BACAAJA, SALATIGA — Viral di media sosial (medsos) video mobil pikap 4×4 Mahindra Scorpio yang jadi kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih mogok di Jalan Lingkar Salatiga, Jawa Tengah (Jateng). Sontak, video ini mendadak jadi bahan omongan netizen.
Tentu saja omongan gak sedap ya. Yang diomongin bukan performa tangguh, tapi mobil baru kok sudah mogok di jalan.
“Piye iki Pak Prabowo iki. Iki lho mobile Koperasi Desa Merah Putih mogok. As-e tugel. (Bagaimana ini Pak Prabowo. Ini lho mobil Kopdes Merah Putih mogok. As-nya patah),” kata perekam video, yang diunggah akun @feedgramindo.
Bacaaja: 71 Kopdes Merah Putih di Boyolali Dapat “Senjata Baru”: Pikap Buat Gas Ekonomi Desa
Bacaaja: Menteri Pigai Sebut Penolak MBG & Kopdes Anti-HAM, Singgung Orang Jahat
Kejadian ini langsung bikin netizen angkat alis. Banyak yang mempertanyakan, gimana bisa kendaraan yang diproyeksikan jadi penopang aktivitas ekonomi desa justru bermasalah sejak awal pemakaian?
Di media sosial, komentar pun bermunculan. Mulai dari soal kualitas kendaraan, sampai dugaan apakah proses uji kelayakan sudah benar-benar maksimal sebelum didistribusikan.
“Sekelas bajaj, diimpor,” ujar akun @arejawatimur.
“KPK sdh tdk punya nyali kalau terkait dgn MBG dan Koperasi Merah Putih,” komentar @boyke_ft
Kejadian ini langsung memantik banyak pertanyaan dari publik. Nggak cuma soal mogoknya satu unit, tapi juga menyangkut hal yang lebih besar: apakah kendaraan ini benar-benar siap dipakai untuk menunjang program ekonomi desa?
Mulai dari kualitas unit, proses uji kelayakan sebelum distribusi, sampai kesiapan suku cadang dan layanan servis di Indonesia, semuanya ikut jadi sorotan.
Sementara, di sisi lain, Mahindra Scorpio sebelumnya diklaim mempunya spesifikasi yang nggak bisa dianggap remeh. Dibekali mesin mHawk dengan tenaga hingga 140 HP dan torsi 320 Nm, mobil ini diklaim punya tenaga cukup buat medan berat.
Sorotan makin tajam. Terlebih program pengadaan Mahdinra Scorpio ini digelontor dengan anggaran yang nggak kecil. Wajar kalau masyarakat berharap kendaraan yang disediakan benar-benar tangguh, siap kerja di lapangan, dan sesuai kebutuhan—bukan malah jadi sumber masalah baru.
Sampai sekarang, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait soal penyebab pasti mogoknya kendaraan tersebut. Termasuk, apakah akan ada evaluasi menyeluruh terhadap pengadaan dan kesiapan unit di lapangan. (*)

