BACAAJA, SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) bakal punya rumah sakit sendiri. Rumah sakit yang dibangun di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) itu ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2027.
Rumah sakit tersebut diberi nama RS Unwahas MAS (Masjid Agung Semarang). Pembangunannya kembali dikebut setelah rencana proyek yang sudah disusun sejak 2022 sempat berhenti.
Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Noor Achmad, mengatakan pembangunan rumah sakit dilakukan lewat kolaborasi Yayasan Wahid Hasyim Semarang, MAJT, dan Yayasan Bondo Masjid Agung Semarang.
Bacaaja: Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja
Bacaaja: Banjir Semarang, Dosen Unwahas Sentil Pengembang Perumahan Nakal
Menurutnya, keberadaan rumah sakit ini penting untuk Unwahas sekaligus masyarakat. Terutama warga yang tinggal di sekitar kawasan MAJT.
“Ini adalah rumah sakit yang sangat dibutuhkan, baik oleh Unwahas maupun masyarakat Semarang,” kata Noor dalam keterangan tertulisnya.
Targetnya cukup ngebut. Pembangunan fisik sampai pengadaan peralatan medis diharapkan kelar dalam waktu sekitar satu tahun.
“Tahun ini, awal atau pertengahan tahun depan sudah harus operasi. Mudah-mudahan dalam satu tahun semuanya sudah selesai, baik fisik maupun semuanya, termasuk peralatan-peralatan,” ujarnya.
Untuk peralatan kesehatan saja, investasi yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp150 miliar. Rumah sakit ini nantinya melayani kebutuhan kesehatan umum dengan rencana pengembangan layanan unggulan di bidang jantung dan geriatri.
Kawasan yang disiapkan untuk pengembangan rumah sakit cukup luas, sekitar lima hektare. Dari lahan tersebut, sekitar 1,2 hektare sudah berdiri bangunan.
Rumah sakit ini juga punya fungsi penting untuk Fakultas Kedokteran Unwahas. Rektor Unwahas Prof. Helmy Purwanto menyebut keberadaan rumah sakit dibutuhkan sebagai tempat mahasiswa belajar dan praktik.
“Fakultas kedokteran harus mempunyai wahana pendidikan, salah satunya adalah rumah sakit. Ini salah satu jalan tercepat agar Fakultas Kedokteran mempunyai rumah sakit tersendiri,” katanya.
Namun rumah sakit ini nantinya tidak hanya dipakai mahasiswa kedokteran. Mahasiswa dari program studi lain seperti farmasi dan fisioterapi juga bisa memanfaatkannya sebagai tempat pembelajaran.
Unwahas juga bakal ikut menopang operasional rumah sakit. Salah satunya dengan menyiapkan sumber daya manusia, termasuk dokter dan dosen yang bisa mendukung pelayanan kesehatan sekaligus kegiatan pendidikan. (bae)

