BACAAJA, SEMARANG- Hujan deras yang mengguyur kawasan Karonsih Selatan, Ngaliyan, Kota Semarang, pada Jumat (15/5/2026) malam memicu longsor yang merusak talut dan saluran air di wilayah tersebut. Longsor juga berdampak pada area usaha di sekitar lokasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Danang (49), warga RT 8 RW 6 Ngaliyan mengatakan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan itu sejak malam hari. Warga mulai mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 21.30 WIB setelah ada laporan dari warga yang rumahnya berada dekat lokasi longsor.
“Tadi malam habis hujan deras, kira-kira longsornya pukul 21.00. Laporannya sekitar jam setengah 10 dari warga yang rumahnya dekat lokasi,” ujarnya. Sabtu (16/5/2026).
Baca juga: Semarang Jangan Terbiasa dengan Banjir dan Longsor
Ia menjelaskan, longsor menyebabkan talut dan saluran mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, tanah longsor juga membuat area di sekitar tempat usaha ikut terdampak. “Talut sama saluran pecah-pecah, terus tempat usaha yang dekat situ juga kena longsor. Pohon mangga besar juga sampai tumbang,” katanya.
Meski tidak ada korban jiwa, warga mengaku sempat panik karena lokasi longsor berada dekat dengan rumah warga. Salah satu warga, Ningsih (52), mengatakan dirinya khawatir karena rumahnya berada tidak jauh dari titik longsor.
Lokasi Longsor
“Tadi malam sempat panik mas, apalagi rumah saya dekat lokasi longsor. Harapan saya pemerintah bisa segera memperbaiki,” ucapnya.
Menurut Danang, wilayah Karonsih Selatan memang sudah beberapa kali mengalami longsor. Ia menyebut jalur Karonsih Selatan Raya yang dulu menjadi akses penghubung kini sudah lama terputus akibat longsor yang terus terjadi.
“Dulu pernah ditinjau pemerintah dan rencananya mau disambung lagi, tapi mungkin karena biayanya besar jadi belum terealisasi. Kemarin salurannya juga longsor, sekarang longsor lagi,” jelasnya.
Baca juga: 556 KK Terdampak Banjir Ngaliyan-Tugu
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius, terutama perbaikan talut dan saluran air, agar longsor tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Ngaliyan.
Karena buat warga Karonsih Selatan, suara hujan sekarang bukan lagi bikin ngantuk nyaman. Kadang malah jadi tanda buat siap-siap dengar kabar tanah longsor lagi. (dul)

