BACAAJA, JAKARTA- Timnas Spanyol punya bekal yang cukup meyakinkan jelang menghadapi Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Duel yang digelar di Stadion Los Angeles, Sabtu (11/7) dini hari WIB bukan sekadar perebutan tiket semifinal, tetapi juga menjadi pertemuan ke-24 kedua negara di berbagai ajang.
Kalau melihat catatan sejarah, La Furia Roja memang lebih sering tersenyum. Dari 23 pertemuan sebelumnya sejak pertama kali bentrok di Olimpiade 1920, Spanyol mengoleksi 12 kemenangan. Sementara Belgia baru lima kali mampu menaklukkan tim Matador, sedangkan enam laga lainnya berakhir imbang.
Produktivitas gol juga menunjukkan dominasi yang cukup jauh. Spanyol sudah mengemas 46 gol ke gawang Belgia, sedangkan Setan Merah baru mampu membalas dengan 22 gol.
Menariknya, cerita rivalitas ini tidak selalu berpihak kepada Spanyol. Pada pertemuan perdana di perempat final Olimpiade 1920, justru Belgia yang tampil superior dengan kemenangan 3-1 di hadapan publik sendiri.
Baca juga: Ini Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2026, Big Match Nonstop
Bahkan dalam lima pertandingan awal, Belgia masih lebih unggul dengan dua kemenangan. Spanyol hanya sekali menang, sementara dua laga lainnya berakhir tanpa pemenang.
Situasi mulai berubah memasuki era 1950-an ketika Spanyol perlahan mengambil alih dominasi. Belgia sempat kembali menunjukkan taring pada dekade 1960-an, tetapi momentum itu tidak bertahan lama.
Kemenangan Belgia 2-1 atas Spanyol di Piala Eropa 1980 ternyata menjadi salah satu momen terakhir mereka benar-benar berjaya. Sejak laga uji coba pada Desember 1981 yang dimenangkan Spanyol 2-0, arah sejarah berubah cukup drastis.
Superioritas Spanyol
Dalam sepuluh pertemuan setelahnya, Spanyol sukses meraih delapan kemenangan, sekali imbang, dan hanya sekali kalah. Satu-satunya hasil yang menguntungkan Belgia terjadi di perempat final Piala Dunia 1986 saat mereka lolos lewat drama adu penalti 6-5 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Spanyol juga pernah menjegal Belgia di panggung Piala Dunia. Pada edisi 1990 di Italia, La Furia Roja menang 2-1 berkat gol penalti Michel dan satu gol Alberto Gorriz. Dominasi itu bahkan semakin terasa dalam lima pertemuan terakhir. Seluruh laga berhasil dimenangkan Spanyol tanpa memberi kesempatan Belgia mencuri kemenangan.
Baca juga: Piala Dunia Datang, Turis Malah Hilang
Modal statistik tersebut tentu menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Spanyol untuk melangkah ke semifinal. Namun Belgia tetap punya peluang mematahkan semua catatan itu jika mampu tampil efektif dan memanfaatkan setiap celah yang ada.
Meski banyak prediksi mengunggulkan Spanyol, pelatih Belgia, Rudi Garcia menegaskan timnya tetap percaya diri menghadapi pertandingan penting tersebut. Menurut pelatih asal Prancis itu, timnya memiliki keyakinan untuk membalikkan prediksi publik. “Semua orang sudah membicarakan kemungkinan kami pulang. Tapi kami yakin kami bisa melakukannya,” kata Rudi Garcia.
Rekor memang bisa bikin percaya diri, tapi papan skor tidak pernah membaca buku sejarah. Di Piala Dunia, statistik cuma arsip, yang menentukan tetap siapa yang paling berani menulis cerita baru di lapangan. (tebe)

