Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bencana Lereng Gunung Slamet Bikin Aliran Sungai Baru di Purbalingga, Alam Sedang Murka?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bencana Lereng Gunung Slamet Bikin Aliran Sungai Baru di Purbalingga, Alam Sedang Murka?

R. Izra
Last updated: Januari 26, 2026 9:23 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Petugas BPBD, TNI, Polri dan relawan membersihkan material banjir bandang yang menutup akses jalan di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026). (ist)
Petugas BPBD, TNI, Polri dan relawan membersihkan material banjir bandang yang menutup akses jalan di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026). (ist)
SHARE

BACAAJA, PURBALINGGA – Banjir bandang yang menghantam lereng Gunung Slamet di Purbalingga pada 23–24 Januari 2026 bukan cuma soal hujan deras.

Lumpur tebal, batu besar, dan kayu gelondongan yang menyapu permukiman warga jadi sinyal keras: hulu Gunung Slamet sedang tidak baik-baik saja.

Bencana ini bahkan mengubah bentang alam dan memicu potensi aliran air baru di sekitar desa terdampak.

Bacaaja: Banjir dan Longsor Lereng Gunung Slamet: 4 Kabupaten Terdampak, Timbulkan Korban Jiwa
Bacaaja: Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet, Warga Purbalingga Terisolasi hingga Jalur Pendakian Ditutup

Desa Serang, Sangkanayu, dan Kutabawa jadi saksi bagaimana kiriman material dari atas gunung menghancurkan rumah, jembatan, hingga memutus total akses Dusun Bambangan dan Gunung Malang.

Satu warga meninggal dunia, sekitar 500 jiwa mengungsi, dan delapan rumah rata dengan tanah. Ini bukan dampak banjir biasa, tapi efek domino dari hulu yang kehilangan daya tahan alamiah.

Kayu gelondongan dalam jumlah masif yang terbawa arus memunculkan pertanyaan serius soal pengelolaan kawasan hutan di hulu.

Saat vegetasi rusak dan tanah kehilangan daya serap, hujan tinggal menunggu momen untuk berubah jadi bencana.

Aliran air yang kini bergeser di sekitar permukiman warga menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan bukan lagi ancaman abstrak, tapi realitas yang langsung menghantam ruang hidup.

Tanpa evaluasi serius terhadap tata kelola hulu Gunung Slamet, upaya bersih-bersih di hilir cuma jadi solusi tambal sulam.

Banjir ini seperti alarm keras: kalau hulu terus dieksploitasi dan dibiarkan rapuh, warga di bawah cuma tinggal menunggu giliran kena dampaknya.

Data BPBD Purbalingga

BPBD Purbalingga mencatat tiga desa kena dampak langsung, dengan kerusakan paling parah terjadi di Desa Serang.

Di Dusun Kaliurip saja, 36 rumah rusak berat tertimbun lumpur, batu, dan kayu setinggi satu meter, sementara enam rumah langsung lenyap rata dengan tanah.

Total ada 210 rumah terdampak dan 500 warga terpaksa mengungsi ke masjid, rumah singgah, villa, sampai rumah kerabat.

Satu warga luka berat dan satu lainnya meninggal dunia. Air bah ini diketahui berasal dari Sungai Soso, yang berubah jadi jalur penghancur setelah hujan ekstrem menghantam kawasan hulu.

Kondisi lebih gawat terjadi di Dusun Gunung Malang. Dua jembatan putus, jalan tertutup material, listrik padam, komunikasi lumpuh total. Warga terpaksa turun mengungsi jalan kaki satu per satu.

Dari 18 rumah terdampak, 12 di antaranya hancur rata dengan tanah dan enam lainnya masih terancam.

Sementara di Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, 29 rumah rusak ringan, jembatan penghubung ambruk, dan jalan kabupaten ketutup longsor sepanjang 12 meter.

Di Desa Sangkanayu, banjir merendam 78 rumah, dengan 6 rumah rusak berat dan 7 rumah hanyut terbawa arus.

Kerugian bukan cuma bangunan, motor, mobil, ternak, hingga ratusan hektar lahan pertanian gagal panen ikut hilang.

“Selain rumah, banyak pula harta benda seperti motor, mobil, hingga hewan ternak yang hilang hanyut terbawa banjir. Ratusan hektar lahan pertanian warga juga rusak dan gagal panen,” terang Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Kuat Waluyo.

Pemkab Purbalingga mengakui penanganan dilakukan bertahap karena keterbatasan alat berat. Tapi satu hal makin kelihatan jelas: banjir ini bukan cuma soal hujan, tapi soal hulu yang makin rapuh.

“Semisal pada pemakaian alat berat yang jumlahnya terbatas sehingga harus bergantian,” kata Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif.

Ketika lumpur dan kayu gelondongan turun bareng air, itu alarm keras bahwa tata kelola lingkungan di atas gunung sedang bermasalah.

Kalau hulunya terus dibiarkan rusak, warga di bawah bakal terus jadi korban, lagi, dan lagi. (*)

You Might Also Like

Besok Salat Id, Simak Bacaan Bilal Idulfitri: Lengkap dengan Arab, Latin, dan Maknanya

Pemkot Semarang Siapkan Jurus Sikapi SD Negeri Sepi Peminat

Pensiun Boleh, Semangat Jangan Ikut Pensiun

Nggak Ngotak, Penipuan dan Cuci Uang Bermodus Bisnis Sarang Walet Bikin Rugi Rp78 M

Suami Jadi Tersangka saat Bela Istri Kejambret, Pakar UGM: Ini Jadi Rumit karena . . .

TAGGED:aliran sungai barubanjir bandangbencanagunung slametheadlinelereng gunung slamet
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Watak Feodalisme dan Patriarki Menyuburkan Praktik “Child Grooming”
Next Article Pasar Ikan Rejomulyo Come Back

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekda Banyumas Tegaskan Tak Ajukan Pengunduran Diri, Begini Penjelasannya

Pilkades Purbalingga Siapkan Anggaran Pengamanan Rp1,3 Miliar

Utang Menumpuk Bukan Berarti Perusahaan Harus Gulung Tikar, Ada PKPU

Jateng Siapkan 10 Ribu Vaksin Rabies Gratis

Dari Coding ke Solusi Nyata, Anak Muda Jateng Adu Inovasi AI

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (kiri) bersama Presiden Prabowo di peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Info

Buruh Kompak Teriak ‘Tidak!’ soal MBG di Hadapan Prabowo, Bos Buruh Sibuk Klarifikasi

Mei 5, 2026
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan api.
Info

SPBE Bekasi Meledak saat Beroperasi, 12 Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

April 2, 2026
PADATI PENGADILAN - Massa pendukung dan kontra Bupati Pati nonaktif Sudewo, sama-sama memadati Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (10/8/2026). Potensi bentrokan antarmassa patut diwaspadai. (bae)
Hukum

Sidang Sudewo Potensi Bentrok, Massa Pro dan Kotra Sama-sama Padati Pengadilan Tipikor Semarang

Agustus 10, 2026
Unik

Libur Panjang, Wali Kota Agustina Cek Posko PAM Nataru

Desember 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bencana Lereng Gunung Slamet Bikin Aliran Sungai Baru di Purbalingga, Alam Sedang Murka?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?