Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat

Belum juga pertengahan tahun, alarm musim kering sudah mulai berbunyi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi musim kemarau 2026 bakal datang lebih cepat dari biasanya. Dampaknya nggak cuma soal panas terik, tapi bisa merembet ke sawah, cadangan air, hingga risiko kebakaran hutan yang ikut naik.

T. Budianto
Last updated: Maret 6, 2026 3:59 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PADAMKAN API: Petugas BNPB Riau berupaya memadamkan api di lahan yang terbakar, tahun lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Musim kemarau 2026 diperkirakan tiba lebih awal di banyak wilayah Indonesia. Prediksi ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika berdasarkan analisis terhadap pola iklim terbaru.

BMKG mencatat sekitar 46,5 persen zona musim di Indonesia atau 325 dari total 699 Zona Musim (ZOM) diprediksi mengalami awal kemarau yang lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991-2020. Artinya, di sejumlah daerah musim kering bisa berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, jika awal kemarau maju, otomatis durasi periode kering juga akan ikut memanjang.

Baca juga: BMKG Pasang Status Siaga di Pantura Jateng

“Kesimpulan umum dari musim kemarau 2026 yang akan kita hadapi ini kita prediksi maju atau lebih awal. Sehingga pada banyak tempat dia juga menjadi lebih panjang karena awalnya itu maju,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Salah satu sektor yang paling rawan terdampak adalah pertanian, khususnya lahan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan alami. Jika kemarau datang lebih cepat, ketersediaan air untuk masa tanam bisa terganggu. Dampaknya bisa merembet ke produktivitas pertanian hingga potensi penurunan hasil panen.

BMKG menyarankan petani melakukan penyesuaian jadwal tanam serta menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan dan memiliki siklus panen lebih pendek. Sementara untuk lahan yang memiliki sistem irigasi teknis, dampaknya dinilai masih bisa dikendalikan selama pengelolaan waduk dan distribusi air berjalan dengan baik.

Kebakaran Hutan

Musim kemarau yang lebih panjang juga berpotensi meningkatkan kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah. Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga biasanya ikut meningkat ketika curah hujan menurun dalam periode yang cukup lama.

Menurut Ardhasena, titik panas bahkan sudah mulai terdeteksi di beberapa wilayah sekitar garis khatulistiwa seperti Riau dan Kalimantan Barat, meski saat ini masih dalam fase kemarau kecil.

Situasi ini membuat pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengantisipasi penurunan kualitas udara jika kebakaran hutan meluas.

Baca juga: Indonesia Dikepung Tiga Siklon, BMKG Kasih Heads Up ke Prabowo

Dampak lain yang juga perlu diwaspadai adalah tekanan terhadap cadangan air di bendungan dan waduk. Indonesia saat ini memiliki lebih dari 220 bendungan yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari irigasi pertanian hingga pembangkit listrik tenaga air.

BMKG mendorong berbagai langkah antisipasi seperti revitalisasi waduk, pengurangan sedimentasi, serta perbaikan jaringan irigasi dari saluran primer hingga tersier agar pasokan air tetap terjaga.

BMKG menegaskan bahwa prediksi ini merupakan bagian dari sistem peringatan dini yang perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat, daerah, hingga para pemangku kepentingan.

Dengan potensi kemarau yang datang lebih cepat dan berlangsung lebih lama, kesiapan lintas sektor menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan, ketersediaan air, energi, hingga stabilitas lingkungan sepanjang 2026.

Kalau biasanya orang kaget saat hujan datang tiba-tiba, tahun ini yang bikin waswas justru sebaliknya, kemarau datang duluan. Alam sudah kasih “notifikasi awal”, tinggal manusianya mau siap-siap… atau baru panik saat sawah mulai retak. (tebe)

 

You Might Also Like

Anak Lereng Gunung Merapi Kini Punya SMA Sendiri

Polri Tambah Empat Hari Jaga Arus Balik

Tuntutan Mati Berubah Lima Tahun, Kisah ABK Fandi Bikin Haru

Dikabarkan Menghilang dari Rutan Jelang Lebaran, Simak Fakta Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Baru April, Jateng Sudah Didera 162 Bencana

TAGGED:bmkgheadlinekebakaran hutankemarau 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Chiko Radityatama Agung Putra menunduk saat dengar putusan kasus pidananya di PN Semarang, Kamis (5/3/2026). (bae) Chiko Pembuat Konten Cabul ‘Skandal Smanse’ Dihukum 1 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa
Next Article Wali Kota Solo, Respati Ardi. Solo Masuk Top 3 Pelayanan Publik Terbaik Nasional, Respati: Bukti Kerja Keras Pemkot

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bayi Keringatan Saat Menyusu, Jangan Dianggap Sepele

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap rencana Tax Amnesty Jilid III. Ia menilai kebijakan itu bisa merusak kredibilitas pemerintah dan justru memberi insentif bagi wajib pajak nakal.

Purbaya Digoyang Isu Terima Suap

Abu Anak Krakatau Mulai Nyasar ke Jakarta

Jangan Anggap Sepele Gula Darah Drop Saat Olahraga

Ketua MPR RI Soroti 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi One Way di jalan tol untuk memperlancar arus lalu lintas selama arus mudik-arus balik Lebaran.
Info

Jangan sampai Terlewat! Jadwal One Way hingga Ganjil Genap Arus Balik Lebaran 2026

Maret 24, 2026
Hukum

Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan

April 29, 2026
Ilustrasi pengangguran.
Pendidikan

Lulusan Kampus dan Gen Z Nyumbang Pengangguran Paling Banyak pada 2025

September 18, 2025
Info

El Mencho Tewas, Meksiko Mendadak Mencekam Total

Februari 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?