Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ipemi Jateng Buka Jalan UMKM ke Eropa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ipemi Jateng Buka Jalan UMKM ke Eropa

UMKM Jateng mulai didorong menembus pasar Eropa dengan Belgia sebagai pintu masuk. Ipemi Jateng bersama My Bumi membekali pelaku usaha dengan edukasi, kurasi produk, dan pemahaman standar ekspor agar produk lokal benar-benar siap bersaing di pasar global.

T. Budianto
Last updated: Agustus 11, 2026 8:14 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
NARASUMBER SEMINAR: Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin hadir sebagai salah satu narasumber Forum Seminar dan Kurasi Produk UMKM bertema Green Passport to Europe yang digelar Ipemi Jateng bersama My Bumi di Hotel Front One HK Semarang, Selasa (11/8/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– UMKM Jateng mulai didorong untuk tidak hanya jago jualan di pasar lokal, tetapi juga berani membawa produknya menyeberang ke pasar Eropa. Salah satunya lewat kolaborasi IPEMI Jateng dan My Bumi yang membidik Belgia sebagai pintu masuk pasar Eropa.

Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Jateng bersama My Bumi menggelar Forum Seminar dan Kurasi Produk UMKM di Hotel Front One HK Semarang, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Green Passport to Europe: Empowering Small Business for Sustainable Global Impact.”

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan pelaku UMKM menghadapi pasar Uni Eropa, khususnya dalam kerangka Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Ketua Ipemi Jateng, Hj Lies Iswar Aminuddin mengatakan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengusaha muslimah agar mampu membawa produknya ke pasar global.

Menurutnya, Belgia dipilih sebagai target awal karena diharapkan dapat menjadi pintu pembuka bagi produk UMKM Jawa Tengah untuk masuk ke negara-negara Eropa lainnya.

“Lewat forum ini bisa didapat peluang pasar yang bisa ditangkap oleh pelaku UMKM kita. Termasuk dengan standar yang diterapkan, tentunya kualitas produk kita juga harus menyesuaikan,” tuturnya.

Baca juga: Nawal Yasin: Ipemi Jangan Sekadar Kumpul, Tapi Naikin Level

Lies mengatakan, meski kolaborasi dengan My Bumi baru dilakukan untuk pertama kalinya, setidaknya sudah ada 80 jenis produk UMKM binaan Ipemi Jateng yang dinilai memiliki peluang untuk dipasarkan di Eropa, khususnya Belgia.

Produk makanan ringan menjadi salah satu kategori yang dinilai potensial. Selain itu, produk kerajinan rumah tangga seperti perlengkapan sofa, tas, topi hingga perabotan hotel juga memiliki peluang.

Beberapa produk lokal bahkan disebut telah mendapat perhatian pasar Belgia. Di antaranya coco chips, tomato chips, rengginang hingga aneka jamu. “Coco chips minatnya sangat besar di sana. Bahan dari kelapa tua yang dijadikan chips atau keripik ternyata banyak disukai masyarakat sana. Termasuk tomato chips, bahkan rengginang,” ujarnya.

Menurut Lies, peluang tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk. Bukan hanya rasa dan bahan, tetapi juga kemasan serta standar yang dipersyaratkan pasar internasional.

CEO My Bumi, Fatmi Woro Dwi Martanti, mengatakan kesiapan ekspor tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang bagus. Menurutnya, persoalan sumber daya manusia (SDM), mulai dari mindset, kepemimpinan hingga literasi bisnis, justru kerap menjadi penyebab kegagalan UMKM masuk pasar ekspor sebelum persoalan fisik produk muncul.

“Kami memandang tahun 2026 sebagai waktu yang krusial bagi UMKM Indonesia untuk mempersiapkan diri dalam kurun waktu yang tersisa sebelum perjanjian (IEU-CEPA) berlaku efektif,” jelas Woro yang juga Ketua PPLN Ipemi Belgia.

Rantai Pasok

Persiapan tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, ketertelusuran rantai pasok, dokumentasi uji tuntas, sertifikasi berkelanjutan hingga kepatuhan terhadap aturan asal barang.

Dalam forum tersebut, pelaku UMKM juga mendapat wawasan mengenai karakteristik pasar Eropa dan standar yang harus dipenuhi agar produk mereka dapat diterima pembeli internasional.

