Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Antisipasi Hantavirus, Pemprov Edukasi Nakes
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Antisipasi Hantavirus, Pemprov Edukasi Nakes

Belum selesai drama harga kebutuhan naik, sekarang warga diminta kenalan lagi sama penyakit bernama Hantavirus. Tenang, ini bukan virus baru dari film zombie. Tapi Dinkes Jateng bilang masyarakat tetap harus waspada, terutama kalau rumah mulai lebih sering didatangi “tamu” berekor panjang alias tikus.

T. Budianto
Last updated: Mei 20, 2026 8:53 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Zulfachmi Wahab. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng meminta masyarakat nggak buru-buru panik soal Hantavirus. Sampai Mei 2026, Dinas Kesehatan Jateng memastikan belum ada kasus positif baru ditemukan di wilayah Jateng.

Meski begitu, warga diminta tetap hati-hati karena penyakit ini bisa muncul dari lingkungan yang kurang bersih dan banyak populasi tikus. Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Zulfachmi Wahab menjelaskan, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama lewat tikus dan celurut.

“Hantavirus ini penyakit lama yang muncul lagi. Terakhir ditemukan di Jawa Tengah pada 2023,” katanya, Selasa (19/5/2026). Menurut Zulfachmi, penularannya bisa terjadi lewat air liur, urine, dan kotoran tikus yang terinfeksi.

Baca juga: Adakah Vaksin Hantavirus?

Yang bikin ngeri, manusia bisa tertular bukan cuma karena menyentuh langsung, tapi juga karena menghirup partikel kering yang beterbangan di udara.

Makanya area dengan populasi tikus tinggi seperti pelabuhan jadi titik rawan yang diawasi. Kasus terakhir di Jateng sendiri dulu ditemukan di wilayah pelabuhan Kabupaten Demak.

Gejala awal Hantavirus kadang mirip penyakit biasa, mulai dari demam, nyeri dada, sakit perut, gangguan buang air kecil, sampai muncul bercak merah di mata. Tapi kalau telat ditangani, virus ini bisa berujung perdarahan hingga gagal ginjal. “Kalau ada gejala seperti itu segera periksa ke fasilitas kesehatan,” ujar Zulfachmi.

Deteksi Dini

Dinkes Jateng juga mulai gerak cepat dengan mengedukasi tenaga kesehatan di seluruh daerah. Sebanyak 883 puskesmas bakal dikumpulkan lewat program “Jumat Pintar” untuk memperkuat pemahaman soal deteksi dini Hantavirus.

Selain itu, delapan rumah sakit milik Pemprov Jateng juga sudah disiagakan kalau sewaktu-waktu muncul kasus mencurigakan. Tiga rumah sakit utama rujukan yakni RS dr Adhyatma MPH Semarang, RS Prof Dr Margono Purwokerto, dan RS Dr Moewardi Surakarta.

Baca juga: Awalnya Kayak Flu Biasa, Hantavirus Tiba-Tiba Bikin Paru Kacau

Sayangnya sampai sekarang belum ada vaksin untuk Hantavirus. Tapi kabar baiknya, penyakit ini bisa disembuhkan kalau cepat dikenali dan segera ditangani.

Karena itu masyarakat diminta mulai rajin menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, rutin cuci tangan, dan memakai alat pelindung kalau berada di area yang banyak tikusnya.

Soalnya kadang masalah terbesar bukan virusnya dulu. Tapi kebiasaan manusia yang baru panik setelah tikus lebih bebas lewat daripada penghuni rumah sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Bekas Gubernur Jabar Ridwan Kamil Diperiksa KPK: Biar Cepet Clear!

Akhirnya Sejoli Aktivis Dera-Munif Keluar dari Tahanan

Ribuan Warga Mengungsi, Hujan Deras Bikin Sukabumi Kewalahan

4 Duta Baca Semarang Terpilih, Ada Siswa SD hingga Mahasiswa

13 Titik Rawan Bencana dan 39 Perlintasan KA Tanpa Penjaga jadi Perhatian Serius Daop 4

TAGGED:dinkes jatenghantavirusheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Pemprov Gencarkan “Kencan Bumil”
Next Article SPMB SMA/SMK Resmi Dibuka, Luthfi: No Titip, No Jastip

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

HP Infinix Note 60 yang bisa tersambung dengan satelit saat sinyal hilang.
Info

Infinix Note 60: HP Murah Gak Bikin Kamu Tersesat, Bisa Nyambung Satelit Anti-Lost Contact!

Januari 20, 2026
Sirkular

DPR Soroti Lambatnya Pembangunan Pembangkit EBT

Agustus 5, 2025
Tentara bayaran Rusia dalam perang melawan Ukraina, Satria Arta Umbara, menangis ingin jadi WNI lagi.
Unik

Tentara Bayaran Rusia Nangis-nangis Ingin Jadi WNI (Lagi)!

Juli 22, 2025
Ilustrasi perampokan, pelaku bersenjata tajam. (grafis/wahyu)
Hukum

Kades Ungkap Detik-detik Perampokan Rumah Juragan Sate di Boyolali, Satu Anak Tewas

Januari 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Antisipasi Hantavirus, Pemprov Edukasi Nakes
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?