BACAAJA, SEMARANG– Puluhan anak muda memamerkan sekaligus melombakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam Local Exhibition Young Coder World Cup (YCWC) 2026 Wilayah Jawa Tengah-DIY di Wisma Perdamaian, Semarang, Minggu (27/9/2026).
Ajang yang diselenggarakan Timedoor Academy itu dibuka Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen. Mengusung tema “AI for Daily Life”, kompetisi ini mengajak peserta mengembangkan solusi digital yang praktis untuk menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia YCWC 2026, Rahma Asyifa, mengatakan jumlah pendaftar mencapai 250 peserta. Setelah melalui tahap penyisihan, sebanyak 50 orang berhasil lolos untuk mengikuti kompetisi.
Menurut Rahma, YCWC bukan hanya menguji kemampuan teknis peserta dalam coding dan AI. Kompetisi ini juga dirancang untuk mengasah kreativitas, kolaborasi, komunikasi, sekaligus memperkuat literasi digital.
Baca juga: Wagub Jihan Minta Orang Tua Melek Digital
“Ini untuk membuktikan bahwa generasi muda adalah pionir perubahan yang memegang kunci inovasi masa depan di level global,” ujarnya. Rangkaian kompetisi tersebut nantinya berlanjut hingga International Grand Final YCWC 2026.
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menilai, penguasaan AI menjadi kebutuhan penting, termasuk untuk mendukung peningkatan pelayanan publik. Teknologi tersebut dinilai bisa membantu pemerintah menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan.
Ciptakan Aplikasi
Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna berbagai platform digital. Mereka juga perlu didorong untuk menciptakan aplikasi dan program yang mampu menjawab persoalan sehari-hari, termasuk kebutuhan pelayanan masyarakat.
Taj Yasin mengapresiasi YCWC 2026 karena memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Ia berharap kegiatan serupa semakin banyak digelar agar kesempatan belajar coding dan AI bisa menjangkau lebih banyak anak muda di Jateng. Dengan begitu, potensi talenta teknologi daerah dapat terus dikembangkan dan memiliki kesempatan bersaing di tingkat internasional.
Taj Yasin juga berharap pameran dan kompetisi YCWC tidak berhenti sebagai ajang unjuk kemampuan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk menjaring anak-anak muda yang memiliki potensi dalam pengembangan aplikasi dan program berbasis AI.
Baca juga: Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital
“Saya berharap dengan adanya eksibisi kali ini akan mencetuskan atau menjaring anak-anak yang luar biasa dalam program, sehingga ini akan membanggakan kita bersama,” pungkasnya.
Di tengah teknologi yang makin dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak muda tak cukup hanya mahir menekan tombol. Tantangan berikutnya adalah menciptakan sesuatu yang benar-benar berguna, bukan sekadar aplikasi yang ramai diunduh, tetapi juga mampu membantu menyelesaikan masalah. (tebe)

