Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana

R. Izra
Last updated: Desember 1, 2025 10:25 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Upaya pencarian korban hilang dan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11).
Upaya pencarian korban hilang dan pembukaan akses jalan menggunakan alat berat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Dua kepala daerah udah nyerah nangani bencana. Tapi, pemerintah pusat belum netapin bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera sebagai Bencana Nasional.

Dua bupati di Provinsi Aceh nulis surat, sudah tak mampu lagi tangani bencana di wilayah masing-masing.

Kedua bupati di Aceh yang udah nyerah itu adalah Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS.

Bacaaja: Mengerikan! Korban Tewas Banjir Sumatera Tembus 442 Orang

Bacaaja: Banjir Parah di Sumut Tewaskan 34 Orang, Puan: Negara Harus Hadir

Bupati Aceh Selatan nandatangani dokumen bernomor 360/1315/2025. Okumen itu menjadi langkah administratif strategis untuk mendorong percepatan penanganan bencana oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.

Hal serupa lebih dulu dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah. Haili bikin Surat Pernyataan Bupati Aceh Tengah Nomor 360/3654BPBD/2025 tentang Ketidakmampuan Upaya Penanganan Darurat Bencana.

Dalam surat tersebut, Pemkab Aceh Selatan merinci sedikitnya 10 dampak besar bencana, mulai dari:

  • akses transportasi terputus di banyak titik
  • jalan dan jembatan rusak
  • aktivitas ekonomi dan layanan publik terhenti
  • jaringan irigasi dan sanitasi rusak
  • layanan kesehatan ikut terganggu

Singkatnya, bukan cuma banjir dan longsor, tapi hampir semua aspek kehidupan warga ikut keempat.

Plt Sekda Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, menegaskan surat ini bukan berarti daerah “angkat tangan”.

“Surat ketidaksanggupan ini memang syarat dari Pemerintah Provinsi Aceh dalam penetapan status darurat bencana. Ini juga bentuk dukungan pemerintah kabupaten/kota kepada provinsi agar penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat, lebih kuat, dan lebih terstruktur,” ujar Diva, Minggu (30/11/2025) malam.

Jalan Buat Provinsi Turun dengan Kekuatan Penuh

Menurut Diva, surat tersebut jadi dasar hukum buat Pemprov Aceh untuk:

  • mengerahkan logistik dalam jumlah besar
  • menurunkan alat berat
  • menambah personel di lapangan
  • mengalokasikan anggaran lebih luas

“Banjir dan longsor kali ini menimbulkan kerusakan masif. Tidak semua dapat ditangani optimal oleh kabupaten karena keterbatasan peralatan dan kapasitas. Melalui mekanisme ini, provinsi bisa segera turun tangan,” jelasnya.

Surat ini juga menegaskan perlunya:

  • pemulihan infrastruktur vital (jalan, jembatan, irigasi)
  • percepatan evakuasi warga di wilayah yang terdampak paling parah, terutama kawasan Trumon Raya dan sekitarnya

Diva menutup dengan harapan soal kerja bareng lintas level pemerintahan:

“Semangat kolaborasi pemerintah daerah menjadi harapan agar pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih efektif dan merata,” pungkasnya.

Kondisi Umum Aceh: Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Berdasarkan data BNPB per Minggu (30/11/2025) sore, banjir dan longsor di Provinsi Aceh secara keseluruhan telah menyebabkan:

  • 96 jiwa meninggal dunia
  • 75 jiwa hilang
  • 62.000 KK mengungsi di berbagai kabupaten/kota

Korban dan pengungsi tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, hingga Nagan Raya.

Dengan skala bencana sebesar ini, langkah Aceh Selatan mengirim “surat tak sanggup” ke provinsi justru jadi sinyal penting: daerah butuh backup lebih besar, supaya penanganan bencana nggak setengah-setengah dan pemulihan bisa jalan lebih cepat. (*)

You Might Also Like

Libur Nataru di Wonosobo Dijaga Ketat, Wisatawan Diminta Santai

Dipulangkan Diam-Diam, WNA Malaysia Tersandung Kasus Akhirnya Dideportasi

Angin Datang, Atap Terbang, Pemkot “Gaspol” Bantu Warga Gedawang

Persibangga Purbalingga Gaspol! 23 Pemain Resmi Dikontrak, Siap Gebrak Liga 4

Kasus Tragis di Purbalingga, Anak Bunuh Ayah Kandung 

TAGGED:banjir sumaterabupati acehbupati aceh selatanbupati aceh tengahheadlinetak sanggup tangani bencana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11/2025). Mengerikan! Korban Tewas Banjir Sumatera Tembus 442 Orang
Next Article Rindu Masa Kecil Padahal Dulu Ingin Cepat Dewasa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MAKAN MBG--Siswa SDN Pendrikan Lor 02 Semarang menyantap MBG di bawah ruang kelas yang atapnya ambrol, Selasa (28/7/2026). (bae)

Siswa SDN Perdikan Semarang Makan MBG dengan ‘Lauk’ Was-was Ketiban Atap Ambrol

Viral Ayah Tewas Gara-Gara Ayam, Legislator Semarang: “Butuh Ayam? Ambil Saja di Rumah Saya”

PERESMIAN MONUMEN KUDATULI - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama putra sulungnya Muhammad Prananda Prabowo, saat meresmikan monumen Kudatuli, Senin (27/7/2026).

Pesan Megawati saat Resmikan Monumen Kudatuli: Jangan Sampai Terulang Lagi!

ANTAN PUNGGAWA TIMNAS - Kendal Tornado FC mendatangkan wing back M Fatchu Rochman. Mantan punggwa timnas U-19 itu berambisi membawa Kendal Tornado berlaga di Liga 1 pada musim depan.

Kentod FC Datangkan Eks-Timnas Indonesia U-19, Bidik Target Besar Naik Liga 1

BELAJAR PERTANIAN - Emak-emak Semarang bersama Yayasan El Wahid Foundation belajar pertanian hidroponik yang tak membutuhkan lahan luas.

Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi anak-anak main game online.
Hukum

Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?

Januari 9, 2026
Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI, menyoroti kondisi kritis industri gula nasional akibat praktik mafia dan kebijakan impor yang tak berpihak pada petani.
Nasional

DPR Gaspol Sahkan RUU Perampasan Aset, Bekuk Mafia Ekonomi Tanpa Ganggu Konsumen!

September 4, 2025
Salah satu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia, Andreas Budi Wirohardjo, saat mendatangi Tegal.
Olahraga

Andreas Ingin Benahi Organisasi Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai di Tegal

Mei 6, 2025
Ratusan rumah yang dihuni ribuan orang di Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar Jumat (6/6/2025). (X @Never)
Daerah

3.200 Warga Mengungsi, Dampak 450 Rumah Ludes Terbakar di Penjaringan Jakarta Utara

Juni 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Banjir Sumatera: Dua Bupati di Aceh Nyerah, Tak Sanggup Tangani Bencana
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?