Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?

Peneliti BRIN ngungkapin fakta, bahwa ketersediaan air di IKN cuma 0,51% dari total wilayah. Sangat mengerikan ya gaes!

R. Izra
Last updated: Oktober 12, 2025 3:34 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN)
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN)
SHARE

BACAAJA – Ternyata guys, ketersediaan air di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) masih jadi PR besar banget buat pembangunan kota baru ini

Menurut riset dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), area IKN dan sekitarnya punya air permukaan yang super terbatas —cuma sekitar 0,51% dari total wilayah!

Riset ini pakai data satelit yang dianalisis tim dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN pakai metode Artificial Neural Network (ANN). Keren sih, tapi hasilnya cukup bikin was-was

“Hasil riset ini jadi warning dini buat pemerintah dan tim perencana IKN,” kata Laras Tursilowati, Peneliti Ahli Utama BRIN.

Padahal Kalimantan terkenal sering hujan, tapi ternyata airnya nggak banyak yang nyerap ke tanah. Kebanyakan langsung ngalir gitu aja (alias runoff) gara-gara kurang area resapan dan vegetasi alami yang makin berkurang

Jadi, kalau musim kemarau bisa kekeringan, tapi pas musim hujan malah rawan banjir. Double kill banget

Data BRIN juga bilang, 79% wilayah IKN nggak punya cadangan air signifikan, dan cuma sebagian kecil yang punya air permukaan tinggi. Sisanya sekitar 20% cuma punya air di vegetasi, tapi itu pun nggak bisa langsung dipakai buat air bersih.

Masalah tambah rumit karena tanah gambut dan rawa di sekitar IKN bikin airnya asam dan banyak zat besi, jadi butuh teknologi khusus buat bisa diminum.

“Kalau nggak ada langkah konkret, krisis air di IKN bisa datang lebih cepat dari yang diprediksi. Dampaknya? Bisa nurunin kualitas hidup bahkan nyulut konflik sosial,” tegas Laras.

Makanya, BRIN nyaranin konsep “Sponge City”, alias kota yang bisa nyerap dan nyimpen air hujan lewat taman, ruang hijau, dan drainase alami

Selain itu, bikin embung, waduk kecil, dan reboisasi juga penting banget buat nambah cadangan air dan bantu tanah biar lebih nyerap air.

Riset ini diharapkan jadi dasar kuat buat pemerintah, akademisi, dan sektor swasta buat kolaborasi cari solusi berkelanjutan. Soalnya, IKN bukan cuma soal teknologi canggih, tapi juga harus siap hadapi tantangan lingkungan

Seperti kata Laras, membangun IKN berarti membangun masa depan. Dan masa depan nggak akan bertahan tanpa jaminan air bersih. (*)

You Might Also Like

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Akhirnya Kena Juga, Sopir Bus Laka Krapyak Resmi Tersangka

Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

Pakar: Kelalaian MBG Picu Keracunan Bisa Dipidana

Demo Minta Penetapan Bencana Nasional di Aceh Pecah, Massa Dibubarkan Paksa Aparat

TAGGED:airBRINheadlineiknketersediaan air
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi keindahan Bali. Bali Kehilangan Mahkota! Phu Quoc Pulau di Vietnam Dinobatkan Jadi yang Terindah di Asia
Next Article Ilustrasi Indonesia. Penelitian Harvard Nobatkan Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia! Kok Bisa?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua DPR RI Puan Maharani.
Politik

Kasus Influenza A Naik Drastis, Puan Minta Pemerintah Jangan Kecolongan

Oktober 24, 2025
Sepak Bola

Misi Kas Hartadi: Selamatkan PSIS!

April 24, 2026
Fokus

MTQ Jadi Etalase UMKM Semarang, Jangan Sampai Tamu Pulang Cuma Bawa Foto

September 15, 2026
Pendiri SMRC, Saiful Mujani.
Politik

Viral Video Makzulkan Prabowo, Saiful Mujani & Islah Bahrawi Dilaporkan ke Polisi

April 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BRIN Sebut Ketersediaan Air di IKN Sangat Minim, Tanda Gak Layak Jadi Hunian?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?