Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tumpukan Sampah di Jalur Semarang-Purwodadi Dikeluhkan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tumpukan Sampah di Jalur Semarang-Purwodadi Dikeluhkan

Buat warga yang sering lewat jalur Semarang-Purwodadi, aroma satu ini sudah kayak “teman perjalanan”. Bukan wangi sawah atau udara pedesaan, tapi bau sampah dari tumpukan liar di pinggir jalan yang makin hari makin bikin geleng kepala.

T. Budianto
Last updated: Mei 22, 2026 11:51 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMPAH BERSERAKAN: Tumpukan sampah terlihat berserakan di pinggir jalur utama Semarang-Purwodadi wilayah Godong, Grobogan, Kamis (21/5/2026). Kondisi tersebut dikeluhkan pengguna jalan karena menimbulkan bau menyengat, mengganggu pemandangan, dan dinilai berpotensi memperparah banjir di kawasan sekitar. (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, GROBOGAN- Tumpukan sampah di sepanjang Jalan Raya Semarang-Godong hingga jalur utama Semarang-Purwodadi kembali menjadi sorotan masyarakat. Selain mengganggu pemandangan, bau menyengat dari sampah yang menumpuk di pinggir jalan juga membuat para pengguna jalan merasa tidak nyaman.

Salah satu warga, Neli Rahmawati (26) mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah yang sudah bertahun-tahun dibiarkan itu sangat mengurangi estetika tata kota.

“Itu kan jalan utama Semarang-Purwodadi, tapi sepanjang jalan itu benar-benar banyak banget titik yang isinya tumpukan sampah. Selain memang tidak bagus dilihat, itu juga sangat mengurangi estetika tatanan kota,” ujarnya. Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Hujan Sore, Banjir Malam: 12 Desa di Grobogan Kebanjiran

Neli juga mengatakan bahwa bau dari sampah tersebut cukup mengganggu, bahkan bagi orang yang hanya melintas. “Saya yang lewat saja jadi bau loh,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung kondisi wilayah Gubug dan Godong yang belakangan sering mengalami banjir. Menurutnya, sampah yang tidak terorganisir bisa saja menjadi salah satu penyebab.

“Sekarang daerah Gubug dan Godong juga sering banjir. Siapa tahu sampah-sampah yang tidak terorganisir itu jadi salah satu penyebabnya,” katanya.

Neli menilai hingga saat ini belum ada perkembangan yang signifikan terkait pengelolaan sampah di kawasan tersebut. “Dari aku S1 sampai sekarang masuk S2, belum ada perkembangan yang baik terkait pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Sanksi Tegas

Ia berharap pemerintah dan masyarakat bisa sama-sama lebih peduli terhadap persoalan sampah. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi sekaligus sanksi tegas agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Masalah ini tentu andil pemerintah dan masyarakat juga. Masyarakat di sana kayaknya perlu diedukasi lebih dan mungkin kalau bisa diberi sanksi tegas juga,” jelasnya.

Neli bahkan mengaku pernah melihat langsung warga membuang sampah begitu saja di pinggir jalan. “Aku pernah pas lewat situ, kebetulan ada warga yang bawa satu kantong besar isinya sampah, dan ya dibuang gitu aja di sana tanpa merasa bersalah,” tuturnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Firman Afilah (26). Ia mengatakan aroma tidak sedap dari tumpukan sampah sudah menjadi hal yang biasa dirasakan setiap kali melintas di jalur tersebut.

Baca juga: Jalan Semarang-Godong Rampung Diperbaiki

“Kalau lewat situ pasti bau. Soalnya saya kerja di Semarang dan setiap minggu pulang ke rumah lewat situ. Tapi itu tidak kunjung dibersihkan,” katanya. Firman berharap pemerintah dapat menyediakan tempat pembuangan sampah yang lebih layak dan tertata agar kondisi di pinggir jalan tidak semakin semrawut.

“Seharusnya kalau memang itu tempat sampah, setidaknya dibuat yang lebih layak. Soalnya berantakan banget,” tambahnya. Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menangani persoalan sampah di jalur utama Semarang-Purwodadi.

Selain demi kenyamanan pengguna jalan, penanganan sampah yang lebih baik juga dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah dampak yang lebih luas di kemudian hari.

Di saat banyak daerah sibuk bikin gerbang kota estetik dan spot selfie pinggir jalan, jalur Semarang-Purwodadi justru masih “menyambut” pengendara dengan aroma sampah yang susah dilupakan. (dul)

You Might Also Like

Fakta Ledakan Rumah di Semarang: dari Bubuk Petasan hingga Siswa SD Tewas

Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita

Semarang Sambut Suro dengan Wayang dan Doa

Pasar Sora SKK Vol.2 Resmi Dibuka, Spot Ngabuburit & Berburu Takjil Paling Hype di Solo!

Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus

TAGGED:dlh jatengheadlinepemkab grobogansampah grobogansatpol pp grobogansemarang-grobogan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEKRETARIS DPD - Sekretaris DPD PDIP Jateng, Sumanto. PDIP Sragen Pasang Target Tinggi di 2029: Rebut Lagi Kursi Bupati, Borong 20 Kursi DPRD
Next Article Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi rapat paripurna DPR RI.

Dok! DPR Sahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan Baru, Terpisah dari UU Cipta Kerja

SALAMI PENDUKUNG: Terdakwa korupsi, Sudewo Bupati Pati (baju batik) menyalami pendukung di sela-sela istirahat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (5/10/2026). (bae)

Butuh 13 Jam Baca Pleidoi Sudewo, Pendukung Bertahan hingga Tengah Malam

Mantan Kalapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto dipecat dari ASN.

Kalapas Cibinong Dipecat dari PNS, Buntut Sel Mewah Napi

PSIS Menang WO 3-0, Persiku Gagal Gelar Laga

Timnas Garuda Tak Lagi Spesialis Runner-up

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Status Tahanan Yaqut Bolak-Balik, KPK Ngeles Tanpa Intervensi

Maret 29, 2026
Hukum

Kasus Sritex: Ramai-Ramai Teken, Giliran Sidang Cuma Bertiga

Januari 20, 2026
Teknologi

Lupa Password WiFi? Cek dengan 7 Cara Ini

Oktober 4, 2026
PELATIHAN INTERNASIONAL--Dosen Program Studi Teknik Kimia Unwahas, Indah Hartati, foto bersama puluhan peserta pelatihan internasional di India. (ist)
Info

Dosen Unwahas Belajar Perubahan Iklim di India Bareng Peserta dari 28 Negara

Agustus 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tumpukan Sampah di Jalur Semarang-Purwodadi Dikeluhkan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?