Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level

Bayangin sekolah tanpa “nahkoda”. Itulah yang lagi terjadi di Kudus. Ratusan SD jalan terus, tapi kursi kepala sekolahnya kosong. Bukan karena nggak ada orang, tapi karena yang pensiun lebih banyak dari yang siap naik jabatan.

T. Budianto
Last updated: Mei 5, 2026 5:16 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Foto: Ilustrasi.
SHARE

BACAAJA, KUDUS- Krisis kepemimpinan lagi melanda sekolah dasar di Kudus. Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) mencatat sekitar 130 SD saat ini belum punya kepala sekolah definitif.

Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada bilang, angka ini berpotensi terus naik. Soalnya, tiap bulan ada sekitar 15 guru yang pensiun, dan sebagian di antaranya adalah kepala sekolah. “Jumlahnya bisa terus bertambah karena ada yang masuk masa purna tugas setiap bulan,” jelasnya.

Baca juga: Sekolah Swasta Minta “Dilirik” Serius, Bukan Nunggu Sisa Kuota

Biar nggak makin kosong, Disdikpora sekarang lagi “ngebut” dorong guru-guru yang memenuhi syarat buat ikut seleksi kepala sekolah. Targetnya jelas: kursi kepsek di tiap SD bisa segera terisi secara definitif.

Tapi masalahnya nggak sesederhana itu. Minat guru buat ikut seleksi ternyata lagi turun. Alias, nggak semua yang memenuhi syarat langsung tertarik jadi kepala sekolah.

Padahal, syaratnya sendiri sudah cukup jelas: minimal lulusan S1/D4, pernah ikut diklat calon kepala sekolah, punya pangkat minimal III/B, sampai punya sertifikat Guru Penggerak.

Animo Menurun

Belum lagi harus punya nilai Penilaian Kinerja Guru (PKG) dengan kategori baik. Lengkap, tapi tetap aja belum banyak yang “angkat tangan”. “Animo memang menurun, ini jadi tantangan kami,” kata Harjuna.

Sambil nunggu solusi, sekolah-sekolah yang kosong tetap berjalan dengan sistem “pelaksana tugas” alias Plt. Jadi tetap ada yang pegang kendali, meski sifatnya sementara.

Dari total 426 SD di Kudus, 397 di antaranya sekolah negeri, jumlah yang kosong ini jelas nggak sedikit. Artinya, hampir sepertiga sekolah lagi jalan tanpa kepala sekolah definitif.

Baca juga: Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Di sisi lain, masuknya guru PPPK sedikit membantu menutup kekurangan tenaga pengajar akibat pensiun. Jadi untuk urusan belajar-mengajar masih relatif aman.

Tapi beda cerita kalau bicara soal manajemen sekolah. Tanpa kepemimpinan yang jelas, arah kebijakan dan peningkatan mutu pendidikan bisa ikut “ngambang”.

Sekolah tetap jalan, guru tetap ngajar, murid tetap belajar. Tapi tanpa kepala sekolah, rasanya kayak kapal tanpa kapten, nggak langsung tenggelam, tapi juga nggak jelas mau berlayar ke mana. Mungkin sekarang bukan cuma murid yang harus naik kelas… tapi gurunya juga perlu “naik level”. (tebe)

You Might Also Like

Suspek Campak di Jateng Tembus 2.000 Kasus

Macet Datang, Tol Jateng Siap ‘Disulap’ Kalau Udah Nggak Gerak

Posyandu di Tiga Desa Jateng Jadi Role Model

Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai

Usai Demo Rusuh, Gubernur Jateng Minta Bupati & Wali Kota Kebut Perbaikan

TAGGED:disdik jatengkrisis kepala sekolahpemkab kuduspemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Aktivis BEM FH Undip cs mengirim amicus curiae ke MK. (ist) BEM FH Undip Kirim Amicus Curiae ke MK, Kritisi UU TNI yang Problematik
Next Article KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan. The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.

The Power of Kiai Ashari: Cabuli 50 Santriwati, Bebas Berkeliaran Gak Ditahan, Polisi Kalah Sakti?

Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level

Aktivis BEM FH Undip cs mengirim amicus curiae ke MK. (ist)

BEM FH Undip Kirim Amicus Curiae ke MK, Kritisi UU TNI yang Problematik

Pemprov Dikasih Alat “Nyedot Air dari Udara”

Kepala Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji menjelaskan kasus pencabulan di Pati, Selasa (5/5/2026). (bae)

Kiai Ashari Cabuli 50 Santriwati, Kemenag Cabut Izin Ponpes Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Soal HGB di KITB, Pemprov Ikut Intervensi

April 15, 2026
Pendidikan

Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

Februari 28, 2026
Pendidikan

Gara-Gara Talud Ambrol, Kegiatan Belajar di MI Sampang Majatengah Terancam Mandek

Oktober 11, 2025
Pendidikan

Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ratusan SD di Kudus Tanpa Kepsek, Guru Diajak Naik Level
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?