BACAAJA, SEMARANG – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah mulai menyaring calon pemimpin di tingkat kecamatan lewat seleksi Ketua PAC. Proses ini jadi bagian dari upaya partai menyiapkan kepemimpinan dari level bawah.
Seluruh tahapan penjaringan ini merupakan instruksi langsung dari DPD PDIP Jateng bersama DPP PDIP. Mekanismenya juga berubah dibanding sebelumnya.
Jika dulu pemilihan bisa lewat voting, baik terbuka maupun tertutup, kini sistem itu dihapus. Penentuan Ketua PAC tidak lagi berdasarkan suara terbanyak, tapi lewat hasil tes dan penilaian kinerja.
Bacaaja: Kader Muda Berkarya, Antusias Masuk Arena Politik Perebutan Ketua PAC PDIP di Jateng
Bacaaja: 5.000-an Kader PDIP di Jateng Ikut Seleksi Ketua PAC, dari Muda hingga Senior Ada
PDIP Jateng menggelar seleksi wawancara calon Ketua PAC untuk DPC Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, pada Sabtu (2/5/2026). Peserta yang mengikuti seleksi wawancara sebelumnya sudah melalui seleksi online.
Penjaringan calon Ketua PAC ini terbuka untuk berbagai latar belakang. Pendaftarnya datang dari beragam profesi, mulai petani, karyawan, hingga pengusaha. Dari sisi usia juga beragam, dari kader muda sampai senior.
Pengurus DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut partai sedang mencari figur pemimpin di tingkat kecamatan.
“Saat ini adalah tahapan di mana partai mencari calon pemimpin. Posisi ketua PAC di kabupaten/kota itu setara camat. PDIP berharap ketua PAC jadi ‘camatnya’ PDIP di sebuah kecamatan,” ujarnya di Panti Marhaen.
Kader PDIP yang juga Wali Kota Semarang ini menambahkan, peran Ketua PAC cukup strategis karena menjadi penggerak utama partai di wilayahnya.
“Jabatan ini sangat penting karena semua urusan PDIP di satu kecamatan dipimpin ketua PAC, yang nanti punya jaringan sampai ranting dan organisasi pendukung,” lanjutnya.
Agustin menyarankan kader yang tidak terpilih supaya jangan berhenti berjuang di garis rakyat. Ia juga menyebut semuanya akan dilibatkan dalam struktur partai.
“Karena kepemimpinan di PDIP bersifat kolektif kolegial. Semua keputusan dirembuk bersama dan tugasnya menggerakkan struktur untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (bae)