Expert Ekspor Eropa, Emmanuel Weitzel, dalam sesi Give Your Product a Passport menyebut ada tiga pertanyaan penting yang biasanya muncul dari pembeli Eropa terhadap produk impor.

Pertama, dari mana produk tersebut berasal. Kedua, bagaimana produk dibuat. Ketiga, apa dampaknya terhadap lingkungan. Karena itu, transparansi dan kemampuan menelusuri rantai produksi menjadi penting. Pelaku usaha juga diingatkan agar tidak sekadar menggunakan klaim ramah lingkungan tanpa bukti yang jelas.

Baca juga: UMKM Syariah Jateng Siap Naik Panggung

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengapresiasi langkah Ipemi Jateng yang membuka ruang edukasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar internasional.

Menurut Iswar, UMKM tidak bisa terus berjalan dengan pola lama jika ingin berkembang. Edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting agar pelaku usaha benar-benar memahami apa yang dibutuhkan untuk naik kelas.

“Nah melalui kegiatan ini, sudah waktunya UMKM kita naik kelas. Kalau sekadar omon-omon, maka UMKM akan gitu-gitu saja. Kalau mau naik kelas ya memang harus ada kegiatan edukasi, pendampingan seperti ini,” ujarnya.

Iswar berharap semakin banyak produk UMKM dari Jateng dan Kota Semarang yang mampu menembus pasar Eropa. Jika itu terwujud, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar ekosistem UMKM.

Sebab, go international bukan cuma soal menempelkan label ekspor di kemasan. Produk harus siap, pelakunya harus siap, standarnya harus siap. Kalau cuma berani bilang “siap ekspor” tapi sertifikat dan kualitas masih “nanti dulu”, ya Eropa juga bisa bilang: nanti dulu. (tebe)

You Might Also Like

DPR Jangan Baper, Puan: Jawab Kritik dengan Kerja Nyata untuk Rakyat!

Dor! Eksperimen Brutal Tiga Remaja Grobogan: Coba Bikin Bubuk Petasan, 3 Rumah Meledak

Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi

Dadan Dikabarkan Ditangkap saat Kantor BGN Digeledah Kejagung, 2 Tokoh Lain Turut Diperiksa

HUT ke-80, Puan Ingatkan TNI: Setia Sama Rakyat, Melek Teknologi

TAGGED:headlineipemi jatengiswar aminuddinpemkot semarangumkm jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article GEMPA - Ilustrasi gempa bumi tektonik. 132 Orang Tewas Jadi Korban, Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia
Next Article RS BARU--Bangunan RS Unwahas MAS sudah berdiri di dekat Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. (ist) Unwahas Bangun Rumah Sakit Dekat MAJT, Target Selesai 2027

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RS BARU--Bangunan RS Unwahas MAS sudah berdiri di dekat Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. (ist)

Unwahas Bangun Rumah Sakit Dekat MAJT, Target Selesai 2027

Ipemi Jateng Buka Jalan UMKM ke Eropa

GEMPA - Ilustrasi gempa bumi tektonik.

132 Orang Tewas Jadi Korban, Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia

Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen

PROYEK PERBAIKAN JALAN - Pekerja sedang melakukan perbaikan jalan di Jalan Majapahit, Kota Semarang, Selasa (11/8/2026). (dul)

Sisi Lain Pengecoran Jalan Majapahit Semarang, Bikin Omset PKL Menguap 30 Persen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Ini Alasan Bambang Pacul Lengser dari Ketua PDIP Jateng

Agustus 21, 2025
Pendidikan

SPMB, Pemprov Jemput Bola 5.000 Siswa Miskin Ekstrem

Juli 8, 2026
Calon pembeli mendapat penjelasan mengenai keunggulan mobil listrik G3+ Polytron, di Polytron EV Showroom & Services, Jl Ahmad Yani, Kota Semarang.
Ekonomi

Mobil Listrik Polytron Nggak Cuma Buat Jalan, tapi Bisa Jadi Genset Darurat saat Mati Listrik

Januari 30, 2026
Banjir bandang dan longsor memutus akses jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (11//1/2026).
Info

Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi

Januari 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ipemi Jateng Buka Jalan UMKM ke Eropa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?