Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bisyarah di Semarang Nambah Banyak, Negara Ikut Patungan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Bisyarah di Semarang Nambah Banyak, Negara Ikut Patungan

Di kota yang kelihatan tenang, ada banyak orang yang kerja tanpa tepuk tangan. Mereka jarang tampil di baliho, apalagi headline. Tapi di 2026 ini, Pemkot Semarang ngasih sinyal jelas: yang ngurus harmoni umat nggak boleh terus kerja sendirian.

T. Budianto
Last updated: Januari 6, 2026 1:23 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMPAIKAN ARAHAN: Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mewakili Wali Kota menyampaikan arahan pada Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (3/1/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Tahun 2026 baru seumur jagung, tapi Pemkot Semarang sudah tancap gas lewat kebijakan yang langsung nyentuh akar rumput. Bantuan operasional untuk pelayan umat atau tali asih (bisyarah) resmi diperluas. Bukan sekadar nambah nama, tapi juga melonjak 56,7 persen.

Pengumuman itu disampaikan saat Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (3/1/2026). Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng yang diwakili Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menyampaikan langsung kabar ini di hadapan peserta upacara.

Kalau pada 2025 penerima bisyarah tercatat 6.572 orang, kini di 2026 jumlahnya naik signifikan jadi 10.297 penerima. Yang kebagian bukan satu-dua profesi, tapi para penjaga ritme sosial kota: guru ngaji, pengelola rumah ibadah, perawat jenazah, hingga pelayan umat yang selama ini kerja senyap tapi efeknya panjang.

Baca juga: Ribuan Guru, Marbot, hingga Perawat Jenazah Kini Dapat Bisyarah dari Pemkot Semarang

“Penambahan ini bentuk kehadiran negara. Mereka yang menjaga nilai keagamaan, kerukunan sosial, dan harmoni di masyarakat harus mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah daerah,” kata Iswar.

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan tema besar HAB ke-80 Kemenag: “Umat Rukun, Indonesia Maju.” Karena kota yang damai itu bukan cuma soal jalan mulus dan gedung tinggi, tapi juga soal orang-orang yang tiap hari merawat ketenangan sosial dari balik layar.

Terus Diperkuat

Iswar juga menegaskan, kolaborasi antara Pemkot Semarang dan Kementerian Agama bakal terus diperkuat. Targetnya jelas: kebijakan keagamaan jangan berhenti di atas kertas, tapi benar-benar sampai ke tangan mereka yang bekerja langsung di tengah masyarakat.

“Hubungan Pemkot dan Kemenag sudah terjalin baik. Ke depan akan terus kita dorong lewat inovasi pelayanan supaya manfaatnya makin dirasakan warga,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Hafiz Terima Tali Asih dari Pemprov Jateng, Setiap Santri Dapat Rp1 Juta

Lebih jauh, peringatan HAB ke-80 ini jadi momen refleksi untuk membangun ekosistem sosial-keagamaan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Kota Semarang. “Inilah esensi Hari Amal Bhakti: menghargai pengabdian dan menjaga persaudaraan agar tetap kokoh,” pungkas Iswar.

Kadang yang paling rajin jaga ketenangan kota justru yang paling jarang disorot. Untungnya, di Semarang tahun ini, pengabdian nggak cuma dibalas doa, tapi juga anggaran. (tebe)

You Might Also Like

UHC Jateng Tembus 98,68%, Tapi Banyak yang Belum Aktif Bayar BPJS! Yuk, Disiplin Bareng!

Banjir di Tembalang, Pemkot Perkuat Tanggul Kali Babon

95 Persen RT di Semarang Serbu Dana Rp25 Juta, Sisanya Pilih Nunggu Dulu

WFA Boleh Jalan, Tapi ASN Semarang Nggak Bisa “Ngilang”

Pemuda Banjarnegara Tampil Berani, Suarakan Harapan hingga Senja di Gedung DPRD

TAGGED:bisyarahpemkot semarangtali asih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tali Asih Penghafal Alquran Balik Lagi di 2026
Next Article PSIS Datangkan Mario Londok

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Polisi Ungkap Napi Lapas Sragen Kendalikan Peredaran Sabu di Solo

ANJING RAKSASA - Denver seekor anjing berjenis Alaskan Malamute berusia 2 tahun asal Semarang dengan bobot sekitar 70 kilogram Foto bersama pemilik Lily Harts, Minggu (27/9/2026). (dul)

Denver si Selebdog Malamute Raksasa Asal Semarang, Popularitasnya Jadi Jalan Berbagi

PENIPUAN - Ilustrasi pelaku penipuan sedang beraksi.

Sial! Rela Bayar Rp380 Juta Demi Anak Masuk UI, Ujungnya Kena Tipu

BANTAL KUCING - Dina memegang bantal bergambar kucing buatan tangannya sendiri, Minggu (27/9/2026). Sebagian keuntungan dari jualan bantal kucing itu digunakan untuk memberi makan kucing jalanan. (dul)

Kisah Dina Rawat Kucing-kucing Terlantar, Andalkan Cuan dari Jualan Bantal Bergambar Meong

Gubes UGM: Kuliah Gratis Jangan Cuma PTN

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Palang Sudah Turun, Gas Masih Naik: Drama Harian di Perlintasan Jrakah

Mei 5, 2026
Daerah

Lelaki Misterius Jeruklegi Terseret Pasundan, Warga Gempar

November 24, 2025
Info

Agustina Ingin Festival Semarang Go Internasional

Agustus 16, 2026
Olahraga

Akhiri Dominasi Solo, Semarang Juara Umum Peparpeda Jateng 2026

Agustus 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bisyarah di Semarang Nambah Banyak, Negara Ikut Patungan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?