5/2026), warga langsung bergerak melakukan kerja bakti bersama untuk membenahi talut yang longsor serta membersihkan saluran air yang terdampak.

“Setelah kejadian hari Jumat itu, warga langsung gotong royong dan kerja bakti untuk membenahi longsoran. Semua ikut membantu supaya kondisi lingkungan bisa lebih aman,” ujarnya. Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Hujan Deras Picu Longsor di Karonsih Selatan

Namun, menurut Mail, upaya perbaikan yang dilakukan secara swadaya itu belum sepenuhnya menghilangkan rasa cemas warga. Mereka masih khawatir jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, longsor susulan bisa kembali terjadi.

Ia menuturkan, saat kejadian sebelumnya, sebuah pohon mangga di sekitar lokasi bahkan sempat tumbang akibat kondisi tanah yang labil. Beruntung, pohon tersebut tidak sampai menimpa rumah warga.

“Yang kemarin itu pohon mangga sampai tumbang. Untungnya tidak kena rumah warga. Tapi ya tetap saja, kami khawatir kalau nanti hujan deras turun lagi bisa longsor lagi,” kata Mail.

Sempat Panik

Hal Itu juga dirasakan Ismiyati (56), warga lainnya yang mengaku sempat panik saat hujan turun pada Senin, (18/5/2026) malam. Meski hujan yang turun saat itu tidak terlalu deras dan angin tidak terlalu kencang, ia tetap merasa was-was karena kondisi rumahnya berada di area dengan kontur tanah yang tidak rata.

“Waktu Senin malam itu sempat hujan disertai angin. Memang tidak terlalu kencang, tapi saya tetap panik. Soalnya rumah saya sampingnya tanahnya tidak rata, saya takut pohon yang dekat rumah tumbang kalau tertiup angin,” ungkapnya.

Karena rasa khawatir itu, Ismiyati akhirnya meminta suaminya untuk menebang pohon yang berada di dekat rumah keesokan harinya, demi mengurangi risiko jika terjadi angin kencang atau hujan deras.

Baca juga: Semarang Jangan Terbiasa dengan Banjir dan Longsor

“Besok paginya langsung saya suruh suami motong pohonnya, daripada nanti malah membahayakan,” tambahnya. Warga berharap ada penanganan lebih lanjut agar kondisi talut dan saluran air di kawasan tersebut benar-benar aman.

Mereka tidak ingin peristiwa longsor kembali terulang, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Ngaliyan. Bagi warga, rasa aman saat musim hujan kini menjadi harapan terbesar agar aktivitas sehari-hari bisa kembali berjalan tanpa dihantui rasa cemas.

Karena setelah longsor datang sekali, yang runtuh bukan cuma talut, tapi juga rasa tenang setiap kali mendengar suara hujan di malam hari. (dul)

You Might Also Like

Pengakuan Getir Ayah Korban Ashari Pati: Anak Dipondokin Biar Pinter, Malah Dilecehin Kiai

Jakarta Semarang Makin Dekat, Kereta Jadi Andalan Banyak Orang

Macet Datang, Tol Jateng Siap ‘Disulap’ Kalau Udah Nggak Gerak

Puan: Perwira Muda Harus Jadi Benteng Rakyat yang Cerdas dan Humanis

Tukang Bangunan di Solo Wajib Terdaftar BPJS

TAGGED:banjir semarangheadlinekaronsih selatanlongsor semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TERDAKWA TPPU--Terkdakwa kasus pencucian uang hasil korupsi, Gus Yazid, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya usai sidang. (bae) Gus Yazid Kembali Koar-koar di Pengadilan Tipikor: Eks-Pangdam Diponegoro Sudah Ditahan
Next Article PETERNAKAN SAPI JUMBO - Karyawan peternakan sapi jumbo mililk Ganjar, di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jateng, memberi pakan sapi. (ist) Kisah Ganjar Banyubiru: dari Jagal Jadi Peternak Sapi Jumbo, Dilirik Presiden untuk Kurban

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Ogah Makan Sayur? Trik Santai Ini Malah Lebih Ngena

Main Pagi Kena Matahari, Mata Anak Bisa Lebih Aman dari Minus

Seribu Mangrove, Seribu Harapan: Rotary Club Semarang Bimasena Satukan Komunitas Jaga Pesisir

Wali Kota Solo Respati Ardi.

Sekolah Negeri Lagi Diuji, Respati Ajak Warga Solo Balik Percaya

Kemarau Mulai Ngegas, Delapan Desa Cilacap Kebagian Kiriman Air Bersih

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kandang babi di Sragen telah beroperasi jauh sebelum SPPG dibangun di sebelahnya.
Info

Datang Pengennya Gusur Ternak Babi, SPPG di Sragen Akhirnya Malah Direlokasi

Januari 8, 2026
Pendidikan

Server SPMB Jateng Dipasang ‘Turbo’, Jamin Nggak Ada Drama Saat Daftar Sekolah

Juni 11, 2026
Info

Warga Pantura Minta Giant Sea Wall Jangan Cuma Untungkan Pemodal

Juni 22, 2026
Gerakan #StopTotTotWukWuk jadi simbol perlawanan rakyat terhadap sirene dan strobo ilegal yang bikin jalan raya jadi panggung arogansi. DPR desak Polri bertindak tegas tanpa pandang bulu, karena tertib lalu lintas artinya menghargai nyawa dan martabat semua orang.
Hukum

Sirene Ilegal, Strobo Imitasi, Jalanan Jadi Panggung Arogansi: Publik Teriak “Stop Tot-Tot Wuk-Wuk!”

September 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hujan Belum Turun, Warga Karonsih Selatan Sudah Keburu Deg-degan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?