Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kawasan Atas Berubah Jadi Hutan Beton, Warga Semarang Khawatir Tambah Sering Kebanjiran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kawasan Atas Berubah Jadi Hutan Beton, Warga Semarang Khawatir Tambah Sering Kebanjiran

R. Izra
Last updated: Maret 10, 2026 8:07 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Salah satu lahan di bsb yang dulu penuh dengan pohon sekarang menjadi perumahan selasa (10/3/2026). (dul)
Salah satu lahan di bsb yang dulu penuh dengan pohon sekarang menjadi perumahan selasa (10/3/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kawasan Gunungpati dan Mijen selama ini dikenal sebagai daerah penghijauan sekaligus wilayah resapan air di Kota Semarang. Tapi belakangan, wajah dua kawasan ini mulai berubah drastis.

Lahan yang dulu dipenuhi pepohonan dan hutan kecil kini perlahan berubah jadi kompleks perumahan baru. Dari pantauan di lapangan, cukup banyak area yang dibuka untuk pembangunan. Pohon ditebang, tanah diratakan, lalu berdirilah deretan rumah baru.

Perubahan ini bikin sebagian warga mulai was-was. Absori (32), warga Gunungpati, bilang kondisi lingkungannya sekarang jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Dulu, kata dia, warga lebih sering khawatir soal pohon tumbang saat hujan atau angin kencang.

Bacaaja: Semarang Atas Terus Dibangun: Lahan Resapan Pelan-pelan Hilang, Banjir Selalu Datang
Bacaaja: Walhi: Pembangunan di Hulu Bikin Semarang Bawah Tambah Banjir

“Sekarang bukan cuma takut pohon tumbang. Kita juga mulai mikir soal banjir. Kalau hujan deras, jadi kepikiran air bakal meluap atau nggak,” kata Absori, Selasa (10/3/2026).

Hal serupa juga dirasakan Mukhlis (41), warga Mijen. Ia mengaku perubahan di wilayahnya terasa banget, terutama di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) yang dulu dikenal masih berupa hutan cukup lebat.

“Dulu daerah BSB itu masih hutan. Tapi sekarang makin banyak perumahan berdiri,” ujarnya.

Menurut Mukhlis, perubahan itu bisa jadi salah satu penyebab banjir yang sempat terjadi di Mijen beberapa waktu lalu. Padahal secara geografis, kawasan tersebut berada di dataran yang relatif lebih tinggi.

“Makanya kemarin sempat banjir, padahal ini kan daerah atas,” lanjutnya.

Mukhlis berharap pemerintah tetap menjaga fungsi kawasan penghijauan dan daerah resapan air di wilayah tersebut. Ia juga berharap pembangunan perumahan bisa lebih dikendalikan supaya tidak merusak lingkungan.

“Harapannya pemerintah masih mau memperluas area penghijauan dan menghentikan pembangunan di area resapan,” katanya.

Perubahan tata guna lahan di Gunungpati dan Mijen memang jadi perhatian banyak pihak. Selain sebagai wilayah penyangga kota, dua kawasan ini punya peran penting menahan air hujan agar tidak langsung mengalir ke wilayah bawah.

Kalau pembangunan terus ngebut tanpa memperhatikan fungsi lingkungan, warga khawatir dampaknya bukan cuma dirasakan di daerah atas—tapi juga memperparah banjir di kawasan Semarang bawah yang selama ini memang sudah rawan. (dul)

You Might Also Like

Pemprov Cairkan Bonus Atlet Senilai Rp4,9 Miliar

Murid SD Negeri Makin Sedikit, Komisi X DPR: “Jangan Langsung Salahkan Sekolah”

Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota

Puluhan Ribu Arsip Kuno Jateng Alih ke Digital

Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

TAGGED:banjirheadlinehutan betonSemarangsemarang atas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tarawih di Balik Jeruji, Agustina: “Selalu Ada Kesempatan Perbaiki Diri”
Next Article “Jangan Sampai Ping Telu!”, Luthfi: Pengadaan Barang-Jasa Harus Transparan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LOMBA BAKIAK--Peresta Porwakos 2026 bertanding lomba bakiak di halaman Balai Kota Semarang. (ist)

Bakiak hingga Egrang Ramaikan Pekan Olahraga Warga Kota Semarang 2026, Ini Kata Agustina

RESMIKAN KANAL ADUAN - Dekase meluncurkan kanal aduan "Suarakan, Lindungi, Lawan" Sabtu (25/7/2026), di Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang. Kanal aduan ini untuk melindungi pelaku seni dari kekerasan seksual. (dul)

Dunia Seni Tak Selalu Aman, Dekase Luncurkan Kanal Anti Kekerasan Seksual Lindungi Seniman

PEMBEKALAN KKN--Ratusan mahasiswa Unwahas mengikuti pembelakan KKN, Sabtu (25/7/2026). (ist)

671 Mahasiswa KKN Unwahas Diterjunkan ke Kendal, Siap Bantu Warga

Sekolah Wajib Jadi Rumah Aman Buat ODHIV

Nakes Jember Kini Jemput Bola ke Rumah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Jateng Ngebut Beresin Backlog

Februari 26, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi hadiri momen sakral Tingalan Dalem Jumenengan ke-4 KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Selasa (27/1/2026).
Info

Hadiri Jumenengan Mangkunegara X, Respati Gaspol Kolaborasi Budaya di Solo

Januari 27, 2026
Daerah

Bola GPS: Cara Baru Pemkot “Nggrebek” Sumbatan di Saluran Drainase

Desember 13, 2025
Terpidana korupsi, Martono (baju ungu) berjalan usai sidang di pengadilan. (bae)
Hukum

Nggak Terima Vonis Pengadilan, Penyuap Mbak Ita Semarang Ngelawan Lagi

Oktober 21, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kawasan Atas Berubah Jadi Hutan Beton, Warga Semarang Khawatir Tambah Sering Kebanjiran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?