Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi

R. Izra
Last updated: Agustus 31, 2026 4:01 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
PKL SIMPANG LIMA - Pembeli sedang membeli dagangan di lapak PKL Simpang Lima Semarang, turut Jalan Ahmad Yani, Senin (31/8/2026). (dul)
PKL SIMPANG LIMA - Pembeli sedang membeli dagangan di lapak PKL Simpang Lima Semarang, turut Jalan Ahmad Yani, Senin (31/8/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sudah jualan puluhan tahun, tapi namanya tak terdata dalam daftar relokasi pedagang kaki lima (PKL) kawasan Simpang Lima Semarang. Namanya seolah hilang ditelan bumi. Entah siapa yang bermain dan mencoret namanya.

Rencana penataan dan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Semarang menyisakan kekecewaan bagi Mufidah (43), warga Jali, Bonang, Demak. Nama suaminya yang telah berjualan selama sekitar 35 tahun justru tidak tercantum dalam pendataan pedagang.

Mufidah mengatakan, suaminya telah mencari nafkah di kawasan Simpang Lima sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, sebelum banyak pedagang membuka lapak di kawasan tersebut, suaminya telah lebih dahulu berjualan nasi kucing.

“Suami saya sudah jualan di sini hampir 35 tahun. Dulu nasi kucing yang terkenal di Simpang Lima itu suami saya,” kata Mufidah saat ditemui di kawasan Simpang Lima, Senin (31/8/2026).

Bacaaja: PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang
Bacaaja: Duit Retribusi Seret, Lapak PKL Simpang Lima Bakal Ditata Ulang

Ia mengaku heran ketika mengetahui nama suaminya tidak tercantum dalam daftar pendataan terkait rencana relokasi dan penataan PKL. Terlebih, menurutnya, terdapat sejumlah pedagang yang baru berjualan atau menyewa tempat namun justru telah masuk dalam daftar.

“Yang membuat saya kecewa, suami saya sudah jualan puluhan tahun, tetapi namanya tidak ada. Yang baru-baru malah sudah tercantum,” ujarnya.

Menurut Mufidah, alasan yang disampaikan terkait tidak masuknya nama sang suami adalah persoalan administrasi kependudukan. Suaminya masih menggunakan KTP Kabupaten Demak, sementara terdapat ketentuan bahwa pedagang yang didata harus memiliki KTP Kota Semarang.

“Katanya karena KTP suami saya Demak, tidak bisa karena harus KTP Semarang,” katanya.

Padahal, kata Mufidah, suaminya selama ini rutin memenuhi berbagai kewajiban sebagai pedagang di kawasan Simpang Lima.

Salah satunya membayar karcis harian. Tarif yang dibayarkan, menurut Mufidah, bahkan terus mengalami kenaikan hingga kini mencapai sekitar Rp7.000 per hari.

Selain itu, pedagang juga disebut memiliki sejumlah kewajiban pembayaran lainnya, termasuk untuk kebutuhan air dan biaya yang berkaitan dengan aktivitas berdagang.

Karena itu, Mufidah mempertanyakan alasan suaminya tidak masuk dalam pendataan.

“Sudah lama jualan di sini dan rutin bayar. Kalau memang tidak masuk pendataan, terus buat apa selama ini kami ditarik karcis?” ujarnya.

Mufidah berharap pihak terkait dapat kembali melakukan pendataan dan mempertimbangkan keberadaan pedagang lama yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di kawasan Simpang Lima.

Baginya, persoalan tersebut bukan semata-mata soal administrasi, melainkan juga menyangkut keberlangsungan usaha keluarganya.

Ia khawatir, jika nama suaminya tetap tidak masuk dalam daftar, keluarga mereka tidak mendapatkan tempat untuk berjualan setelah proses penataan kawasan selesai.

“Harapan saya kalau ada pendataan lagi, nama suami saya bisa tercantum. Jangan sampai yang sudah jualan puluhan tahun malah tidak dapat tempat,” katanya.

Mufidah mengatakan keluarganya masih berharap persoalan tersebut dapat dibicarakan dan ditemukan solusi. Namun jika pada akhirnya suaminya tetap tidak mendapatkan tempat berjualan, mereka harus mempertimbangkan untuk kembali mencari penghidupan di daerah asal.

“Kalau masih bisa dinegosiasikan ya kami usahakan. Tapi kalau memang tidak bisa, ya mungkin terpaksa pulang kampung,” ujarnya.

Bagi keluarga Mufidah, kawasan Simpang Lima bukan sekadar lokasi berdagang. Tempat tersebut telah menjadi sumber penghidupan suaminya selama sekitar tiga setengah dekade.

Karena itu, ia berharap proses penataan dan relokasi PKL tidak hanya mempertimbangkan kelengkapan administrasi, tetapi juga memberikan perhatian kepada pedagang lama yang telah puluhan tahun mencari nafkah di kawasan tersebut. (dul)

You Might Also Like

KPK Bongkar Obrolan Ketua DPRD Pati dan Sudewo

Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung

Anak Zaman Scroll Harus Waras

Pengakuan Emak-emak Massa Bayaran Demo Dukung MBG: Dapat Uang Jajan, Seratus

Wakil Kepala BGN Kena Prank Pas Sidak, Ternyata Dapur MBG di Dekat Kandang Sapi

TAGGED:headlinehilangrelokasi pedagangrelokasi pklSemarangsimpang lima
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026). Heboh! Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk saat Diresmikan Bupati

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PKL SIMPANG LIMA - Pembeli sedang membeli dagangan di lapak PKL Simpang Lima Semarang, turut Jalan Ahmad Yani, Senin (31/8/2026). (dul)

Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi

AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026).

Heboh! Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk saat Diresmikan Bupati

Portal Malioboro Bikin Lansia Kesusahan Melintas

Kondisi lapak pedagang di kawasan Simpang Lima Semarang yang masih sepi pembeli, Senin (31/8/2026). (dul)

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

Presiden Prabowo Subianto. (ist)

Rating Prabowo Jeblok, Gerindra Sentil Bakom RI Pimpinan Qodari: Rp1,9 Triliun Buat Apa?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Kota Lama Semarang Moncer, Kunjungan Wisatawan Naik 24,7 Persen saat Lebaran

Maret 28, 2026
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Unik

Putusan MK Tegaskan Kedudukan Wamen Setara Menteri: Dilarang Rangkap Jabatan!

Juli 19, 2025
MASSA AKSI - Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menyoroti tata kelola negara yang carut-matur oleh rezim Prabowo-Gibran, di depan gedung DPRD Jateng, Jumat (12/6/2026). (dul)
Info

Demo Bubar tapi Gerakan Belum Kelar, Mahasiswa Semarang Siapkan Konsolidasi Lanjutan

Juni 13, 2026
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.
Ekonomi

Bitcoin Keok! Turun 13% dalam 5 Hari, Level Terendah Sejak April 2025

Februari 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?