BACAAJA, SEMARANG- Buat ngenalin sekaligus ngebut promosi produk UMKM syariah, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng lagi siapin hajatan khusus pas Ramadan. Bareng Disperindag Jateng, event bertajuk Dekranasda Modest & Iftar Ramadan 2026 bakal digelar selama tiga hari, 27 Februari sampai 1 Maret 2026 di The Park Mall Semarang.
Event ini nggak main-main. Yang terlibat bukan cuma OPD dan BUMD Pemprov Jateng, tapi juga Dekranasda dari 35 kabupaten/kota, pondok pesantren, siswa SMA dan SMK, sampai para pelaku UMKM dari seluruh penjuru Jateng.
Kepala Disperindag Jateng, July Emmylia, bilang event ini jadi momentum pas buat mendorong UMKM syariah, apalagi tren modest fashion dan kuliner halal lagi naik daun. “Ini momennya tepat, apalagi menjelang Lebaran. Pasarnya luas dan minat masyarakat tinggi,” ujar Emmy usai audiensi dengan Wagub Taj Yasin dan Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin, Kamis (22/1/2026).
Baca juga: Jateng Serius Jadi Pusat Industri Hijau, Luthfi: Ekonomi Masa Depan Ada di Sini!
Soal konsep, jangan kebayang pameran yang kaku. Dekranasda Modest & Iftar Ramadan 2026 dikemas rame dan penuh warna. Mulai dari bazar UMKM modest dan kuliner syariah, fashion show Dekranasda, lomba hadroh antar OPD dan BUMD, lomba band SMA-SMK, lomba tung-tung sahur, talkshow opini, sampai hiburan seni.
Puluhan UMKM dari 35 kabupaten/kota bakal ikut pameran. Sementara di catwalk, fashion show bakal diikuti Ketua Dekranasda se-Jateng, kepala OPD perempuan, hingga istri Forkopimda Jateng.
Menurut Emmy, modest fashion sekarang bukan lagi sekadar tren musiman. Pakaian sopan sudah jadi pilihan gaya hidup, dan ini membuka peluang besar buat UMKM syariah di Jateng. “Kami yakin pasarnya besar. Apalagi ini jelang Lebaran, pasti ramai. Setiap hari juga sudah kami atur supaya tetap hidup,” jelasnya.
Ramah Muslim
Sementara itu, Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin menegaskan, pengembangan UMKM syariah jadi bagian dari komitmen mendukung program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin menjadikan Jateng sebagai provinsi ramah muslim.
Dekranasda, kata Nawal, nggak cuma fokus ke pameran. Strateginya lengkap dari hulu sampai hilir. Mulai dari revitalisasi galeri Dekranasda, pelatihan batik ready to wear, digital marketing, sampai inkubasi bisnis agar UMKM bisa ketemu langsung dengan calon pembeli.
Dekranasda juga menggandeng Bank Indonesia untuk proses kurasi produk, supaya kualitas UMKM makin naik kelas. Ditambah kolaborasi dengan perbankan demi mempermudah akses pembiayaan. “UMKM produk muslim di Jateng itu banyak sekali. Tugas kita memastikan mereka punya panggung dan pasar yang lebih luas,” ujar Nawal.
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen ikut mengapresiasi ide event Ramadan tersebut. Menurutnya, konsep ini relevan karena Jateng merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia.
Baca juga: UMKM Jateng Unjuk Gigi di Inacraft 2025, Nawal Yasin: Saatnya Naik Kelas!
Gus Yasin bahkan menitipkan pesan khusus agar pameran UMKM syariah juga digelar saat MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang akan berlangsung di Jawa Tengah pada September mendatang. “Jawa Tengah jadi tuan rumah MTQ Nasional 2026. Ini momen emas untuk mempromosikan UMKM syariah kita ke level nasional,” ucapnya.
Ramadan nanti, Jateng bukan cuma siap buat puasa dan buka bersama. Tapi juga siap pamer karya. Karena ternyata, UMKM syariah nggak cuma soal halal, tapi juga soal layak viral dan layak cuan. (tebe)

