Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lapangan Kerja Seret, Bonus Demografi Indonesia Malah Berubah Jadi Bencana? 
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Lapangan Kerja Seret, Bonus Demografi Indonesia Malah Berubah Jadi Bencana? 

R. Izra
Last updated: Desember 29, 2025 7:13 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi bonus demografi.
Ilustrasi bonus demografi.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Indonesia sering disebut lagi panen bonus demografi. Bonus demografi yang dianggap sebagai berkah, bisa berubah jadi bencana mengerikan.

Di balik jargon manis ‘berkah bonus demografi’, ada fakta pahit yang mulai kelihatan jelas: anak mudanya justru banyak yang tertinggal.

Data terbaru menunjukkan, lebih dari 20 persen anak muda Indonesia masuk kategori NEET—nggak kerja, nggak sekolah, dan nggak ikut pelatihan.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam yang masih di bawah 15 persen.

Bacaaja: Selamat Datang di Republik Impornesia: Negeri Seribu Produk China!
Bacaaja: PLN Gandeng Danantara, Energi Hijau Nggak Cuma Wacana

Singkatnya, negara lain lagi ngebut, Indonesia malah banyak yang bengong di pit stop.

Direktur Kolaborasi Internasional INDEF, Imaduddin Abdullah, blak-blakan menyebut kondisi ini bukan lagi sekadar candaan.

“Selama ini kita bilang bonus demografi, bahkan bercandaan demografi. Tapi sekarang ini sudah makin nyata, kita justru masuk ke arah bencana demografi,” kata Imaduddin, Senin (29/12/2025).

Masalah utamanya ada di transisi pendidikan ke dunia kerja yang lemah. Anak muda lulus sekolah atau kuliah, tapi jalur masuk ke dunia kerja nggak jelas. Pelatihan minim, link industri putus, skill nggak nyambung kebutuhan pasar.

Padahal, harusnya anak muda jadi mesin utama ekonomi.

Ekonomi tumbuh, tapi anak muda nggak ikut ngebut

Ironisnya, ekonomi Indonesia tetap tumbuh dan industrialisasi jalan. Tapi pertumbuhan itu nggak nyambung ke generasi muda.

Industri berkembang, tapi:

  • pelatihan berbasis industri minim
  • upgrading skill lambat

teknologi nggak diiringi peningkatan kualitas tenaga kerja

Akibatnya, anak muda seperti cuma jadi penonton di negeri sendiri.

Masalah makin serius ketika bicara produktivitas. Nilai tambah per pekerja industri Indonesia kalah dari negara tetangga.

Bahkan China, yang pada 1998 produktivitas industrinya masih di bawah Indonesia, kini hampir dua kali lipat lebih tinggi.

“Ini tanda industrialisasi kita nggak diiringi pendalaman teknologi dan keterampilan,” tegas Imaduddin.

Kalau produktivitas mandek, dampaknya jelas:

  • upah riil susah naik
  • daya saing makin tipis
  • pekerja makin tertekan

Lapangan kerja seret, kualitas kerja dipertanyakan

Yang lebih ngeri, Indonesia mulai masuk fase jobless industrialization: industri tumbuh, tapi lapangan kerja nggak ikut nambah.

Sektor manufaktur makin padat modal, bukan padat karya. Bahkan sektor yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja—seperti tekstil dan industri kayu—justru pertumbuhannya di bawah ekonomi nasional. Industri kayu malah sempat tumbuh negatif.

Artinya, makin banyak orang kerja setengah-setengah, sementara pekerja penuh waktu justru menyusut.

Pemerintah memang menyebut angka pengangguran menurun. Tapi menurut Imaduddin, angka itu menipu kalau nggak dilihat kualitasnya.

Upah riil stagnan, pekerja setengah menganggur naik, dan pekerjaan yang tersedia makin rapuh.

“Angkanya mungkin bagus, tapi kualitas tenaga kerja dan lapangan kerja sebenarnya tidak seindah yang ditampilkan,” ujarnya.

Alarm keras buat masa depan anak bangsa

Kalau kondisi ini dibiarkan, Indonesia bisa turun kelas. Dari yang dulu bersaing dengan China dan Thailand, ke depan bisa terjebak bersaing dengan negara berupah murah seperti Bangladesh, Pakistan, atau Ethiopia.

Bonus demografi seharusnya jadi senjata pamungkas. Tapi tanpa perbaikan serius di pendidikan, pelatihan, dan industrialisasi berbasis skill, bonus itu bisa berubah jadi bom waktu.

Dan kalau itu meledak, generasi muda yang pertama kena dampaknya. (*)

You Might Also Like

Waspadai Modus Ini! Propaganda Teror Menyebar dari Medsos ke Grup Privat

Sampah di Jateng Mau Diolah Jadi Bahan Bakar Pabrik Semen, Gimik Atau Realita?

Puluhan Anak Jateng Terpapar Konten Ideologi Kekerasan, Kapolda Bentuk Tim Khusus

Bencana di Mana-mana, Rencana Energi Indonesia Dinilai Nggak Nyambung

Hikayat Tari Soreng dan Sekarlele, Warisan Wuluh Nampu yang Terus Dijaga Anak Muda

TAGGED:bencana demografibonus demografijobless industrializationpengangguran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tim SAR gabungan melakukan penyelaman di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, untuk mencari pelatih Valencia dan 2 anaknya yang masih hilang. Detik-detik Kronologi Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Tewas di Labuan Bajo
Next Article Kondisi pascabanjir wilayah di Desa Hotagodang , Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (30/11/2025). 22 Desa Lenyap Diterjang Banjir Sumatera, Aceh Paling Parah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

900 Pelari, Rp 4,5 Miliar Ikut ‘Lari’ ke Desa

Iswar Dorong ITMI Perjuangkan Hak Tunanetra

Lintasan Baru KEK Batang Bikin Pereli Ketagihan

Sultan Agung Fun Run Diserbu Peserta, Ada yang Lari demi Scoopy

Sahoun Purwokerto, Langka tapi Rasanya Nampol

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Parrotfish atau ikan kakatua, penghasil pasir laut.
Tumbuh

Kamu Tahu Gak? Pasir di Pantai Itu dari Kotoran Ikan, Begini Faktanya

Desember 5, 2025
Ilustrasi keindahan Bali.
Tumbuh

Bali Kehilangan Mahkota! Phu Quoc Pulau di Vietnam Dinobatkan Jadi yang Terindah di Asia

Oktober 12, 2025
Ilustrasi masyarakat adat sedang berada di hutan.
Tumbuh

Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan

Oktober 17, 2025
Ilustrasi sawan dan lahan lahan pertanian.
Tumbuh

Sawah Bisa Jadi Senjata Rahasia Lawan Krisis Iklim, Kok Bisa?

November 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lapangan Kerja Seret, Bonus Demografi Indonesia Malah Berubah Jadi Bencana? 
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?