BACAJA.CO, KARANGANYAR – Kebakaran melanda hutan dan lahan di lereng Gunung Lawu. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu dipicu ulah manusia.
“Kemungkinan besar, ini terjadi karena human error. Tapi kita kan tidak bisa katakan itu karena kita belum olah TKP-nya,” jelasnya, Sabtu (17/10/2026).
Ia menyatakan belum bisa memastikan sumber api yang memicu kebakaran di kawasan lereng Gunung Lawu itu. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Bacaaja: Karhutla Landa Lereng Gunung Lawu, Pemadaman Terkendala Perkara Ini
Bacaaja: Gus Mus hingga Wantimpres Desak Prabowo Tetapkan Karhutla Jadi Bencana Nasional
Di tengah upaya pemadaman yang masih terkendala medan sulit dan angin kencang, polisi bersama unsur gabungan terus berkoordinasi untuk mengendalikan kebakaran agar tidak meluas.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, penanganan kebakaran membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, Perum Perhutani, BPBD, Basarnas, hingga relawan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara terbuka yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkannya kepada petugas agar bisa segera ditangani.
“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mendukung upaya petugas di lapangan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujarnya.
Yuliyanto menambahkan, keselamatan petugas dan masyarakat juga harus menjadi perhatian dalam setiap upaya penanganan kebakaran. (bae)

