Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

T. Budianto
Last updated: Oktober 26, 2026 7:53 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PANEN UBI: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyapa seorang anak di sela-sela panen ubi jalar demplot di Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, Senin (26/10/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Ketahanan pangan bukan cuma urusan beras di gudang atau harga cabai di pasar. Pekarangan rumah, kebun melon, kolam lele, sampai kandang ayam pun bisa ikut mengambil peran. Pendekatan inilah yang didorong Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Program tersebut menggabungkan produksi pangan berbasis masyarakat, distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau, serta edukasi keamanan pangan. Tujuannya, warga tak hanya punya akses terhadap pangan, tetapi juga berpeluang memenuhi sebagian kebutuhannya secara mandiri.

Salah satu bentuknya terlihat dari panen melon di Green House 02 Farm, Tamansari Hills, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Minggu (25/10/2026), serta panen ubi jalar hasil demonstrasi plot (demplot) di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Senin (26/10/2026).

Baca juga: Pemkot Gaspol Bangun Ketahanan Pangan

Di Mangunharjo, budidaya melon premium dikembangkan warga RT 02/RW 10 melalui semangat gotong royong dan pendanaan kolektif. Greenhouse seluas sekitar 130 meter persegi itu menampung 320 tanaman melon varietas Kirana dan melibatkan sekitar 65 warga sebagai pemegang saham. Setiap lot saham bernilai Rp250.000.

Agustina mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap bisa direplikasi di lingkungan lain. “Jane ngene iki ditiru komunitas RT atau RW di Kota Semarang yo apik tenan ya,” ujar Agustina.

Menurut dia, keterbatasan lahan tidak semestinya menjadi penghalang untuk mengembangkan kegiatan produktif. Dengan pengelolaan yang tepat dan keterlibatan warga, pekarangan maupun lahan terbatas bisa mendukung ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Panen ubi jalar di Pudakpayung juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budidaya tanaman pangan kepada masyarakat. Melalui demplot, warga dapat belajar teknik penanaman dan mengembangkan komoditas sesuai potensi wilayahnya.

Upaya memperkuat ketahanan pangan Semarang turut dijalankan melalui program Bulir Padi (Budi Daya Pekarangan Pangan dan Keluarga). Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman pangan, memelihara ikan lele, hingga membudidayakan ayam petelur di tingkat RT/RW.

Kebutuhan Keluarga

Pendekatan tersebut membuka peluang agar lingkungan permukiman tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ikut menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan keluarga.

Namun, ketahanan pangan tidak cukup hanya mengandalkan produksi. Keterjangkauan harga juga menjadi persoalan yang perlu dijawab agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan lebih mudah.

Untuk itu, Pemkot Semarang mengembangkan Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang) yang memperluas layanan pangan murah hingga tingkat RW dan 16 kecamatan.

Ada pula Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) yang menghubungkan masyarakat dengan jaringan 34 pasar penyedia kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Baca juga: Agustina Ajak GP Ansor Semarang Sukseskan Ketahanan Pangan

Di sisi lain, Pemkot mengembangkan Taman Ketahanan Pangan sebagai ruang edukasi dan pemanfaatan lahan produktif berbasis masyarakat. Untuk aspek keamanan pangan, terdapat enam Zona KHAS hingga pertengahan 2026 serta pelibatan Kader Keamanan Waspada Pangan (Dermawan) dalam edukasi dan pengawasan pangan di kelurahan maupun pasar rakyat.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan pangan membutuhkan pendekatan menyeluruh. Produksi harus berjalan, distribusi perlu diperkuat, harga harus terjangkau, dan keamanan pangan tetap dijaga.

Tantangannya adalah memastikan seluruh program tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Keberlanjutan budidaya, konsistensi pasokan pangan murah, serta manfaat nyata bagi keluarga perlu menjadi ukuran keberhasilan.

Sebab, ketahanan pangan bukan sekadar soal berapa banyak melon dan ubi jalar yang berhasil dipanen. Ukuran akhirnya adalah seberapa jauh program membuat dapur warga tetap mengepul, kebutuhan pokok lebih terjangkau, dan masyarakat semakin mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. (tebe)

You Might Also Like

UMKM Jateng Siap Mendunia, Dekranasda Genjot Pendampingan dan Digitalisasi

Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa

Kronologi Calon Taruna Akpol Papua Barat Daya Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

BMKG Keluarin Warning: 3 Daerah di Jateng Siaga Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

KBRI Tokyo Kasih Apresiasi, Tiga Lulusan JIDS Jadi Driver Bus Asing Pertama di Aichi Jepang

TAGGED:agustina wilujengheadlineketahanan panganpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Semarang Masuk Tiga Besar Kota Paling Toleran

April 24, 2026
Plesir

Bianglala Citragrand, Spot Favorit Nikmati Senja dari Ketinggian

April 9, 2026
Info

Demo di Kejati Jateng, Massa Sentil Blackout PLN hingga Kasus Jampidsus

Juli 9, 2026
MENINGGAL DI ATAS MOTOR - Seorang ibu di Ponorogo, Lu’luatun Nikmah, meninggal dunia di atas motor saat dalam perjalanan membeli obat, di kawasan Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), Sabtu sore (17/10/2026). Ibu empat orang anak itu meninggal tepat di samping anak bungsunya yang masih balita.
Info

Pilu! Ibu di Ponorogo Meninggal di Samping Anak Balitanya saat Perjalanan Beli Obat

Oktober 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?