Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Datu Nova Resmi Kuasai PSIS Semarang, Malut United: Kami Berasa Dibohongi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Sepak Bola

Datu Nova Resmi Kuasai PSIS Semarang, Malut United: Kami Berasa Dibohongi

PSIS hampir diakuisisi Malut United, sebelum akhirnya disalip di tikungan terakhir oleh Datu. Padahal Malut United ngeklaim sudah sempat nalangi operasional Tim Mahesa Jenar.

R. Izra
Last updated: November 24, 2025 11:35 am
By R. Izra
6 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Drama masa depan PSIS Semarang akhirnya punya “pemeran utama” baru. Pengusaha muda asal Semarang, Datu Nova Fatmawati, resmi jadi pemilik saham mayoritas PT Mahesa Jenar Semarang, perusahaan yang mengelola PSIS, Senin (17/11/2025) malam.

Kesepakatan ini dikunci lewat pertemuan langsung antara Datu dan jajaran pemilik saham mayoritas PSIS.

Juru bicara pengendali saham mayoritas PT Mahesa Jenar, Joni Kurnianto, cerita kalau kunci deal ini sebenarnya simpel: nyambung dan enak diajak komunikasi.

“Alhamdulillah komunikasi kami berjalan baik. Saat duduk berdua juga segala komunikasi berjalan penuh chemistry. Kami yakin Mbak Datu ini paham sepak bola sehingga bisa membawa PSIS Semarang bangkit,” kata Joni.

Sekarang, 74,2 persen saham PT Mahesa Jenar resmi pindah ke Datu Nova. Sisanya masih dipegang pemilik lama seperti Junianto dan beberapa investor lain.

Joni juga sempat nyenggol fakta kalau sebelum deal dengan Datu, ada calon investor lain yang hampir mengakuisisi PSIS, tapi gagal di tikungan terakhir.

“Kami mohon maaf kalau sempat menimbulkan kegaduhan. Selain belum ada kesepakatan, juga belum ada koneksi yang baik. Dalam mengelola klub sepak bola, koneksi itu penting,” jelasnya.

Di sesi perkenalan, Datu bercerita kalau dia lahir dan besar di Semarang, sekarang menikah dengan warga Lamongan. Rasa cintanya ke PSIS ternyata warisan dari sang ayah.

“Saya dari kecil di sini. Setiap liburan ke Semarang, saya sering ditinggal ayah yang nonton sepak bola. Saya penasaran, siapa sih yang ditonton? Ternyata PSIS Semarang,” cerita Datu.

Setelah ayahnya meninggal, keinginan buat nerusin cinta sang ayah ke PSIS pelan-pelan tumbuh.

“Dari situlah saya ingin meneruskan cinta ayah saya terhadap PSIS,” lanjutnya.

Datu juga nggak menutup mata soal kondisi PSIS yang lagi seret prestasi. Musim ini targetnya realistis dulu: PSIS bertahan di kasta kedua, baru musim depan gas buat balik ke kompetisi kasta tertinggi.

“Saya melihat kondisi PSIS saat ini sedang berada di bawah. Saya mencoba menyelamatkan PSIS agar kembali ke jalurnya,” ujar Datu.

Begitu akuisisi resmi, dia langsung pasang mode “bersih-bersih”.

“Misi saya yang paling dekat adalah membenahi tim, dari pemain, pelatih sampai manajemen,” tegasnya.

Nasib buruk Malut United, merasa dibohongi

Di sisi lain, kabar akuisisi PSIS oleh Malut United resmi kandas dan bikin pihak Malut United merasa nggak dihargai.

Asisten Manajer Malut United, Asghar Saleh, blak-blakan mengaku kecewa berat. Menurut dia, proses yang selama ini intensif sama PT Mahesa Jenar dibatalkan sepihak tanpa penjelasan resmi yang layak.

Asghar cerita, negosiasi sebenarnya udah masuk babak akhir. Mereka baru tahu rencana akuisisi batal setelah lihat rilis pembatalan di media sosial pada Sabtu (15/11/2025) pagi.

“Tidak ada pertemuan resmi, tidak ada pemberitahuan formal. Sampai hari ini kami tidak tahu alasannya,” kata Asghar.

