Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

T. Budianto
Last updated: Oktober 26, 2026 7:35 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RAPAT TERBATAS: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyampaikan arahan di saat memimpin rapat terbatas bersama BPBD dan pejabat daerah di Pos Sakura Hills, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (26/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, KARANGANYAR- Kebakaran Gunung Lawu memang tinggal menyisakan satu titik api. Tapi jangan buru-buru merasa aman, apalagi menganggap urusan sudah beres. Api yang terlihat kecil bisa saja menyimpan bara dan membuka jalan bagi kebakaran berikutnya.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta petugas dan relawan tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi serta penyisiran menyeluruh di kawasan Gunung Lawu, khususnya di atas Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

“Saya sudah koordinasi dengan Bupati dan BPBD. Nanti heli BNPB di Lanud Adi Soemarmo akan diterjunkan satu sorti lagi. Satu titik api ini penting untuk kita evaluasi agar tidak timbul titik api lain,” kata Luthfi saat meninjau lokasi sekaligus menggelar rapat terbatas bersama relawan, Bupati Karanganyar, dan BPBD di Pos Sakura Hills, Senin (26/10/2026).

Baca juga: Karhutla Landa Lereng Gunung Lawu, Pemadaman Terkendala Perkara Ini

Menurut Luthfi, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kerja bareng. BPBD provinsi dan kabupaten, TNI, Polri, BNPB, hingga relawan terus dikerahkan agar si jago merah tidak kembali merajalela.

Namun, memadamkan api saja belum cukup. Luthfi meminta pencegahan diperkuat lewat imbauan, peringatan keras, dan sosialisasi kepada masyarakat. Pesannya sederhana: jangan membakar hutan sembarangan, membuang puntung rokok asal-asalan, atau membakar sampah tanpa memikirkan dampaknya.

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi jangka panjang. Luthfi meminta Dinas PUPR Jawa Tengah, Pemkab Karanganyar, dan Perhutani merancang embung, tandon, serta saluran air. Infrastruktur itu diharapkan bisa menjadi amunisi saat kondisi darurat kembali terjadi.

Keterlibatan Warga

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan warga sekitar. Masyarakat dinilai paling mengenal medan, kebiasaan, dan kondisi lingkungan di wilayahnya. “Keterlibatan masyarakat itu paling utama, karena punya kearifan lokal dalam rangka menjaga wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Sugiharto mengatakan, kebakaran sempat dinyatakan padam hingga Minggu (25/10/2026).

Namun, pemantauan pada Senin pagi menemukan titik api baru di atas Gondosuli. Pengerahan helikopter untuk water bombing akan mempertimbangkan kondisi cuaca terkini.

Baca juga: Miris! Kebakaran Hutan Gunung Lawu Diduga karena Ulah Manusia

Sejauh ini, pemadaman dari udara telah dilakukan sebanyak 34 kali. Setiap siraman membawa sekitar 2.000 liter air, sehingga total air yang dijatuhkan mencapai 68.000 liter.

Tantangannya, sebagian area memiliki lapisan ilalang yang menumpuk hingga sekitar 30 sentimeter, menyerupai karakter lahan gambut. Kondisi ini membuat penanganan tak bisa sekadar menyiram permukaan; bara yang tersembunyi tetap perlu diwaspadai. Adapun penyebab kebakaran sendiri hingga kini masih diselidiki pihak kepolisian.

Satu titik api boleh jadi terlihat kecil, tetapi satu puntung rokok atau satu tindakan ceroboh bisa membuat masalah membesar lagi. Jadi, kalau hutan sudah susah payah dipadamkan, jangan sampai manusia justru menjadi korek api berikutnya. (tebe)

You Might Also Like

Dapur Marhaen: Cara PDIP Jateng Kasih Makan Siang dan Cek Kesehatan Gratis untuk Rakyat

Ketemu Hoaks di Medsos? Warga Jateng Kini Bisa Lapor Lewat Padhang dan LaporGub

Pulang ke Rumah, Rio! PSIS Panggil Lagi Bek Andalan Lama

Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah

CEK FAKTA: Menag Mundur demi Penuhi Syarat Nyalon Ketua Umum PBNU, Hoaks!

TAGGED:ahmad luthfigunung lawuheadlinekarhutla jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
Next Article Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

MTQ Rampung, Simpang Lima Langsung Dibersihkan

September 20, 2026
Tangkapan layar kecelakaan Feeder Trans Semarang tabrak pejalan kaki hingga tewas di Bundaran Klipang.
Daerah

Sopir Feeder Trans Semarang Sempat Minum sebelum Tabrak Korban Tewas di Klipang

Juli 11, 2025
AKADEMISI - Pengamat ekonomi dan kebijakan publik, sekaligus akademisi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nugroho SBM.
Fokus

Rupiah Melemah UMKM Menjerit, Pengamat Ekonomi Undip Singgung Tahu dan Tempe

Juni 10, 2026
NYUT-NYUTAN - Perajin tempe di Semarang mengaku ketar-ketir tiap hari menghadapi pelemahan rupiah. Musababnya, bahan baku untuk tahu-tempe di Indonesia masih didominasi kedelai impor dari Amerika Serikat (AS). (dul)
Fokus

Siasat Perajin Tempe agar Harga Tak Naik di Tengah Himpitan Lesunya Rupiah

Juni 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?