Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Demo di Semarang Memanas! Ban Dibakar hingga Mahasiswa Dikejar Aparat Berpakaian Sipil
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Demo di Semarang Memanas! Ban Dibakar hingga Mahasiswa Dikejar Aparat Berpakaian Sipil

Demonstrasi mahasiswa di depan Gubernuran Semarang memanas. Massa sempat membakar ban di depan gerbang, hingga sejumlah mahasiswa ngaku dikejar oknum berpakaian sipil.

R. Izra
Last updated: Juni 15, 2026 8:42 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
AKSI MEMANAS - Mahasiswa perserta aksi massa membakar ban di depan kantor Gubernur Jateng (Gubernuran), di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (15/6/2026). Aksi sempat memanas, hingga sejumlah mahasiswa mengaku dikejar aparat berpakaian preman. (dul)
AKSI MEMANAS - Mahasiswa perserta aksi massa membakar ban di depan kantor Gubernur Jateng (Gubernuran), di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (15/6/2026). Aksi sempat memanas, hingga sejumlah mahasiswa mengaku dikejar aparat berpakaian preman. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (15/6/2026), berlangsung hingga malam hari dan sempat diwarnai pembakaran ban, blokade jalan, hingga ketegangan saat aparat melakukan pemadaman.

Sejak siang, kawasan Jalan Pahlawan dipenuhi mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Mereka datang membawa spanduk, poster, bendera organisasi, dan pengeras suara untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Dari atas mobil komando, orator silih berganti ngungkapin berbagai persoalan yang menurut mereka sedang dihadapi masyarakat. Mulai dari kondisi ekonomi, kenaikan harga kebutuhan hidup, harga BBM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga isu demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Bacaaja: Demo Bubar tapi Gerakan Belum Kelar, Mahasiswa Semarang Siapkan Konsolidasi Lanjutan
Bacaaja: Rupiah Ambles APBN Jebol? Pakar Undip Sorot Kebijakan Pemerintah Naikkan BBM

Salah satu peserta aksi, Eka Mulyono Yunus, menilai masyarakat saat ini masih dibebani berbagai persoalan ekonomi yang belum terjawab oleh kebijakan pemerintah.

Menurutnya, kenaikan harga energi tetap terasa di kehidupan sehari-hari, terlepas dari adanya BBM subsidi yang masih disediakan pemerintah.

“Kalau masyarakat harus membeli BBM yang lebih mahal, maka pengeluaran mereka juga bertambah. Itu yang hari ini dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam orasi.

Sepanjang aksi berlangsung, massa beberapa kali membakar ban bekas sebagai simbol protes. Asap hitam sempat membumbung tinggi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Situasi makin panas ketika aparat kepolisian memutuskan memadamkan api menggunakan water cannon.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah petugas beberapa kali mengingatkan peserta aksi untuk memadamkan api secara mandiri.

“Kami sudah mengingatkan agar api segera dipadamkan. Namun karena tidak dilakukan, akhirnya petugas yang melakukan pemadaman. Setelah api padam, situasi kembali kondusif dan kegiatan penyampaian pendapat tetap berjalan,” katanya.

Menurut Artanto, pengamanan aksi melibatkan sekitar 2.300 personel gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polrestabes Semarang, dan sejumlah instansi terkait.

Selain diwarnai pembakaran ban, demonstrasi juga sempat berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Pahlawan. Pada beberapa momen, massa melakukan blokade jalan sehingga kendaraan dari arah Polda menuju Simpang Lima harus dialihkan.

Meski demikian, polisi mengaku terus melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Sementara itu, dari sisi massa aksi, kritik tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi juga kepada aparat kepolisian.

Sejumlah orator menilai masih ada tindakan aparat yang dianggap berlebihan saat menghadapi demonstrasi. Mereka juga menyerukan agar mahasiswa tidak takut menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

“Kami hadir untuk menyampaikan bahwa masih banyak persoalan rakyat yang perlu diperhatikan. Mahasiswa tidak boleh diam ketika melihat kondisi seperti ini,” ujar salah seorang peserta aksi.

