BACAAJA, SEMARANG- Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menghancurkan ruang kelas 1A SD Negeri Sendangmulyo 3, Kota Semarang, Senin (28/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh siswa berhasil dievakuasi guru saat proses belajar mengajar masih berlangsung.
Pohon dengan diameter sekitar dua meter dan tinggi lebih dari 10 meter itu roboh secara tiba-tiba hingga menghantam bangunan kelas. Benturan keras membuat atap ruang kelas ambruk, rangka bangunan rusak berat, serta berbagai fasilitas belajar seperti meja, kursi, papan tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya ikut hancur tertimpa batang pohon.
Meski semua siswa berhasil selamat, suasana panik tak bisa dihindari. Sejumlah murid kelas 1 yang masih berusia dini dilaporkan mengalami syok dan trauma setelah menyaksikan pohon raksasa roboh hanya beberapa meter dari tempat mereka belajar.
Baca juga: Hujan Angin Bikin Purbalingga Kocar-Kacir, Rumah Ambruk dan Listrik Ikut Padam
Pihak sekolah langsung menghentikan kegiatan belajar mengajar. Para siswa kemudian dievakuasi ke ruang kepala sekolah untuk ditenangkan sebelum akhirnya dipulangkan lebih awal demi alasan keselamatan.
Kepala SD Negeri Sendangmulyo 3, Kuntarti Endah Sarini mengatakan, pohon tersebut diduga tumbang karena faktor usia dan kondisinya yang sudah rapuh.
Keropos
Menurutnya, pohon itu diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Selain itu, bagian pangkal batang diketahui pernah mengalami kebakaran sehingga struktur kayunya menjadi keropos dan tidak lagi kuat menopang beban.
Akibat kerusakan yang cukup parah, ruang kelas 1A untuk sementara tidak dapat digunakan. Pihak sekolah pun menyiapkan skema pembelajaran bergantian. Para siswa kelas 1A akan memanfaatkan ruang kelas lain secara bergilir agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sambil menunggu proses perbaikan bangunan yang rusak.
Baca juga: Ngeri! Detik-detik Bangunan Ponpes Al Adalah Ambruk Ditelan Tanah Gerak di Tegal
Sementara itu, pihak sekolah berharap penanganan dan perbaikan dapat segera dilakukan agar para siswa bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar membaca dan berhitung, bukan belajar menyelamatkan diri dari pohon tumbang. Musibah memang tak bisa ditebak, tetapi pohon yang sudah rapuh seharusnya tak perlu menunggu roboh dulu untuk diperhatikan. (tebe)

