Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kisah Ganjar Banyubiru: dari Jagal Jadi Peternak Sapi Jumbo, Dilirik Presiden untuk Kurban
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kisah Ganjar Banyubiru: dari Jagal Jadi Peternak Sapi Jumbo, Dilirik Presiden untuk Kurban

R. Izra
Last updated: Mei 21, 2026 6:27 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
PETERNAKAN SAPI JUMBO - Karyawan peternakan sapi jumbo mililk Ganjar, di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jateng, memberi pakan sapi. (ist)
PETERNAKAN SAPI JUMBO - Karyawan peternakan sapi jumbo mililk Ganjar, di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jateng, memberi pakan sapi. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Menjelang Iduladha, suasana di kandang sapi milik Ganjar di kawasan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mulai ramai. Truk keluar masuk, calon pembeli berdatangan, dan sapi-sapi berbadan jumbo berdiri gagah di dalam kandang.

Yang bikin kandang ini beda, pembelinya bukan cuma warga biasa. Tahun ini, salah satu sapi milik Ganjar bahkan dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban.

Buat Ganjar, momen itu jelas bukan hal yang pernah ia bayangkan dulu. Soalnya sebelum punya peternakan besar seperti sekarang, hidupnya jauh dari kata mudah.

Bacaaja: Peternakan di Purworejo Sukses Kembangkan Sapi Premium
Bacaaja: Nama Perusahaan Dipasang Kurban, Eh Hukumnya Malah Bikin Bingung Banyak Orang

Ia pernah bekerja sebagai jagal sapi. Setiap hari harus membeli sapi untuk kebutuhan usahanya. Lama-lama biaya makin berat, sementara keuntungan nggak selalu stabil. Dari situlah muncul ide sederhana: kenapa nggak coba pelihara sapi sendiri?

“Awalnya ya karena capek kalau harus terus beli sapi. Akhirnya coba pelihara sendiri sedikit demi sedikit,” cerita Ganjar, Rabu (20/5/2026).

Siapa sangka, niat kecil itu pelan-pelan berubah jadi usaha besar. Sekarang kandangnya dihuni sekitar 70 ekor sapi dari berbagai jenis unggulan seperti limosin, simental, sampai FH. Beberapa bobotnya bahkan tembus hampir satu ton lebih.

Kalau masuk ke kandangnya, suasananya nggak cuma ramai, tapi juga terasa rapi dan terawat.

Ganjar bilang, merawat sapi itu nggak bisa asal kasih makan lalu ditinggal. Setiap pagi dan sore, sapi-sapinya diberi campuran pakan khusus mulai dari katul, polar, kulit kopi, kulit kacang, sampai hijauan segar.

Kandang dibersihkan rutin dan sapi dimandikan setiap hari. Sapi-sapi peliharaan jadi sehat dan segar.

“Kalau merawat sapi itu harus telaten. Saya anggap seperti merawat anak sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Bukan cuma soal makan, kesehatan ternak juga jadi perhatian serius.

Setelah wabah PMK beberapa tahun lalu sempat bikin banyak peternak ketar-ketir, Ganjar makin disiplin menjaga kondisi sapi-sapinya. Dokter hewan rutin datang memeriksa ternak, ditambah vaksin gratis dari pemerintah yang cukup membantu peternak.

“Kalau ada vaksin biasanya langsung dikabari. Sangat membantu,” ujarnya.

Kerja keras bertahun-tahun itu akhirnya mulai membuahkan hasil besar. Nama kandang milik Ganjar makin dikenal, terutama menjelang Iduladha. Banyak pejabat sampai kalangan penting mulai membeli sapi dari tempatnya.

Dan tahun ini jadi salah satu momen paling spesial saat sapi berbobot sekitar 1,1 ton miliknya dipilih menjadi hewan kurban Presiden.

“Alhamdulillah, orang desa seperti saya bisa sampai dipercaya seperti itu ya senang sekali,” tuturnya.

