Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Psikologi Fisip UB Ajak Siswa MA Mambaul Ulum Susun Masa Depan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Psikologi Fisip UB Ajak Siswa MA Mambaul Ulum Susun Masa Depan

Masa depan memang belum bisa ditebak, tapi bisa dirancang. Itulah pesan yang dibawa Tim Psikologi Universitas Brawijaya saat menyambangi MA Mambaul Ulum di Desa Pandanajeng, Kabupaten Malang.

T. Budianto
Last updated: Juli 28, 2026 5:01 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
FOTO BERSAMA: Tim Dosen Departemen Psikologi Fisip Universitas Brawijaya (UB) foto bersama siswa MA Mambaul Ulum, Kabupaten Malang, Senin (27/7/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, MALANG- Sebanyak 75 siswa MA Mambaul Ulum, Kabupaten Malang, mendapat bekal untuk merancang masa depan melalui kegiatan pendampingan karier yang digelar Tim Dosen Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Brawijaya (UB), Senin (27/7/2026).

Mengusung tema “Dari Cita-Cita ke Realita: Strategi Perencanaan Karier Siswa SMA”, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti siswa kelas X hingga XII. Tujuannya sederhana, tetapi penting: membantu siswa mengenali potensi diri, memahami pilihan pendidikan, dan menyusun langkah nyata menuju cita-cita.

Kegiatan yang berlangsung di MA Mambaul Ulum, Dusun Bletok, Desa Pandanajeng itu lahir dari kenyataan bahwa banyak siswa di wilayah pedesaan masih menghadapi tantangan untuk melanjutkan pendidikan.

Mulai dari keterbatasan ekonomi, minimnya akses informasi tentang kuliah dan karier, hingga tuntutan membantu keluarga, sering kali membuat pilihan masa depan terasa semakin sempit.

Baca juga: Bunda PAUD Jateng Gandeng Psikologi Undip Masuk Posyandu

Sebelum menerima materi, para siswa terlebih dahulu mengikuti asesmen untuk mengenali karakter, minat, dan potensi yang mereka miliki. Hasil asesmen itu kemudian menjadi bahan diskusi bersama tim dosen agar siswa bisa menghubungkan kemampuan diri dengan berbagai pilihan studi maupun profesi.

Harapannya, keputusan setelah lulus nanti tidak hanya mengikuti teman atau sekadar memenuhi tekanan lingkungan, tetapi benar-benar sesuai dengan kemampuan dan impian masing-masing.

Materi utama disampaikan oleh akademisi Psikologi FISIP UB, Yuliezar Perwira Dara, SPsi, MPsi, dan Sukma Nurmala, SPsi, MSi. Dalam pemaparannya, Sukma menjelaskan pentingnya membangun self-efficacy atau keyakinan terhadap kemampuan diri, serta career adaptability, yakni kesiapan menghadapi perubahan di dunia pendidikan maupun pekerjaan.

Menurutnya, latar belakang keluarga, kondisi ekonomi, atau tempat tinggal bukanlah penentu akhir masa depan seseorang. Yang lebih penting adalah keberanian untuk terus belajar, mencari informasi, dan mampu menyesuaikan diri ketika menghadapi perubahan.

Sementara itu, Yuliezar menekankan pentingnya pendampingan karier bagi remaja di wilayah pedesaan agar mereka memiliki arah yang jelas setelah lulus sekolah.

“Masa remaja merupakan periode penting untuk mulai merancang masa depan, termasuk bagi siswa di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses informasi pendidikan dan karier,” ucapnya.

Potensi Diri

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, pihaknya berharap siswa semakin yakin mengenali potensi diri, memahami pilihan studi lanjut, serta menginternalisasi nilai Smart, Religius, dan Skillful sebagai bekal mewujudkan cita-cita dan karier yang diharapkan.

Suasana semakin hidup saat sesi diskusi dibuka. Banyak siswa menyampaikan kegelisahan mereka, mulai dari keterbatasan biaya kuliah, kurang percaya diri masuk perguruan tinggi, hingga dilema antara melanjutkan pendidikan atau langsung bekerja membantu orang tua.

Menjawab keresahan tersebut, tim pengabdian bersama para asisten membagikan berbagai informasi tentang peluang beasiswa yang bisa dipersiapkan sejak duduk di bangku SMA maupun MA.

Tak hanya teori, para mahasiswa juga berbagi pengalaman pribadi saat berburu beasiswa hingga akhirnya berhasil menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Cerita-cerita itu memberi gambaran bahwa keterbatasan bukan penghalang mutlak selama ada kemauan, informasi yang tepat, dan keberanian mencoba. Di penghujung kegiatan, para siswa mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman mereka setelah menerima materi.

Baca juga: IDAI Warning Kesehatan Mental Anak! Satu dari Tiga Remaja Indonesia Alami Masalah Psikologis

Setiap peserta kemudian diminta menuliskan satu cita-cita terbesar beserta tujuan hidup yang ingin dicapai pada selembar kertas. Kertas-kertas itu ditempelkan di sebuah “Pohon Harapan”, sebagai simbol komitmen untuk mulai mewujudkan mimpi yang telah mereka tuliskan.

Melalui kegiatan ini, tim Psikologi Fisip UB berharap para siswa semakin percaya diri menyusun masa depan, aktif mencari peluang, dan berani mengubah cita-cita menjadi langkah nyata.

Alamat rumah boleh berada di pelosok desa, tapi mimpi tak pernah mengenal kode pos. Yang sering membatasi bukan jarak menuju kampus, melainkan keberanian untuk memulai langkah pertama. (tebe)

You Might Also Like

Kota Semarang Siap Sambut 8.000 Kafilah

Pengurus MUI Jateng Dikukuhkan

Pelarian Singkat Pembacok TNI hingga Tewas di Wonosobo, Kini Ditahan di Polres

Alasan Ortu Pilih SD Swasta Meski Harus Bayar Puluhan Juta

Agustina Ajak Warga Ngurus Sampah Bareng

TAGGED:headlinema mambaul ulumuniversitas brawijaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MAKAN MBG--Siswa SDN Pendrikan Lor 02 Semarang menyantap MBG di bawah ruang kelas yang atapnya ambrol, Selasa (28/7/2026). (bae) Siswa SDN Perdikan Semarang Makan MBG dengan ‘Lauk’ Was-was Ketiban Atap Ambrol
Next Article Detik-Detik Pohon Raksasa Timpa Kelas SDN Sendangmulyo 3

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Ditutup? Begini Infonya

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Besok Minggu Jalanan Semarang Disulap Jadi Panggung Budaya

April 25, 2026
Pendidikan

SMP Muhammadiyah 1 Gombong Kedatangan WNA, Siswa Langsung Heboh di Halaman Sekolah!

Oktober 10, 2025
Info

Semarang Buka Jalan ke Panggung Dunia

Agustus 9, 2026
KORBAN KERACUNAN MBG - Polisi menjenguk korban keracunan MBG di Batang yang dirawat pada sebuah fasilitas kesehatan (faskes) setempat.
Info

Korban Dugaan Keracunan MBG di Jateng Tembus 13 Ribu Orang

September 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Psikologi Fisip UB Ajak Siswa MA Mambaul Ulum Susun Masa Depan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?