Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Media Summit 2026: “Tak Akan Ada Klik Lagi”, Alarm Keras Buat Media Lokal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Media Summit 2026: “Tak Akan Ada Klik Lagi”, Alarm Keras Buat Media Lokal

Media lokal sekarang lagi hidup di zaman yang absurd. Belum selesai lawan media besar, eh sekarang harus adu cepat sama AI, algoritma, sampai buzzer yang tiap hari bikin timeline makin rame tapi makin susah dibedain mana fakta mana framing.

T. Budianto
Last updated: Mei 22, 2026 10:44 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DISKUSI MEDIA: Tiga panelis hadir dalam diskusi panel Jateng Media Summit 2026 yang digelar di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026). (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Obrolan soal masa depan media lokal jadi pembahasan panas di Jateng Media Summit 2026 yang digelar di Hotel Khas Semarang, Kamis (21/5/2026). Ratusan pengelola media dari berbagai kota di Jateng kumpul buat ngomongin satu keresahan yang sama: gimana nasib media kalau orang makin malas nge-klik berita?

Chief Content Officer KapanLagi Youniverse (KLY), Wenselaus Manggut bilang, pola konsumsi informasi sekarang udah berubah total. Google yang dulu cuma jadi “mesin pencari”, sekarang mulai berubah jadi “mesin jawaban” lewat fitur AI Overview.

Baca juga: Jateng Media Summit 2026: Jadi Ajang Media Lokal “Reset Arah”

Jadi orang tinggal baca ringkasan jawaban langsung di halaman Google tanpa perlu masuk ke website media. “Tak akan ada klik lagi,” katanya blak-blakan. Kalimat itu langsung kayak tamparan buat media lokal yang selama ini hidup dari trafik dan iklan digital.

Menurut Wenselaus, media sekarang harus mulai “balik rumah” ke akar jurnalisme publik. Bukan cuma sibuk ngejar viral, trending topic, atau angka view. “Apa yang dibutuhkan masyarakat harus jadi kompas utama,” ujarnya.

Kunci Bertahan

Menurut dia, media yang tetap dipercaya publik bakal tetap hidup meski diterjang AI. Kuncinya ada di kedekatan dengan kebutuhan warga dan keberanian bikin konten yang punya nilai, bukan sekadar ikut arus algoritma.

Ia juga mendorong media lokal mulai adaptif dengan format kekinian seperti video pendek, visual storytelling, sampai infografis interaktif supaya nggak ditinggal audiens digital.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto menyoroti makin semrawutnya ruang digital akibat banjir konten viral yang sering kali minim verifikasi. “Maka perlu saring sebelum sharing untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” katanya.

Baca juga: Taj Yasin: Media Bukan Cuma Cari Berita, Tapi Ikut Naikin Demokrasi Jateng

Sorotan lain datang dari dosen Fisip Undip, Bangkit Wiryawan. Ia menilai buzzer dan propaganda digital sekarang bukan cuma bikin gaduh ruang publik, tapi juga perlahan ikut menggerus bisnis media.

Menurutnya, media harus memperkuat literasi digital internal supaya ruang informasi nggak gampang dikuasai kelompok tertentu. Forum ini jadi pengingat kalau media lokal sekarang bukan cuma dituntut cepat, tapi juga harus tetap waras di tengah banjir konten instan dan AI yang makin jago nulis.

Sebab kalau semua sibuk ngejar algoritma, lama-lama yang hilang bukan cuma klik. Tapi juga akal sehat publik.  (tebe)

You Might Also Like

Ribuan Perangkat Desa se-Indonesia Kumpul di Boyolali

3 Pekerja Sodetan Sungai Klawing Purbalingga Hilang Tersapu Banjir Bandang, 3 Lainnya Selamat

Gagal Panen Mengintai, Gubernur Minta Daerah Ajukan Asuransi

Pak Gub Bilang Jangan Naik Tunjangan Dewan di Jateng, Eh yang Sekarang Aja Udah Mode Sultan

Lapas Purwodadi Serius Bersih-Bersih

TAGGED:headlinejateng media summit 2026media lokalpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BINTANG TAMU--Poster pertunjukan teater berjudul "Keraton Siluman" menampilkan Jarwo Kwat hingga Denny Candra sebagai pemain. (ist) Jarwo Kwat hingga Denny Candra akan Tampil di “Keraton Siluman”, Jangan Lupa Nonton Ya!
Next Article Wali Kota Ajak ISEI Semarang Dukung “Waras Ekonomi”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Media Summit 2026: Jurnalisme Kini Harus Cari “Nafkah” Sendiri

Tumpukan Sampah di Jalur Semarang-Purwodadi Dikeluhkan

ALIH FUNGSI LAHAN - Citra satelit menunjukkan adanya pembukaam lahan di kawasan BSB City. (google earth)

Setop Jual Hulu Ngaliyan ke Pengembang, Amerta: Akar Masalah Banjir

Wali Kota Ajak ISEI Semarang Dukung “Waras Ekonomi”

Jateng Media Summit 2026: “Tak Akan Ada Klik Lagi”, Alarm Keras Buat Media Lokal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Lima Hari yang Nggak Boleh Cuma Jadi Seremoni

Oktober 16, 2025
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Hukum

Dasco Klarifikasi Status Kader Gerindra Bupati Tulungagung: Daftar setelah Menjabat

April 11, 2026
Daerah

Naikkan IPM 2025, Jateng Andalkan Dokter Keliling dan Sekolah Rakyat

Juli 16, 2025
Salah satu lahan di bsb yang dulu penuh dengan pohon sekarang menjadi perumahan selasa (10/3/2026). (dul)
Info

Kawasan Atas Berubah Jadi Hutan Beton, Warga Semarang Khawatir Tambah Sering Kebanjiran

Maret 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Media Summit 2026: “Tak Akan Ada Klik Lagi”, Alarm Keras Buat Media Lokal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?