Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bambang Setiawan Lansia Penjual Cermin Tewas Dikeroyok saat Kerusuhan 27 Agustus di Jakarta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bambang Setiawan Lansia Penjual Cermin Tewas Dikeroyok saat Kerusuhan 27 Agustus di Jakarta

R. Izra
Last updated: Agustus 29, 2026 6:08 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
KAMAR MAYAT - Korban tewas diantar ke ruang jenazah. (grafis/wahyu)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Nasib nahas menimpa Bambang Setiawan (59), seorang peria lanjut usia (lansia) yang sehari-hari mencari nafkah sebagai penjual cermin. Ia tewas dikeroyok orang tak dikenal di Pejompongan, Jakarta, pada kericuhan setelah aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) kemarin.

Keluarga menceritakan kronologi nasib nahas yang menimpa Bambang Setiawan hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Istri Bambang, Sudarsi, tak pernah menyangka, nasib suaminya berakhir tragis.

Sore itu, Bambang masih berjualan cermin bersama Sudarsi di Pejompongan. Sekitar pukul 16.30 WIB, Sudarsi meminta suaminya menutup usaha lebih cepat. Alasannya, massa mulai berdatangan dan situasi kawasan semakin ramai.

“Sebenarnya kita belum tutup. Tutupnya itu jam 18.00. Tapi karena saya lihat massa sudah banyak, akhirnya saya bilang sama Bapaknya, ‘Itu massa sudah banyak, tutup’,” kata Sudarsi, Jumat (28/8/2026).

Bacaaja: “Kami Pulang Dulu”, Warga Pati Pamit setelah Bikin Kesepakatan dengan Pimpinan DPR RI
Bacaaja: Daftar Korban Akibat Demonstrasi di Akhir Agustus 2025: 10 Orang Meninggal, Ribuan Luka dan Ditangkap

Keduanya kemudian pulang ke rumah. Sekitar malam hari, anak Bambang datang bersama seorang warga bernama Tagor yang sedang sakit. Tagor kemudian meminta diantar ke RS Pelni.

Anak Bambang mengantarkan Tagor. Sementara Bambang dan Sudarsi tetap berada di rumah.

Sekitar pukul 20.30-21.00 WIB, anak Bambang kembali. Saat itu, kondisi sekitar rumah masih ramai. Massa bahkan sempat terdorong masuk ke kawasan tempat tinggal mereka.

Setelah situasi dianggap lebih aman, Bambang memilih keluar rumah. Menurut Sudarsi, suaminya memang biasa keluar untuk melihat kondisi ketika terjadi keramaian.

“Dia itu cuma nonton, kadang-kadang membantu ngucurin air buat cuci muka,” ujar Sudarsi.

Namun, malam itu Bambang tak kunjung kembali. Keluarga pun gelisah. Sudarsi mulai mencari suaminya. Hingga sekitar pukul 01.30 WIB, Bambang belum juga ditemukan.

Ia sempat mendatangi lokasi dan meminta teman-teman Bambang memberi kabar jika mengetahui keberadaannya.

“Saya masih berharap ketemu. Saya ke situ, enggak ada,” ucapnya.

Sekitar pukul 02.30 WIB, Sudarsi kembali ke rumah dan beristirahat sekitar 1,5 jam. Saat bangun, ia membuka WhatsApp. Ada pesan dari Tagor yang sebelumnya diantar anak Bambang ke RS Pelni.

Tagor rupanya mengira pesan yang dibalasnya berasal dari Bambang. Setelah tahu bahwa yang membalas adalah Sudarsi, anak Bambang yang berada di RS Pelni pun kembali ke rumah.

Keluarga semakin panik karena Bambang masih belum pulang. Sekitar pukul 03.00-04.00 WIB, keluarga akhirnya mendapat sebuah video. Mereka diminta memastikan sosok yang terlihat dalam video tersebut.

Setelah diperhatikan, keluarga memastikan sosok itu adalah Bambang.

“Kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu,” ungkap Sudarsi.

Tak lama kemudian, keluarga mendapat informasi bahwa Bambang telah dibawa ke RS Polri.

Keluarga menduga Bambang meninggal dunia di lokasi sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. Namun, Sudarsi mengaku belum mengetahui secara lengkap hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah suaminya.

Bambang kemudian dimakamkan pada Jumat (28/8/2026) setelah salat Jumat di kawasan Kemanggisan Pulo, Jakarta Barat.

Pihak pemerintah wilayah juga telah mendatangi keluarga. Camat, lurah, hingga Babinsa datang untuk mengetahui kondisi keluarga setelah peristiwa tersebut.

Catatan: kronologi pengeroyokan dan pihak yang bertanggung jawab masih berdasarkan dugaan keluarga; dari materi yang diberikan belum ada keterangan resmi mengenai pelaku maupun hasil penyelidikan polisi. (*)

You Might Also Like

Imigrasi Sisir Proyek dan Pabrik di Demak, Soroti Aktivitas WNA

Kubu Siapa yang Coba Menyingkirkan Poros Lirboyo dari Kandidat AHWA? Dua Nama Kiai Sepuh Disorot

Nasib Buruk PSIS Semarang: Resmi Degradasi, Gaji Pemain Nunggak. Apa Kata Yoyok Sukawi?

Lebaran di Lapas Purwodadi: 157 Warga Binaan Dapat “Diskon Hukuman”, Tiga Langsung Bebas

Hotman Bongkar Fakta Mengejutkan: Bos Sritex Disikat setelah Tolak Gabung BUMN Danareksa

TAGGED:27 agustusbambang setiawandemoheadlinekerusuhanlansiapenjual cermintewas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (ist) Proyek UCC Terboyo Semarang Jadi Juara Investasi Jateng
Next Article PENGURUS MUI: Pengukuhan pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2026-2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (24/8/2026). (Dok Pemprov Jateng) Gubernur Luthfi: MUI Jadi Cooling System saat Jateng Bergejolak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rp380 Juta Kerugian Negara, Kasus Kades Karangsari Masuk Jaksa

Indonesia Bidik 10 Besar di Nagoya

PSIS Datangkan Felipe Cadenazzi, Bomber Argentina dengan Rekam Jejak 27 Gol

KUNJUNGAN INDUSTRI - Kenalkan industri telekomunikasi, PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah terima kunjungan dari SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten, di Semarang.

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah Terima Kunjungan Industri SMK Muhammadiyah 1 Prambanan Klaten

SIDANG KORUPSI: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman (baju batik) didampingi tim penasihat hukumnya (sisi kanan) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/10/2026). (bae)

Ngaku Gak Salah, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Merengek Minta Dibebaskan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)
Hukum

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

September 5, 2026
Hukum

HUT RI Beda Nasib: Sambo Gigit Jari, Putri Candrawathi Dapat Remisi

Agustus 21, 2025
Olahraga

Lintasan Baru KEK Batang Bikin Pereli Ketagihan

September 27, 2026
REMUK TAK BERBENTUK - Warga melihat kondisi truk yang remuk tak berbentuk setelah tertemper KA Ambarawa Ekspres di Randublatung, Blora, Sabtu (1/8/2026).
Info

Detik-detik Truk Remuk Tak Berbentuk Tertemper Ambarawa Ekspres di Blora, Penumpang KA Panik

Agustus 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bambang Setiawan Lansia Penjual Cermin Tewas Dikeroyok saat Kerusuhan 27 Agustus di Jakarta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?