Kesuksesan Ganjar ternyata juga ikut membawa dampak buat warga sekitar. Saat ini ia mempekerjakan beberapa orang untuk membantu merawat ternak setiap hari.

Di balik berkembangnya peternakan sapi di Jawa Tengah, pemerintah juga terus mendorong teknologi inseminasi buatan supaya populasi ternak makin meningkat.

Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah, Ferry Agus Setiawan, menjelaskan kalau jenis sapi simental dan limosin masih jadi favorit peternak karena pertumbuhannya cepat dan bobotnya besar.

“Lewat inseminasi buatan, populasi ternak bisa dipercepat lagi setelah sempat turun akibat PMK,” jelasnya.

Sementara itu, dokter hewan Balai Inseminasi Buatan Ungaran, Deni R Febriandi, mengingatkan masyarakat supaya nggak asal pilih hewan kurban.

Menurutnya, hewan kurban harus sehat, cukup umur, dan punya surat keterangan kesehatan resmi.

“Kalau memilih hewan kurban jangan hanya lihat besar badannya, tapi pastikan juga kesehatannya,” katanya.

Dari kandang sederhana di Banyubiru itu, kisah Ganjar jadi bukti kalau usaha yang dimulai dari bawah memang nggak pernah bohong. Pelan-pelan, telaten, dan konsisten, hasilnya bisa sampai ke Istana. (dul)

You Might Also Like

Unboxing Horor: Remaja Yatim Sukoharjo Digigit Kobra saat Buka Paket Belanja Online

AHY & Ahmad Luthfi Ikut Cukur Rambut Gimbal, Dieng Culture Festival Bikin Wisatawan Terpukau

DPR Minta Tambahan Biaya Kos & Tunjangan Beras Dalam RAPBN 2026

Ngobrol Santai, Stadion Aman: Polisi, PSIS, dan Suporter Duduk Bareng

Kirab Umbul Mantram Grebeg Sudiro, Respati: Kerukunan Etnis di Solo Makin Solid

TAGGED:banyubiruganjarheadlinejagal sapikabupaten semarangpeternak sapi jumbo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hujan Belum Turun, Warga Karonsih Selatan Sudah Keburu Deg-degan
Next Article PERSIAPAN JATENG FAIR 2026 - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima jajaran PT PRPP Jawa Tengah di kantornya, Rabu (20/5/2026). Pertemuan tersebut membahas persiapan gelaran Jateng Fair 2026. (ist) Jateng Fair 2026 Bakal Ada MMA Cewek sampai Konser SID di PRPP, Catat Tanggalnya!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Debt Collector Main Tarik Paksa Kendaraan, Risikonya Bisa Berujung Pidana

Buah Favorit Bisa Jadi Kunci Berat Badan Tetap Aman dan Nyaman

Jeruk Nipis di Dapur Ternyata Bisa Jadi Teman Saat Nyeri Haid

Anak Ogah Makan Sayur? Trik Santai Ini Malah Lebih Ngena

Main Pagi Kena Matahari, Mata Anak Bisa Lebih Aman dari Minus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan PM Kanada Mark Carney usai pertemuan bilateral kedua negara di West Block Parliament Hill Ottawa Kanada, Rabu (24/9/2025). Foto: dok. Biro Pers Kepresidenan
Ekonomi

Perjanjian Kemitraan ICA-CEPA Diteken; Kanada Siap Hapus 90,5% Tarif Impor Produk Indonesia

September 25, 2025
Ilustrasi perampokan, pelaku bersenjata tajam. (grafis/wahyu)
Hukum

Gak Hanya Ngerampok, Agus Diduga Sudah Rencanakan Pembunuhan Juragan Sate Boyolali

Januari 31, 2026
Daerah

Pemprov-Lanal Semarang Sepakat Jaga Perairan

Januari 8, 2026
Hukum

Begini Drama Setoran THR Cilacap, yang Nyeret Bupatinya ke KPK

Maret 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kisah Ganjar Banyubiru: dari Jagal Jadi Peternak Sapi Jumbo, Dilirik Presiden untuk Kurban
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?