Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Prabowo Bilang Pendidikan Penentu Masa Depan, tapi Anggarannya Malah Disunat buat MBG
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Prabowo Bilang Pendidikan Penentu Masa Depan, tapi Anggarannya Malah Disunat buat MBG

R. Izra
Last updated: Januari 24, 2026 5:58 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dengan tegas bilang: negara bisa tertinggal, bahkan gagal. kalau pendidikannya buruk. Pesan itu ia sampaikan langsung di panggung elite dunia, World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

“Kurangnya pendidikan adalah jalan menuju negara gagal,” kata Prabowo, menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah kunci pertumbuhan jangka panjang sebuah bangsa.

Narasi itu terdengar ideal. Pendidikan digambarkan sebagai fondasi masa depan.

Bacaaja: Pergeseran Arah Anggaran Pendidikan 2026: Alokasi Daerah Dipangkas, MBG Digas Pol
Bacaaja: Pendidikan Kalah Sama Makan Siang? Guru Honorer Curhat Sulitnya jadi PPPK saat SPPG Diprioritaskan

Pemerintah pun memamerkan sederet program: Sekolah Rakyat untuk anak keluarga miskin, pembangunan 166 sekolah asrama, digitalisasi lewat papan interaktif digital (PID) di ratusan ribu sekolah, hingga janji merenovasi 60.000 sekolah dalam beberapa tahun ke depan.

Masalahnya, di dalam negeri, arah kebijakan anggaran justru memicu tanda tanya besar.

Di saat Prabowo bicara soal pendidikan sebagai penyelamat bangsa, anggaran pendidikan 2026 justru dipangkas di banyak pos penting, terutama di daerah.

Sebagian besar dana pendidikan dialihkan ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dieksekusi terpusat lewat Badan Gizi Nasional (BGN). Bahkan, hampir setengah anggaran pendidikan nasional tersedot ke satu program.

Akibatnya, Transfer ke Daerah (TKD) untuk pendidikan turun tajam, ruang gerak pemerintah daerah makin sempit, dan belanja pendidikan di kementerian teknis ikut terpangkas drastis.

Ironisnya, sekolah-sekolah di daerah yang paling butuh perbaikan justru berpotensi paling terdampak.

Singkatnya, retorika dan realitas belum sepenuhnya sejalan. Di forum global, pendidikan disebut penentu nasib bangsa. Tapi di APBN, prioritasnya bergeser.

Perubahan peta anggaran pendidikan

Peta anggaran pendidikan 2026 berubah drastis. Pemerintah pusat makin ngerem peran daerah, tapi justru ngegas besar-besaran di pusat lewat Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Data di Lampiran VI Perpres No. 118/2025 nunjukin satu hal jelas: pendidikan makin disentralisasi lewat program unggulan.

BGN jadi bintang utama. Anggarannya melonjak gila-gilaan jadi Rp223,55 triliun pada 2026, naik 293 persen dari 2025 yang cuma Rp56,8 triliun.

Hampir setengah anggaran pendidikan nasional sekarang “parkir” di satu lembaga pusat. Sementara itu, jalur klasik pendidikan lewat Transfer ke Daerah (TKD) justru dipotong tajam.

Alokasi TKD pendidikan cuma Rp264,62 triliun, turun 23,7 persen atau berkurang Rp82,4 triliun dibanding 2025.

Yang paling kena imbas? DAU dan DBH pendidikan. Dari Rp212,6 triliun di 2025, anjlok jadi Rp128,1 triliun di 2026.

Artinya, ruang gerak daerah buat ngatur sekolah, guru, dan kebutuhan lokal makin sempit.

Geseran ini juga terasa di kementerian. Kemendikdasmen yang biasanya pegang porsi besar, anggarannya dipangkas 78,3 persen—dari Rp261,6 triliun jadi Rp56,6 triliun.

