Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Kalau selama ini Cek Kesehatan Gratis (CKG) identik sama tensi, gula darah, atau kolesterol, sekarang ceritanya naik level. Pemerintah resmi bilang: penyakit kulit juga nggak boleh cuma digaruk, tapi dicek.

T. Budianto
Last updated: Februari 10, 2026 8:36 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SETAHUN CKG: Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin saat meninjau pelaksanaan satu tahun Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Selasa (10/2/2026). (Foto: Kemenkes)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Kementerian Kesehatan menambah pemeriksaan scabies, kusta, dan frambusia ke dalam layanan CKG. Alasannya simpel tapi penting: penyakit-penyakit ini masih nongol di lapangan, dan negara nggak mau tutup mata.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia, bilang penambahan ini lahir dari evaluasi langsung kondisi kesehatan masyarakat. “Ada penambahan pemeriksaan berdasarkan pola penyakit dan temuannya. Karena itu sekarang ada pemeriksaan untuk scabies, kusta, dan frambusia,” kata Lucia di Puskesmas Cilandak, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Dukung Generasi Emas 2045

Dengan update ini, CKG makin komplet. Mulai dari tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kolesterol, EKG jantung, cek mata, telinga, gigi, skrining kesehatan jiwa, sampai urusan penyakit kulit dan infeksi yang sering dianggap remeh.

Lucia juga menegaskan, CKG nggak harus selalu identik dengan puskesmas. Pemeriksaan bisa dilakukan di sekolah, kantor, sampai lokasi aktivitas warga. “Intinya, gampang diakses dan gratis. Tinggal mau atau nggak,” ujarnya.

Yang menarik, CKG sekarang bukan cuma soal ketahuan sakit. Kalau ada masalah, langsung ditindak. Bukan sekadar dicatat. “Kalau tensi tinggi, langsung diarahkan konsultasi dan diobati kalau memang perlu,” jelas Lucia.

Pengobatan Nyata

Nada yang sama disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, setelah setahun berjalan, CKG  resmi naik kasta: dari sekadar deteksi ke pengobatan nyata. “Sekarang bukan cuma dicek, tapi diobati. Darah tinggi ya harus diobati, gula tinggi juga sama,” tegas Menkes saat meninjau CKG di RSUP dr. Kariadi, Semarang, Selasa (10/2/2026).

Penyakit seperti hipertensi dan diabetes, kata Menkes, sering dianggap sepele karena nggak langsung terasa.  Padahal, kalau dibiarkan, ujung-ujungnya bisa serius, dan mahal.

Baca juga: 4,6 Juta Warga Jateng Akses Program Cek Kesehatan Gratis, Terintegrasi dengan Speling

Sementara itu, Menko PMK Pratikno mencatat sepanjang 2025, lebih dari 70 juta warga Indonesia sudah ikut CKG. Angka yang bikin program ini sulit diabaikan. Program CKG sendiri sudah berjalan sejak 10 Februari 2025 dan jadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan misi besar: mencegah lebih murah daripada mengobati.

Kalau dulu gatal dianggap cuma alergi sabun, sekarang negara ikut nimbrung. Pesannya jelas: jangan cuma rajin garuk, tapi juga rajin cek. Karena di CKG, bahkan scabies pun akhirnya dapat perhatian negara. (tebe)

You Might Also Like

Bencana Lereng Gunung Slamet Bikin Aliran Sungai Baru di Purbalingga, Alam Sedang Murka?

Pinjol Melejit Tajam, Utang Digital Tembus Rp100 Triliun

Istri Eks-Kapolri Meri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Pendamping Setia Jenderal Polisi Legendaris

Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana

BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?

TAGGED:ckgheadlinekemenkespemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Siswa SMAN 6 Semarang, Khansareta Prayunita menjelaskan kesannya ikut Meet & Greet Densus di sekolahnya, Selasa (10/2/2026). (bae) Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus
Next Article Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah. Bank BJB, Telkomsel, Larissa, hingga Uncle Bao Dukung Bacaaja ‘Meet & Greet Densus’ di SMAN 6 Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Surya Paloh Ketemu Menhan, Titip Apa Nih Buat Prabowo?

Oktober 21, 2025
Logo PSIS Semarang.
Sepak Bola

Datu Nova Resmi Kuasai PSIS Semarang, Malut United: Kami Berasa Dibohongi

November 18, 2025
Ekonomi

Urusan Pajak, Jateng Naik Podium Nasional

Februari 13, 2026
Sejumlah kendaraan melintasi portal yang dipasang di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Semarang.
Info

Portal 3,4 Meter Bikin Sopir Truk Ngeri Lewat Silayur, Jalanan Jadi Lebih Tertib

April 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?