BACAAJA, SEMARANG- Portal pembatas tinggi kendaraan di kawasan Jrakah tepatnya di Jalan Prof Hamka kini hanya tinggal kenangan. Besi pembatas yang belum lama berdiri itu ambruk sejak Sabtu, (2/5/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, setelah tersangkut truk kontainer.
Kini, sisa-sisa portal sudah disingkirkan ke pinggir jalan. Tidak ada lagi batang besi yang melintang di atas jalan seperti sebelumnya. Yang tersisa hanyalah bekas dan cerita dari fungsi portal yang sempat diharapkan bisa mengatur kendaraan bertonase dan bertinggi besar.
Baca juga: Portal BSB Ambruk, Solusi Setengah Matang? Pengendara: Niatnya Aman, Malah Bikin Rawan!
Dari informasi di lapangan, portal tersebut sebenarnya sudah mengalami kerusakan sejak sebelumnya ditabrak sebuah bus pariwisata. Struktur besinya patah cukup parah dan menipis, namun belum sempat diperbaiki.
“Waktu pertama ditabrak bus itu sudah patah parah, tapi belum diperbaiki,” ujar seorang petugas Dinas Perhubungan di lokasi yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (2/5/2026).
Tak Bertahan
Alih-alih diperbaiki total, portal justru difungsikan dengan tidak mempertimbangkan resikonya. Namun kondisi yang sudah rapuh membuatnya tak mampu bertahan lama. Saat sebuah truk kontainer melintas dan tersangkut, portal akhirnya benar-benar ambruk.
Peristiwa itu terjadi pada dini hari dan sempat mengganggu situasi di sekitar lokasi. Meski kini badan portal sudah dibersihkan dari tengah jalan, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan atau pembangunan ulang.
Baca juga: Pasang Portal, Cara Pemkot Jinakkan “Zona Horor” Silayur
Bagi warga dan pengguna jalan, portal Jrakah yang baru dibangun itu kini hanya menjadi kenangan singkat. Harapan akan adanya pembatas kendaraan yang efektif seolah pupus, berganti dengan kekhawatiran akan keselamatan dan ketertiban lalu lintas ke depan.
Pengguna jalan pun diimbau tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut, sembari menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait.
Akhirnya, portal ini ngajarin satu hal: kadang yang bukan kuat itu bukan besinya, tapi sabarnya warga nunggu perbaikan yang tak kunjung datang. (dul)

