Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kamu Tahu Gak? Pasir di Pantai Itu dari Kotoran Ikan, Begini Faktanya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Kamu Tahu Gak? Pasir di Pantai Itu dari Kotoran Ikan, Begini Faktanya

R. Izra
Last updated: Desember 5, 2025 12:42 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Parrotfish atau ikan kakatua, penghasil pasir laut.
Parrotfish atau ikan kakatua, penghasil pasir laut.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Pernahkah kamu berdiri di tepi pantai, menatap hamparan pasir putih yang terasa hangat di telapak kaki?

Kita sering menganggap pasir adalah bagian wajar dari pantai—seolah ia muncul begitu saja bersama deru ombak.

Tapi ada cerita kecil yang jarang diketahui di balik jutaan butir pasir itu. Sebuah cerita tentang makhluk mungil yang bekerja dalam diam, tanpa sorotan, tanpa pujian.

Bacaaja: Putusan MK Bikin Lega: Masyarakat Bebas Berkebun di Hutan

Bacaaja: Paus Tutul Raksasa Nyasar ke Pantai Bunton, Warga Heboh Banget

Nama ikannya parrotfish, atau di Indonesia sering disebut ikan kakatua karena paruhnya yang mirip burung berwarna cerah. Setiap hari ikan ini menggigit terumbu karang untuk memakan alga yang menempel di permukaannya.

Karang yang keras dan rapuh itu tidak bisa dicerna tubuhnya, sehingga digiling halus di dalam mulut dan tenggorokannya, lalu dikeluarkan kembali sebagai butiran pasir yang lembut.

Tidak tanggung-tanggung, seekor parrotfish dewasa bisa menghasilkan hampir 90 kilogram pasir dalam setahun.

Artinya, sebagian pantai indah yang kita banggakan—dari Bali sampai Raja Ampat—sebenarnya adalah hasil kerja tak terlihat dari ikan kecil yang mungkin tidak pernah kita perhatikan.

Namun perannya tidak berhenti di situ. Dengan memakan alga, parrotfish membantu terumbu karang tetap sehat. Tanpa mereka, alga akan menutupi permukaan karang dan membuatnya mati perlahan.

Jadi selain menciptakan pasir, mereka juga menjaga ekosistem yang menjadi rumah bagi ribuan spesies laut.

Kadang aku berpikir, betapa ironisnya dunia ini: seekor ikan kecil bekerja setiap hari membangun pantai yang kita tinggali, sementara manusia—yang mengaku makhluk paling mulia—justru sering merusaknya dengan tangan sendiri.

Kita menebang mangrove, menimbun pantai, membuang sampah ke laut, dan lalu mengeluh saat abrasi datang menghantam daratan.

Parrotfish tidak pernah pidato soal pelestarian lingkungan. Ia tidak perlu poster kampanye atau undangan konferensi. Ia hanya melakukan perannya dengan tenang, konsisten, dan penuh manfaat.

Alam memberi pelajaran tanpa banyak bicara: bahwa hal-hal besar sering dibangun oleh tangan-tangan kecil yang bekerja tulus dalam senyap.

Mungkin sudah waktunya kita belajar dari ikan kecil itu.

Untuk berhenti merasa paling berjasa, dan mulai memberi kontribusi nyata meski sederhana.

Karena dunia ini tidak berubah oleh teori, tapi oleh tindakan kecil yang dilakukan terus-menerus.

Dan lain kali ketika kakimu menjejak pasir putih, coba berhenti sejenak. Rasakan butirnya di sela-sela jarimu—barangkali di sana tersimpan jejak kerja panjang sebuah kehidupan kecil yang mengajarkan arti kebermanfaatan tanpa suara. (dul)

You Might Also Like

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

Aksi Demontrasi Pati Tuntut Bupati Sudewo Mundur Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Sudewo Tersangka Dobel Kasus di KPK: Gak Cukup Terjerat OTT, Kena Suap Proyek Kereta Juga

Abah Khan Pakai Kaus ‘Ngopeni-Nglakoni’ saat Diserahkan, Kiai Semarang Cabuli Santri

Satu Tahun Agustina-Iswar: Klaim Mulai Bisa Jinakkan Banjir

TAGGED:headlineikan kakatuakotoran ikanparrotfishpasir
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi kelaparan. (grafis/wahyu) Lagi Bokek Sampai Kelaparan? Amalkan Doa Ini Sebelum Terlambat
Next Article Puan: Transformasi Harus Pelan tapi Nempel

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAMBUT PELARI--Pasukan Keraton Kasunanan Surakarta menyambut pelari Soekarno Run SOC 2026, Minggu (28/6/2026). (bae)

Soekarno Run SOC 2026 Pecah! 7.500 Pelari Disambut Prajurit Keraton Solo

PERSIAPAN BERLARI--Ribuan pelari Soekarno Run 2026 memadati Alun-Alun Utara Keraton Surakarta, Minggu (28/6/2026). (bae)

Solo Pagi Ini Disambut Ribuan Pelari Soekarno Run 2026

Ekonomi Syariah Jangan Berhenti di Buku Pelajaran, Harus Jadi Kebiasaan di Sekolah

Rahasia Burung Migran Tetap Melaju, Tidur Pun Bisa Dilakukan di Langit

Babak Panjang Razman Berakhir, Kini Jalani Vonis di Cipinang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

DPRD Minta Plaza Simpang Lima Dihidupkan Lagi

Januari 31, 2026
Info

Satu OPD Satu Desa: 30 Rumah Langsung Kinclong

Februari 16, 2026
Plesir

Lebaran ke Solo? Jangan Lupa Mampir ke Safari Raya Festive

Maret 17, 2026
Daerah

Tanahnya Nggak Ambles, Tapi Jalan Pelan, Pemprov: Tegal Alami Fenomena “Creeping”

Februari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kamu Tahu Gak? Pasir di Pantai Itu dari Kotoran Ikan, Begini Faktanya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?