Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bola GPS: Cara Baru Pemkot “Nggrebek” Sumbatan di Saluran Drainase
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Bola GPS: Cara Baru Pemkot “Nggrebek” Sumbatan di Saluran Drainase

Di Semarang, ngecek saluran mampet sekarang nggak cuma pakai linggis dan senter, tapi pakai bola GPS yang… dihanyutkan. Yes, bola. Teknologi drifter ini resmi dicoba Pemkot Semarang buat ngulik sumber banjir di Simpang Lima yang sering bikin warga geleng-geleng.

T. Budianto
Last updated: Desember 13, 2025 2:55 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
GPS DRIFTER: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melakukan uji coba GPS Drifter, sebuah bola ber-chip yang digunakan untuk mendeteksi sumbatan di saluran drainase di kawasan Simpang Lima Semarang, Jumat (12/12). (Foto: Humas Pemkot)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ada cara baru yang dipakai Pemkot Semarang buat ngelawan banjir di Simpang Lima: ngelempar bola GPS ke dalam drainase. Idenya simpel, eksekusinya unik, hasilnya… cukup bikin penasaran.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng sendiri turun langsung mimpin simulasi alat bernama GPS Drifter itu di eks Ace Hardware Simpang Lima, Jumat (12/12). “Kami mitigasi lebih awal sebelum hujan ekstrem datang. Kalau Simpang Lima banjir, warga nggak bisa menikmati ruang publik dengan nyaman,” kata Agustina, yang terlihat antusias melihat bola kecil itu meluncur ke saluran.

Baca juga: Delapan Pompa Ngebut Sedot Banjir Semarang

Cara kerjanya lucu tapi canggih: bola ber-chip GPS dihanyutkan, dipantau lewat HP petugas DPU. Kalau harusnya 30 menit muter-muter tapi tiba-tiba ngedumel di satu titik alias berhenti, berarti di situlah drama sumbatan terjadi.

“Kami pakai bola mainan dikasih chip GPS. Kalau tiba-tiba stuck, berarti ada yang nyumbat. Bisa kasur, ban, sampah, atau sedimen,” ujar Agustina sambil menjelaskan bahwa “pasukan katak” DPU bakal langsung turun ke TKP.

Dan benar saja, temuan lapangan bukan hanya sampah klasik. Ada penyempitan Saluran Gendong karena cor beton menutupi jalur air. Ada juga saluran pembuangan yang jumlahnya kurang, bikin air mandek kayak buffering video.

“Saya sudah minta DPU membongkar cor yang nutup saluran. Sebelum 30 Desember harus selesai. Sekalian tambahin saluran biar air dari hulu cepat meluncur ke sungai,” tegasnya.

Peta Drainase

Nggak cuma di satu titik, metode “bola GPS nyemplung” ini bakal diterapkan di kawasan Jl Pandanaran, Ahmad Dahlan, dan banyak jalur krusial lainnya. Sekalian update peta drainase yang katanya udah lama banget nggak direvisi.

“Kalau Simpang Lima sudah beres tapi masih banjir, ya hulunya yang digarap. Ada tim hilir, tim hulu, dan tim titik-titik potensial. Semua biar aliran air tetap terkendali,” tambahnya.

Baca juga: Sudah Delapan Hari Banjir Kepung Semarang

Namun masalahnya nggak cuma soal teknis. Dalam peninjauan, ditemukan kebiasaan unik masyarakat: bikin kolong jembatan jadi gudang barang bekas. Tentu saja, ini bikin sungai makin sesak.

“Kita nggak bisa hilangkan banjir sepenuhnya. Yang bisa dikendalikan. Dulu banjir sediluk langsung ilang, kok sekarang suwi? Itulah PR kita,” kata Agustina. Dengan teknologi, gerak cepat, dan kerja bareng warga, Pemkot berharap Simpang Lima balik jadi ruang publik yang ramah foto dan bebas genangan. (tebe)

You Might Also Like

Bakiak hingga Egrang Ramaikan Pekan Olahraga Warga Kota Semarang 2026, Ini Kata Agustina

Kado Spesial 17-an, Warga Tawuran saat Pawai HUT Kemerdekaan RI

DPR: Mudik 2026 Jangan Jadi Ajang Uji Nyali

Saat Kota Makin Panas, Taman Sudirman Cocok Jadi Jujugan

17 KONI Dulongmas Kompak Dukung Sujarwanto Jadi Ketua KONI Jateng

TAGGED:agustina wilujengbanjir semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Hadapi Nataru, Sampah Jadi Musuh Bersama
Next Article Kakek Masir dengan tangan diborgol, digiring jaksa menuju penjara. Cerita Kakek Masir Dituntut 2 Tahun Penjara Gegara Mikat Burung Cendet

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

KPK Konfirmasi Tangkap Bupati Hamenang dan Ahmad Luthfi dalam OTT di Klaten

MINTA MAAF - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatupkan tangan, tanda meminta maaf kepada warga Klaten, atas kasus yang menjeratnya. Hamenang terjaring OTT KPK di Klaten pada Kamis (15/10/2026).

Terjaring OTT KPK, Bupati Hamenang Minta Maaf kepada Warga Klaten

UAH Ungkap Hikmah Ajal Dirahasiakan Allah

Gus Baha Sebut Haji Punya Kekuatan Ekonomi Luar Biasa

BERI PENJELASAN: Kuasa hukum penggugat memberi penjelasan terkait sidang gugatan melawan Kejati Jateng dan beberapa pihak lain. (bae)

Kejati Digugat karena Tak Kunjung Tuntaskan Kasus Perusakan Dekorasi di PRPP

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SAKSI SIDANG--Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijono (layar monitor, tengah) jadi saksi sidang kasus pencucian uang hasil korupsi lahan BUMD Cilacap, Senin (6/7/2026). (bae)
Hukum

Bekas Ajudan Jokowi Letjen TNI Widi Ngaku Terima Rp21 M dari Duit Korupsi Lahan Cilacap

Juli 7, 2026
Ekonomi

Luthfi Pastikan Urus Izin Kapal Nelayan Gratis

Juni 23, 2026
Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Hukum

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

Agustus 25, 2026
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Info

Mendes Minta Warga Ikhlaskan Lahan untuk Bangun Koperasi Desa Merah Putih

Desember 22, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bola GPS: Cara Baru Pemkot “Nggrebek” Sumbatan di Saluran Drainase
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?