Padahal, ia bilang, selama beberapa pekan terakhir komunikasi jalan mulus. Ketemu berkali-kali, diskusi terbuka, dan bahkan harga saham sudah disepakati. Tinggal bahas skema pembayaran: mau sekaligus atau dicicil.

“Secara prinsip sudah tidak ada masalah. Harga sudah deal. Yang tersisa hanya teknis pembayaran,” ujarnya.

Draf perjanjian juga disebut sudah disiapkan notaris. Tapi tiga hari sebelum pembatalan, komunikasi mendadak susah. Chat dan telepon ke pihak Mahesa Jenar mulai nggak jelas responsnya.

Rangkaiannya makin masuk akal setelah muncul rilis pembatalan dan kabar masuknya Datu sebagai pemilik baru.

“Membaca rilis itu, kami menduga ada proses lain yang juga berjalan. Seperti Mahesa Jenar bernegosiasi dengan pihak lain. Rangkaiannya terlihat dari puzzle yang kami temukan belakangan,” ucap Asghar.

Ia merasa cara ini nggak sejalan dengan komitmen awal waktu Malut United datang ke Semarang. Ia menegaskan, pihaknya datang bukan bawa agenda politik atau bisnis gelap, tapi karena ada kedekatan emosional dengan PSIS sejak sama-sama berkompetisi di Liga 2.

“Ini menyakitkan. Kami merasa dibohongi. Pertemuan sudah beberapa kali, harga sudah sepakat, hal-hal teknis pun tinggal dirapikan,” kata Asghar.

Bukan cuma obrolan di meja negosiasi, Asghar mengklaim Malut United juga sempat nambal biaya operasional PSIS, mulai dari gaji pemain, pelatih, staf, biaya tandang, sampai persiapan laga.

Total talangan itu sekitar Rp 700 juta. “Dana itu sudah kami minta kembali dan telah dikembalikan, karena ternyata proses ini tidak dilanjutkan,” ujarnya.

Mereka bahkan sudah siapin struktur tim ala pasca-akuisisi: tim pelatih disusun, jadwal latihan diatur, sampai koordinasi dengan kepolisian soal izin pertandingan.

“Semua sudah on the track, lalu mendadak dibatalkan. Kami tidak siap menerima keputusan ini,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, Asghar bilang Malut United belum menerima surat resmi apapun soal pembatalan. Semua info datang dari pesan pribadi, obrolan informal, dan unggahan resmi di media sosial.

“Kami reset ulang dulu. Kami perlu memahami apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya.

Sementara dari pihak Mahesa Jenar, belum ada penjelasan detail tambahan soal alasan pembatalan negosiasi dengan Malut United.

Yang jelas, drama akuisisi ini bikin masa depan PSIS Semarang kembali serba menggantung, di tengah harapan suporter yang pengin Mahesa Jenar cepat balik lagi ke Liga 1. (*)

You Might Also Like

Ter Stegen Comeback setelah 7 Bulan, Langsung Kebobolan di Menit ke-6

Main 10 Orang, PSIS Gagal Bawa Pulang Kemenangan

Sambut Samba di Tengah: PSIS Akhirnya Punya Denilson

Mahesa Jenar Tetap Bidik Tiga Poin

PSIS Masuk Mode Survival

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi Gedung DPR RI KUHAP Baru Diketok, Akademisi Waswas: Ancaman Intelektual dan Peneliti Kritis
Next Article Vasektomi Jadi ‘Shortcut’ Papa Muda Semarang: Nggak Ribet, Dapat Cuan Jutaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur? Ini Kata Dokter

Anak Ketahuan Bohong? Jangan Langsung Dimarahi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Salah Tendang, Karier Langsung Tamat

Januari 23, 2026
Sepak Bola

PSIS dan Jafri Sastra Pisah Jalan

Januari 31, 2026
Sepak Bola

Erick Thohir: Liga Indonesia Makin Serius, Perekrutan Eks J-League Jadi Bukti Nyata

Juli 7, 2025
Sepak Bola

Rafinha Jadi Pembeda, PSIS Pulang Bawa Tiga Poin

Februari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Datu Nova Resmi Kuasai PSIS Semarang, Malut United: Kami Berasa Dibohongi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?