BACAAJA, SEMARANG – KAI Daop 4 Semarang mewaspadai 13 titik rawan gangguan perjalanan kereta api menjelang musim hujan.
Titik-titik tersebut berpotensi mengalami banjir, genangan, longsor, hingga pergerakan tanah saat hujan lebat mengguyur wilayah Jawa Tengah.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pihaknya meningkatkan pemeriksaan jalur dan pemantauan di seluruh daerah pantauan khusus (Dapsus).
Bacaaja: 5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada
Bacaaja: Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN
“Daerah pantauan khusus menjadi salah satu fokus perhatian kami, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem,” ujarnya, Sabtu (16/10/2026).
Dari total 13 titik tersebut, KAI mencatat tujuh titik rawan banjir atau genangan, dua titik rawan longsor atau pergerakan tanah, serta empat titik dengan potensi kerawanan lainnya.
Untuk mengantisipasi gangguan, petugas memeriksa kondisi rel, bantalan, badan jalan rel, lereng, talud, saluran air, gorong-gorong, hingga jembatan.
KAI juga membersihkan saluran drainase dari lumpur, sampah, dan endapan tanah yang bisa menghambat aliran air saat hujan turun.
Selain memeriksa jalur, KAI menyiapkan petugas, material, dan peralatan untuk menghadapi kondisi darurat.
Petugas juga meningkatkan koordinasi agar bisa segera mengambil langkah pengamanan jika menemukan kerusakan atau kondisi yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta.
Luqman mengatakan, KAI menormalisasi dan memelihara prasarana secara berkelanjutan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
“Pemantauan dan normalisasi prasarana kami lakukan secara berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi teknis,” tegasnya. (bae)

