Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Suspek Campak di Jateng Tembus 2.000 Kasus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Suspek Campak di Jateng Tembus 2.000 Kasus

Ini bukan sekadar ruam biasa. Kasus suspek campak di Jateng lagi naik signifikan, tembus 2.188 kasus cuma dalam hitungan awal tahun 2026. Pemerintah langsung tancap gas: imunisasi digenjot, deteksi dini diperketat. Tapi pertanyaannya, warga sudah cukup waspada belum?

T. Budianto
Last updated: April 8, 2026 7:02 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PESAN IMBAUAN: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menuliskan pesan imbauan tentang pentingnya pola hidup sehat dan kewaspadaan terhadap gejala campak saat mengunjungi Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng mencatat, sejak Januari sampai 7 April 2026, total suspek campak mencapai 2.188 kasus. Angka ini tersebar di berbagai daerah, dengan Kabupaten Kudus jadi penyumbang tertinggi sebanyak 501 kasus, disusul Brebes 202 kasus, Cilacap 119 kasus, Pati 72 kasus, dan Klaten 54 kasus.

Dari ribuan kasus tersebut, yang sudah terkonfirmasi lewat uji laboratorium ada 144 kasus positif campak dan 18 kasus rubella. Cilacap, Banyumas, dan Pati jadi wilayah dengan temuan positif cukup tinggi.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi langsung turun ke lapangan buat ngecek pelaksanaan imunisasi di Puskesmas Klaten Tengah, Rabu (8/4/2026). Menurutnya, campak sekarang masuk radar prioritas yang harus ditangani bareng-bareng.

Baca juga: Campak Naik Lagi, Kasus Anak Makin Bikin Khawatir

“Deteksi dini sudah kita lakukan di beberapa daerah. Ini harus kita tekan supaya tidak makin meluas,” ujarnya. Pemprov kini lagi menggalakkan imunisasi campak secara serentak bareng dinas kesehatan di kabupaten/kota. Targetnya jelas: jangan sampai kasus ini berubah jadi wabah yang lebih besar.

Luthfi juga ngingetin para orang tua buat nggak nunda vaksin anak. Selain itu, penting banget buat peka sama gejala awal, kayak demam dan muncul ruam merah di kulit. “Kalau ada gejala, langsung periksa ke fasilitas kesehatan. Jangan ditunda,” tegasnya.

Penggabungan Program

Menariknya, program percepatan imunisasi ini bakal digabung dengan layanan seperti dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sudah menjangkau desa-desa. Jadi, aksesnya makin dekat dan gampang.

Dari sisi medis, Kepala Bidang P2P Dinkes Jateng, Heri Purnomo bilang kalau campak paling banyak menyerang anak-anak, tapi orang dewasa dengan imunitas rendah juga tetap berisiko. “Pencegahan paling efektif tetap imunisasi. Kalau sakit, pakai masker, isolasi, dan jaga jarak. Pola hidup sehat juga penting,” jelasnya.

Baca juga: Campak Lebih Nular dari Covid? Dinkes Jateng Siapkan Enam Jurus

Salah satu warga, Kiki Kumala (35), mengaku program imunisasi ini sangat membantu. Apalagi gratis dan mudah diakses. “Ini imunisasi kedua buat anak saya. Semoga ke depan makin banyak program kayak gini,” katanya.

Kasusnya sudah ribuan, imunisasi digratiskan, tenaga kesehatan sampai turun ke desa-desa. Jadi kalau masih ada yang nunda vaksin atau cuek sama gejala, mungkin yang perlu diimunisasi dulu bukan cuma badan… tapi juga kesadarannya. (tebe)

You Might Also Like

Moge Lepas Kendali, Bocah 10 Tahun Tewas Kesambar

Digerebek Diam-Diam, Pabrik Miras Kebongkar 

Proyek Chromebook Kemendikbudristek: Ketika Laptop Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Lapak Korupsi Rp1,98 Triliun

Dosen Hukum Unissula Tinju Dokter Anestesi, Gara-gara Istrinya Merasa Kesakitan saat Mau Lahiran

Mahasiswa Unwahas KKN ke Malaysia, Bawa Misi Literasi Bantu Anak Migran

TAGGED:ahmad luthficampakheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gubernur: Stok Elpiji Jateng Lagi “Overload”
Next Article Diterjang Angin, Rumah Warga Siap Diperbaiki Lewat RTLH

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Daging Kurban Baru Datang Bolehkah Dicuci? Simak Jawabannya

Iduladha Datang Lagi Tapi Banyak Orang Masih Bingung Hukum Kurban

Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?

Motor Mahar Belum Jalan Pengantinnya Malah Pergi Duluan Tengah Malam

Tas Isi Ratusan Juta Ketinggalan Toilet Malah Balik Utuh, Masih Ada Orang Baik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Rute Internasional Bikin Investor Singapura Rajin Datang

Januari 22, 2026
Ilustrasi petugas haji daerah membantu jemaah haji yang membutuhkan pertolongan.
Info

Fix! Sempat Mau Dihapus, TPHD Temanggung 2026 Dibuka! Berikut Formasinya

Januari 20, 2026
Ketua DPR RI Puan Maharani.
Unik

Ketua DPR Puan Maharani Tegaskan Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu Salahi UUD ’45

Juli 15, 2025
BERPIHAK KEPADA KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajar, berkomitmen penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di UIN Walisongo berpihak kepada korban. (dul)
Info

Korban Jangan Takut Bicara, UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual

Mei 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Suspek Campak di Jateng Tembus 2.000 Kasus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?