BACAJA, SEMARANG– Kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang sukses menjadi juara umum Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Tengah 2026. Torehannya tak main-main: tujuh medali emas, empat perak, dan lima perunggu.
Capaian tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Kota Surakarta yang sebelumnya empat kali berturut-turut menjadi juara umum. Prestasi itu juga menjawab target Pemkot Semarang saat melepas 25 atlet pelajar untuk berlaga pada empat cabang olahraga, yakni para atletik, para tenis meja, para bulutangkis, dan para renang. Tahun ini, Peparpeda Jateng digelar di Surakarta pada 21-23 Agustus 2026.
Ketua NPCI Kota Semarang Nur Solikin mengatakan, gelar juara umum tersebut bukan hasil yang datang tiba-tiba. Para atlet menjalani proses latihan hampir enam bulan. Latihan digelar rutin tiga kali dalam sepekan dengan dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang.
Baca juga: Keterbatasan Bukan Penghalang Prestasi, Bupati Temanggung Apresiasi 3 Atlet ASEAN Para Games
“Hasil juara umum atau juara satu tersebut cukup membuktikan bahwa proses pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh NPCI, yang juga dipandu oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, cukup berhasil,” kata Nur.
Di balik tujuh emas yang berhasil dikumpulkan, ada proses panjang yang dijalani para atlet pelajar. Mulai dari latihan rutin, pembinaan, hingga persiapan menghadapi pertandingan.
Kota Inklusif
Bagi Pemkot Semarang, prestasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kota yang lebih inklusif. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menilai capaian para atlet menunjukkan bahwa setiap anak punya peluang untuk berkembang ketika diberikan ruang dan kesempatan yang sama.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi ketika mendapat ruang, dukungan, dan kesempatan yang sama. Saya berharap keberhasilan para atlet ini menjadi inspirasi bagi anak-anak penyandang disabilitas lainnya untuk berani mengejar cita-cita,” ujar Agustina.
Komitmen menghadirkan ruang yang lebih inklusif juga terus dilakukan Pemkot Semarang di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, misalnya, Pemkot Semarang menyediakan jalur afirmasi bagi penyandang disabilitas dalam Pra-SPMB 2026.
Sementara melalui Rumah Inspirasi, pemerintah kota menyediakan wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan lebih aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Baca juga: Respati Siap Jamin Karier Atlet Disabilitas Solo, Diperhatiaan Nggak Cuma Pas Lagi Jaya
Euforia juara umum belum lama dirasakan, NPCI Kota Semarang kini sudah harus mengalihkan fokus. Target berikutnya adalah Pekan Paralimpik Provinsi atau Peparprov Jateng yang dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada November 2026.
Ajang tersebut akan melibatkan kontingen dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Selain memburu prestasi, Kota Semarang juga akan menghadapi tantangan sebagai tuan rumah. Kota ini dituntut membuktikan diri sebagai penyelenggara yang ramah, nyaman, dan aksesibel bagi para penyandang disabilitas.
Jadi, kemenangan di Peparpeda bukan garis finis. Justru ini bisa menjadi pemanasan menuju tantangan yang lebih besar. Sebab inklusif memang tidak cukup ditulis di spanduk atau masuk materi sambutan. Yang paling penting, kesempatan itu benar-benar dibuka, dan ketika dibuka, tujuh emas Semarang membuktikan bahwa prestasi bisa datang dari siapa saja. (tebe)

