Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 22 Desa Lenyap Diterjang Banjir Sumatera, Aceh Paling Parah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

22 Desa Lenyap Diterjang Banjir Sumatera, Aceh Paling Parah

R. Izra
Last updated: Desember 29, 2025 7:49 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11/2025).
Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11/2025).
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Bencana alam kembali ninggalin luka dalam. Sebanyak 22 desa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilaporkan hilang setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor.

Desa-desa itu bukan sekadar rusak—benar-benar tersapu. Hilang tak tersisa.

Bacaaja: Penanganan Belum Rampung, Aceh Kembali Direndam Banjir Setinggi 2 Meter
Bacaaja: Kini Giliran Papua, Banjir Bawa Kayu Gelondongan Hancurkan Jembatan

Hal ini disampaikan langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam konferensi pers penanganan bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

“Total desa yang hilang ada 22. Aceh 13 desa, Sumatera Utara 8 desa, dan Sumatera Barat 1 desa,” ujar Tito.

Aceh paling terpukul

Aceh jadi wilayah dengan dampak terberat. Bukan cuma desa yang lenyap, tapi juga ribuan kantor desa ikut terdampak.

Totalnya mencapai 1.580 kantor desa di tiga provinsi:

  • Aceh: 1.455 kantor desa
  • Sumatera Utara: 93
  • Sumatera Barat: 32

Wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang disebut sebagai titik paling parah, dengan lebih dari 800 desa terdampak. Dampaknya jelas: pemerintahan desa lumpuh, layanan publik terhenti, dan warga kehilangan pegangan administratif di tengah krisis.

Melihat kondisi itu, Kemendagri nggak mau tinggal diam. Tito menegaskan, menghidupkan kembali pemerintahan desa adalah kewajiban negara.

Langkah konkretnya, 1.054 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) akan dikirim langsung ke Aceh mulai 3 Januari 2026.

Misi mereka?

  • Membantu memulihkan pemerintahan desa
  • Mendampingi warga terdampak
  • Mengurus layanan administrasi yang lumpuh

Para praja ini bakal bertugas selama satu bulan penuh, dan program ini masuk dalam kurikulum mereka—ibarat KKN versi bencana.

“Mereka berhadapan langsung dengan permasalahan nyata sambil membantu masyarakat,” kata Tito.

Lebih dari sekadar angka

Di balik angka 22 desa yang hilang, ada ribuan warga yang kehilangan rumah, identitas, dan rutinitas hidup. Bencana ini bukan cuma soal alam yang murka, tapi juga soal bagaimana negara hadir di saat paling genting.

Pengiriman praja IPDN jadi sinyal bahwa pemulihan bukan cuma bangun ulang fisik, tapi juga menghidupkan kembali pemerintahan dan harapan warga desa.

Karena setelah banjir surut, yang paling dibutuhkan bukan cuma bantuan logistik—tapi kehadiran negara yang nyata di lapangan. (*)

You Might Also Like

Kocak, Dikira Brankas, Ternyata Oven: Penggeledahan KPK Bikin Geger Warga

Jurus Rahasia Eksistensi Warung Madura, Singgung Jalur Tak Lazim

Tabrakan Kereta Banyak Makan Korban Jiwa, DPR Sorot Gagalnya Sistem Keselamatan

Ketua DPRD Jateng: Musrenbang Jangan Cuma Rapi di Kertas

Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

TAGGED:acehbanjir sumateradesa hilangheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi bonus demografi. Lapangan Kerja Seret, Bonus Demografi Indonesia Malah Berubah Jadi Bencana? 
Next Article Ilustrasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Partai Orba ‘Ngotot’ Pilkada Balik ke DPRD, Ini Parpol yang Merapat Masuk Barisan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAK TERDAFTAR BPJS--Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Mohamad Irfan menjelaskan data kepesertaan BPJS dalam rapat koordinasi di Semarang, Kamis (25/6/2026). (bae)

Wah! Ada 458 Ribuan Pekerja Semarang Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

RAPAT BERSAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng paparan dalam rapat bersama organisasi perangkat daerah. (bae)

No Debat! Agustina: Lunas Iuran BPJS Jadi Syarat Ikut Tender di Pemkot Semarang

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SEKJEN PDIP - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (ist)
Info

PDIP Bersuara Keras soal Kertajati: Jangan Sampai RI Diam-diam Jadi Halaman Belakang AS

Juni 2, 2026
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menerima cedera mata dari Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Loji Gandrung, Jumat (14/1/2026).
Daerah

Sajikan Kuliner Khas Solo, Respati Jajaki Kolaborasi Kota Berseri Bareng Wakil Walkot Bogor

Januari 16, 2026
Daerah

Nawal Yasin Dorong Muslimat NU Terus Bersinergi Bangun Jateng

Oktober 19, 2025
Hukum

Info Paling Gress Dugaan Aliran Dana RK ke Aura Kasih

Desember 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 22 Desa Lenyap Diterjang Banjir Sumatera, Aceh Paling Parah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?