Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rating Prabowo Jeblok, Gerindra Sentil Bakom RI Pimpinan Qodari: Rp1,9 Triliun Buat Apa?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Rating Prabowo Jeblok, Gerindra Sentil Bakom RI Pimpinan Qodari: Rp1,9 Triliun Buat Apa?

R. Izra
Last updated: Agustus 31, 2026 1:49 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Presiden Prabowo Subianto. (ist)
Presiden Prabowo Subianto. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Tingkat kepuasan publik atau approval rating Presiden Prabowo Subianto kian hari semakin jeblok. Terbaru, berdasarkan survei Tempo Data Science approval rating Prabowo hanya berkisar 37 persen.

General Manager Tempo Data Science, Khairul Anam, bilang terang-terangan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kabinet Prabowo-Gibran konsisten turun pada setiap periode.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sugiat Santoso, blak-blakan menyentil turunnya approval rating Presiden Prabowo. Sugiat bilang, Bakom RI harus turut bertanggung jawab.

Sugiat menyoroti sejumlah survei yang menunjukkan approval rating pemerintahan Prabowo berada di bawah 50 persen. Di sisi lain, menurut dia, sejumlah indikator ekonomi justru menunjukkan hasil yang cukup positif.

Bacaaja: Presiden Kembali Nyeletuk #KaburAjaDulu, Begini Kisah Prabowo Kabur ke Yordania
Bacaaja: Apa yang Bikin Rakyat Kecewa? Survei Tempo: Kepuasan Kinerja Prabowo-Gibran Anjlok Jadi 37 Persen

Ia menilai, Bakom masih belum maksimal menjelaskan kinerja pemerintah kepada masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah itu belum maksimal menjelaskan kepada publik bahwa pemerintahan Pak Prabowo Subianto secara kuantitatif sudah bekerja dengan sangat baik,” kata Sugiat dalam rapat kerja bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Senin (31/8/2026).

Bakom kalah cepat

Sugiat bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan teori Noam Chomsky soal pembentukan persepsi dan opini publik. Menurutnya, Bakom justru kalah cepat dalam membentuk persepsi masyarakat dibanding kelompok di luar pemerintah.

“Bakom Pemerintah kalah main dengan kelompok di luar sana dalam konteks membangun persepsi opini publik,” ujarnya.

Sugiat merujuk pada sejumlah survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo berada di bawah 50 persen.

Padahal, dia menilai kondisi ekonomi Indonesia tidak separah persepsi yang berkembang di masyarakat. Sugiat mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 yang disebutnya masih berada di atas 5 persen.

Angka itu, menurut dia, cukup bagus jika dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 3 persen.

Ia juga menyoroti konsumsi masyarakat yang masih menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Bagi Sugiat, kondisi tersebut menunjukkan daya beli masyarakat masih cukup terjaga.

“Tapi opini publik tidak seperti itu. Opini publik seolah-olah ekonomi sedang menuju krisis,” katanya.

Investasi juga ikut disorot. Sugiat menyebut investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang 2026 sudah menembus lebih dari Rp1.000 triliun.

Menurutnya, investasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja. Masalahnya, lagi-lagi, capaian tersebut dinilai belum terasa dalam persepsi publik.

Anggaran jadi sorotan

Yang bikin pernyataan Sugiat makin menarik adalah soal anggaran. Ia menyoroti rencana anggaran Bakom Pemerintah yang disebut mencapai Rp1,9 triliun pada 2027.

Dengan anggaran sebesar itu, Sugiat meminta kinerja komunikasi pemerintah juga harus naik level. Bahkan, ia memberikan semacam deadline.

“Kalau nanti di 2027 approval rating pemerintahan Pak Prabowo masih 50 persen, berarti kan gagal Bakom Pemerintah,” tegasnya.

Sugiat juga menyebut Fraksi Gerindra selama ini ikut turun tangan menjelaskan capaian pemerintah kepada masyarakat.

“Ya kita pun seolah-olah mengambil tugas Bakom Pemerintah,” katanya.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto merespons kritik tersebut. Ia mengaku sepakat bahwa kenaikan anggaran harus dibarengi peningkatan kinerja.

“Memang kalau nanti ada peningkatan anggaran ya, Pak, itu harus seimbang,” kata Bambang.

Menurut Bambang, masukan dari DPR akan menjadi bahan evaluasi bagi Bakom. Apalagi, hasil survei terhadap pemerintah saat ini dinilai belum memuaskan.

Karena itu, Bakom dituntut memperbaiki komunikasi publik pada 2027.

“Targetnya paling tidak itu survei yang sekarang tidak begitu baik hasilnya, 2027 itu tanggung jawabnya Bakom itu sebetulnya untuk meningkatkan,” ujar Bambang. (*)

You Might Also Like

Mas Septa Penjaga Kenangan Masa Kecil: Koleksi Ribuan Item Mainan Jadul dari ‘Lorong Waktu’

Seusai OTT Sudewo, Kades di Pati Bergegas Kembalikan Mahar Seleksi Perangkat Desa

PDIP Tetap Ngotot Pilkada Langsung

Satyalancana Dosen Unsoed Dipersoalkan, Ini Kata Kampus

Niru Jakarta, Respati Siapkan Food Station buat Jaga Harga Pangan Solo

TAGGED:approval ratingbakom riheadlinepresiden prabowotingkat kepuasan publik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Trans Banyumas Mendadak Setop, Ini Penyebabnya
Next Article Kondisi lapak pedagang di kawasan Simpang Lima Semarang yang masih sepi pembeli, Senin (31/8/2026). (dul) PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026).

Heboh! Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk saat Diresmikan Bupati

Portal Malioboro Bikin Lansia Kesusahan Melintas

Kondisi lapak pedagang di kawasan Simpang Lima Semarang yang masih sepi pembeli, Senin (31/8/2026). (dul)

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

Presiden Prabowo Subianto. (ist)

Rating Prabowo Jeblok, Gerindra Sentil Bakom RI Pimpinan Qodari: Rp1,9 Triliun Buat Apa?

Trans Banyumas Mendadak Setop, Ini Penyebabnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Harga Ambles Bikin Emosi, Peternak Solo Protes Guyur Badan Pakai Telur

Juli 7, 2026
KASUS SABU--Petugas pengadilan dan kepolisian berkerumun di sekitar TKP penyerahan sabu-sabu, di PN Semarang, Selasa (18/8/2026). (bae)
Hukum

Diduga Kasih Sabu di Pengadilan, Pengunjung Sidang ‘Salam Tempel’ ke Terdakwa Kasus Narkoba

Agustus 18, 2026
SERAHKAN UANG--Kepala Kejari Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto (kemeja putih) menyerahkan secara simbolis uang hasil penjualan aset rampasan kasus korupsi Agus Hartono, Kamis (23/7/2026). (bae)
Hukum

Rumah Rampasan Koruptor Bank BJB Agus Hartono Laku Rp4,9 Miliar

Juli 24, 2026
SOEKARNO RUN--Ribuan peserta Soekarno Run SOC 2026 berlari dari garis start di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)
Info

Respati: Soekarno Run Jadi Pemicu Solo Genjot Sport Tourism

Juni 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rating Prabowo Jeblok, Gerindra Sentil Bakom RI Pimpinan Qodari: Rp1,9 Triliun Buat Apa?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?