Investasi pendidikan lewat skema pembiayaan juga ikut dikencengin: dari Rp55 triliun jadi cuma Rp9 triliun.

Sebaliknya, BRIN malah naik paling tinggi secara persentase (1.338 persen), meski nominalnya masih jauh di bawah BGN.

Intinya, 2026 bukan sekadar soal “anggaran naik atau turun”, tapi soal arah kebijakan.

Pendidikan yang dulu dikelola lewat desentralisasi, sekarang makin dikunci lewat satu program pusat.

JPPI akan layangkan gugatan ke MK

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bersiap mengajukan judicial review UU APBN 2026 ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena menilai anggaran pendidikan dibajak besar-besaran demi MBG.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyebut hampir 70 persen anggaran pendidikan 2026 dialihkan ke program MBG.

Angka ini dianggap kelewat jomplang dan berpotensi melanggar amanat konstitusi soal pemenuhan hak pendidikan. JPPI tak bergerak sendiri—gugatan ini disiapkan bareng koalisi masyarakat sipil.

“Sedang kami susun materi gugatannya. Judicial review UU APBN 2026,” kata Ubaid di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Pertanyaannya sekarang: kalau pendidikan benar-benar kunci agar negara tidak tertinggal, kenapa dananya malah dipersempit? (*)

You Might Also Like

Ada Barang Hilang Saat Valet? LP2K Jateng Jelaskan Hak Konsumen

Saat Rupiah Terus-terusan Nyungsep, Presiden Prabowo Buka Kran Impor Pangan dari Prancis

Mudik Seru, tapi Nahan Pipis Bisa Jadi Masalah

Nadiem Buka Suara, Bikin Ikut Sedih Nih.. Penjara Jadi Cermin Diri Panjang

Tahan Imbang Persebaya, PSIS: “Ini Modal Naik Kelas”

TAGGED:anggaran pendidikandana pendidikanheadlineMBGnegara gagalpendidikanPrabowoswiswef
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Guci Kembali Dilanda Banjir Bandang: Kali Ini Lebih Parah, Tiga Jembatan Putus
Next Article Mahesa Jenar Ungguli Joko Tingkir

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARONGSAI - Sejumlah pemain barongsai mengenakan baju hijau, tengah memegang kepala barongsai dan memegang dupa, Jumat (25/9/2026). Mereka baru saja mengikuti atraksi untuk meramaikan gelaran Mooncake Festival di Kawasan Pecinan Semarang. (dul)

Barongsai Turun ke Jalan, Rangkaian Mooncake Festival Bikin Warga Berkerumun

Begini Bentuk Hisab Amal di Hari Kiamat

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bupati Temanggung, Agus Setyawan atau yang akrab disapa Agus Gondrong, berhasil meraih Tropi Abyakta dalam Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, yang digelar di Kompleks Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Senin (9/2/2026).
Info

Bupati Temanggung Boyong Tropi Abyakta PWI, Agus Gondrong: Kado untuk Seniman Lokal

Februari 10, 2026
Pemain Inter Milan (kuning) berebut bola dengan para pemain PSG dalam partai final Liga Champions di Munich Football Arena, Sabtu (31/5/2025) malam waktu setempat atau Minggu dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB). (X Inter Milan)
Sepak Bola

Inter Milan Bawa Berkah untuk Lawan di Final Liga Champions, selain PSG Klub Mana Saja?

Juni 1, 2025
SAMPAIKAN PERNYATAAN PUBLIK - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memberi keterangan pers di kantornya. (ist)
Info

Ihwal BOP Rp25 Juta Buat RT, Agustina: Cair Akhir Juni 2026 dan LPJ Dipermudah!

Juni 10, 2026
Daerah

Diterjang Angin, Rumah Warga Siap Diperbaiki Lewat RTLH

April 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Prabowo Bilang Pendidikan Penentu Masa Depan, tapi Anggarannya Malah Disunat buat MBG
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?