Menjelang malam, ketegangan kembali terjadi saat proses pemadaman berlangsung. Sejumlah mahasiswa mengaku ada peserta aksi yang terkena tindakan aparat berpakaian sipil atau intel. Mereka juga mengklaim beberapa peserta mengalami pemukulan.

Situasi tersebut membuat massa sempat panik dan berlarian ke arah gerbang Universitas Diponegoro (Undip) di Jalan Prof. Soedarto.

Pantauan di lokasi menunjukkan kawasan depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dipenuhi personel kepolisian yang berjaga. Aksi yang awalnya dijadwalkan selesai pukul 18.00 WIB pun molor hingga malam hari.

Meski sempat diwarnai ketegangan, demonstrasi tidak berkembang menjadi bentrokan besar. Massa akhirnya mulai membubarkan diri sekitar pukul 19.20 WIB dan kondisi lalu lintas di Jalan Pahlawan kembali normal.

Bagi para mahasiswa, aksi tersebut bukan sekadar menyampaikan lima tuntutan utama yang mereka bawa. Lebih dari itu, demonstrasi menjadi cara mereka buat ngasih sinyal bahwa persoalan ekonomi, sosial, dan demokrasi yang dirasakan masyarakat saat ini masih jauh dari kata selesai. (dul)

You Might Also Like

Jangan Ikut Bikin Panas, Pesan Ahmad Luthfi ke Banser

Polisi Tangkap Rampok Sadis Boyolali di Kudus, Keluarga Korban Curiga Motif Utang Piutang

Geger Deepfake AI SMAN 11 Semarang: Chiko Bikin Konten Bokis Mengerikan

Taman Gajahmungkur Semarang Kini Dijaga ‘Polisi’ Teladan, Ini Sosoknya

Adakah Vaksin Hantavirus?

TAGGED:demodemonstrasi mahasiswagubernuranheadlineSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Muharram Datang Bawa Semangat Baru, Pintu Amal Kian Terbuka
Next Article Libur Sekolah Jadi Momen Beberes, MBG Rehat Sementara Dulu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tak Lagi Rata Semua, Duit Dapur MBG Kini Disetel

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun, Momen Menata Harapan Baru

SAMPAIKAN TUNTUTAN - Peserta aksi massa memanjat gerbang kantor Gubernuran Jateng, di Semarang, Senin (13/6/2026). Massa menyampaikan 5 tuntutan rakyat, serta menyorot peran TNI-Polri yang banyak menduduki jabatan sipil, sebagai bagian dari gejala militerisme. (dul)

Ribuan Mahasiswa Semarang Raya Kepung Gubernuran, Sampaikan Panca Tuntutan Rakyat

Libur Sekolah Jadi Momen Beberes, MBG Rehat Sementara Dulu

AKSI MEMANAS - Mahasiswa perserta aksi massa membakar ban di depan kantor Gubernur Jateng (Gubernuran), di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (15/6/2026). Aksi sempat memanas, hingga sejumlah mahasiswa mengaku dikejar aparat berpakaian preman. (dul)

Demo di Semarang Memanas! Ban Dibakar hingga Mahasiswa Dikejar Aparat Berpakaian Sipil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, saat mengikuti pertemuan bersama perguruan tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), PT PLN (Persero) dan stakeholder di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025)
Sirkular

DPR Gaspol Dorong Energi Terbarukan Buat Wilayah 3T, Biar Gak Gelap Terus!

September 2, 2025
Ekonomi

BGN Kembalikan Rp 70 Triliun Dana MBG, DPR dan Menkeu Beri Tanggapan Berbeda

Oktober 16, 2025
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudin dan para anggota Komisi X DPR RI berfoto bersama para pelajar saat berkunjung ke Wamena Pegunungan Papua. UU Sisdiknas dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi lokal wilayah Papua. Foto: dok.
Pendidikan

RUU Sisdiknas dan “PR Besar” Papua Pegunungan: Ketika Pendidikan Tak Cukup Sekadar Regulasi

Oktober 8, 2025
Info

Gunung Slamet Mulai “Gerak-gerak”, Jateng Nggak Mau Kecolongan

April 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Demo di Semarang Memanas! Ban Dibakar hingga Mahasiswa Dikejar Aparat Berpakaian Sipil
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?