Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Enam Warisan Budaya Semarang Diakui Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Enam Warisan Budaya Semarang Diakui Nasional

Kalau selama ini Semarang identik sama lumpia, sekarang ceritanya makin panjang. Kota ini lagi “flexing” budaya, enam warisan sekaligus diakui nasional. Dari jajanan jadul sampai seni lintas etnis, semuanya naik panggung bareng.

T. Budianto
Last updated: April 22, 2026 7:47 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
TERIMA PENGHARGAAN: Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata, Indriyasari (tiga dari kiri) mewakili Wali Kota Semarang menerima penghargaan pada acara Revitalisasi Ekosistem Kebudayaan Kabupaten/Kota Jawa Tengah di The Wujil Resort, Kabupaten Semarang, Selasa (21/4/2026) malam. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, UNGARAN- Kota Semarang lagi panen pengakuan. Nggak tanggung-tanggung, enam karya budaya langsung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional.

Penghargaan ini diserahkan dalam acara Revitalisasi Ekosistem Kebudayaan Kabupaten/Kota Jawa Tengah di The Wujil Resort, Kabupaten Semarang, Selasa (21/4/2026) malam.

Baca juga: Budaya Lokal Semarang Makin Tenggelam di Timeline

Mewakili Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Indriyasari hadir langsung menerima penghargaan tersebut. Menurut Agustina, capaian ini bukan sekadar prestasi, tapi juga bentuk pengakuan negara atas identitas budaya masyarakat Semarang, sekaligus “kado manis” jelang HUT ke-479 Kota Semarang.

“Ini penghormatan untuk identitas warga Semarang dan jadi penyemangat untuk terus menjaga budaya,” ungkapnya. Enam warisan budaya yang diakui ini nggak main-main variatifnya. Ada kuliner legendaris seperti Wingko Babat, Ganjel Rel, Bubur Khoja, dan Lam Kowan. Ada juga seni budaya seperti Barongsai dan Kaligrafi Cina.

Ruang Campur

Daftar ini jadi bukti kalau Semarang bukan cuma kota pelabuhan, tapi juga “ruang campur” berbagai budaya yang udah hidup bareng selama ratusan tahun. “Kami bangga karena tahun ini Semarang mendominasi. Ini menunjukkan budaya kita inklusif dan terus hidup,” lanjutnya.

Prosesnya sendiri nggak instan. Semua karya budaya ini harus melewati riset dan verifikasi panjang sebelum akhirnya resmi diakui secara nasional. Agustina juga berharap, pengakuan ini nggak cuma berhenti di seremoni.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Tradisi, Dugderan Semarang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Nasional

Tapi bisa jadi bahan bakar buat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan status ini, kuliner seperti Bubur Khoja dan Lam Kowan punya daya tarik lebih kuat. Harapannya, Semarang makin dikenal dunia,” jelasnya.

Budaya Kota Semarang akhirnya diakui negara, keren. Tinggal satu PR klasik: setelah dapat label “warisan”, kita beneran ngerawat… atau cuma bangga pas lagi diumumin aja? (tebe)

You Might Also Like

Kolaborasi Riset: Dari Sampah Jadi Energi, Dari Beasiswa Jadi Solusi

Ombak Lagi Ganas, HNSI Jateng: Jangan Pertaruhkan Nyawa

Jateng Mau Jual Wisata Halal, Pemda Mulai Pasang Kuda-Kuda

Guci Kembali Dilanda Banjir Bandang: Kali Ini Lebih Parah, Tiga Jembatan Putus

Viral! Pria Tua Tendang Kucing sampai Mati di Blora, Polisi: Pelaku Diduga Lawyer

TAGGED:budaya semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 20 Rumah Apung Siap Dibangun di Demak
Next Article Dua Bulan Nunggak, Honorer Sekolah Jabar Kena Imbas Aturan Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ekonomi Semarang Tumbuh 6,49 Persen, Investasi Rp11,15 Triliun

Gus Yasin Ajak Santri Perangi Sampah

Semarang Bidik Jadi Sentra Film, LOFF 2026 Gaet 167 Karya dari Seluruh Indonesia

MASSA RICUH: Massa pendukung terdakwa Sudewo Bupati Pati yang mengawal sidang vonis, bersitegang dengan aparat keamanan di luar pengadilan, Rabu (21/10/2026). (bae)

Massa Pendukung Sudewo Jebol Pagar dan Adu Dorong dengan Polisi

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat memberi keterangan kepada awak media, Jumat (16/1/2026). (ist)

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Wagub Jateng Gus Yasin Gas Gerakan Bersih Pesantren

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SAKSI SIDANG--Dua pengurus Tim Kampanye Prabowo-Gibran bersaksi di sidang pencucian uang hasil korupsi dengan terdakwa Gus Yazid, Rabu (10/6/2026). (bae)
Hukum

TKD Prabowo-Gibran Ngaku Gak Kenal, Gus Yazid: Klaim Kerja Orang, Dapat Jabatan

Juni 11, 2026
Sepak Bola

PSIS Datangkan Mario Londok

Januari 6, 2026
PENCARIAN ORANG HILANG - Ilustrasi Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian orang hilang di lautan.
Info

Fix, Jasad Terdampar di Enggano Kru Kapal yang Ditumpangi 5 Jurnalis Hilang

September 23, 2026
Tumbuh

Seribu Mangrove, Seribu Harapan: Rotary Club Semarang Bimasena Satukan Komunitas Jaga Pesisir

Juli 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Enam Warisan Budaya Semarang Diakui Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?