BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang nggak mau setengah-setengah urusan sampah. TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan yang sebelumnya jadi langganan numpuk, sekarang ditangani total. Sejak Kamis (15/1) sampai Sabtu (17/1), sampah diangkut habis, lalu dilanjutkan dengan penataan dan pengamanan supaya nggak balik jadi TPS liar.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng sudah wanti-wanti sejak awal: beresin sampah itu bukan cuma soal angkut lalu tinggal. Harus ada pengaturan ritasi, nambah kontainer, sampai sterilisasi area yang sering disalahgunakan buat buang sampah sembarangan.
Baca juga: Sampah Numpuk? Pemkot Langsung Gercep
Arahannya langsung dieksekusi. Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa turun langsung memimpin pembersihan lanjutan di lokasi. Kerja bakti lintas OPD digelar, bareng unsur wilayah, demi satu tujuan: TPS ini harus benar-benar bersih dan tertib, bukan bersih sesaat.
Alat berat pun diturunkan. Dinas PU mengerahkan dua backhoe dan 20 dump truck. Disperkim ikut nyumbang lima dump truck plus pasukan kebersihan. DLH menyiapkan satu alat berat, puluhan armada pengangkut, dan empat kontainer siaga.
Pasang CCTV
Satpol PP berjaga dengan tiga regu personel, sementara Dishub bantu urusan lampu penerangan biar aktivitas di lapangan aman dan nggak remang-remang. Pemangku wilayah setempat juga ikut ambil peran. Kecamatan dan kelurahan memasang dua CCTV buat ngawasin gerak-gerik pembuang sampah bandel, khususnya kendaraan roda empat yang harusnya langsung ke TPA.
Tokoh masyarakat, RW, LPMK, Babinsa, sampai Bhabinkamtibmas ikut gotong royong beresin sisa sampah yang masih tercecer. Nggak berhenti di situ, Pemkot mulai “mengamankan” area bekas TPS liar. Lahan eks bengkok dipagari supaya nggak lagi jadi tempat buang sampah dadakan.
Material pagar sudah datang dan mulai dipasang oleh DLH. Biar makin adem, kawasan ini juga dihijaukan: tabebuya ditanam Disperkim, sementara DLH menanam mangga dan sukun. Rencananya, lokasi ini bakal disulap jadi taman lingkungan.
Baca juga: Sampah Mau Disulap Jadi Listrik, Semarang Gaspol Tapi Masih Nunggu Tim
Untuk urusan buang sampah harian, warga diarahkan ke TPS Muktiharjo Kidul yang resmi dan berada tepat di sebelah lokasi TPS liar. Di sana sudah disiapkan empat kontainer, dilayani empat armada armroll dengan tiga kali ritasi per hari. Satu dump truck khusus juga disiagakan buat pembilasan area biar nggak bau dan tetap bersih.
Langkah berlapis ini jadi bukti kalau Pemkot Semarang serius menata urusan sampah. Tapi ujungnya tetap sama: tanpa disiplin warga, semua usaha ini bisa balik ke nol.
TPS-nya sudah bersih, pagarnya sudah berdiri, tanamannya mulai tumbuh. Tinggal satu PR paling berat: jangan sampai mental buang sampah sembarangan ikut “tumbuh” lagi. (tebe)

