Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Makin Pede Jadi Kota Sinema
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Makin Pede Jadi Kota Sinema

Bukan cuma punya bangunan heritage dan kuliner yang bikin rindu, Semarang kini ingin dikenal sebagai rumah baru bagi industri film nasional. Pemkot Semarang pun tancap gas memperkuat identitas sebagai "Kota Sinema" dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para sineas untuk berkarya.

T. Budianto
Last updated: Juli 24, 2026 11:29 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
NONTON BARENG: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng didampingi aktor Ariyo Wahab menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara Meet and Greet sekaligus nonton bareng film Takkan Kubiarkan Kau Menangis di XXI Citraland Mall Semarang, Rabu (22/7/2026) malam. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemkot Semarang terus mendorong penguatan ekosistem perfilman dengan memantapkan posisi Kota Semarang sebagai Kota Sinema.

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri acara Meet and Greet sekaligus nonton bareng film Takkan Kubiarkan Kau Menangis di XXI Citraland Mall Semarang, Rabu (22/7/2026) malam.

Kehadiran Agustina bersama jajaran Pemkot Semarang, tim produksi, dan para pemain film menjadi sinyal bahwa Pemkot ingin menjadikan Semarang sebagai salah satu destinasi utama produksi film di Indonesia.

Menurut Agustina, Semarang tidak hanya menawarkan keindahan kota, tetapi juga memiliki ekosistem kreatif yang siap mendukung proses produksi film dari awal hingga akhir.

Baca juga: Layar Pendek, Mimpi Panjang dari Semarang

“Kami sangat terbuka dan siap memberikan dukungan penuh bagi para sineas yang ingin berkarya di kota ini. Kehadiran film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi bukti bahwa Kota Semarang memiliki magnet kuat, baik dari sisi sudut kota maupun kesiapan ekosistem kreatifnya untuk mendukung produksi film nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Semarang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan rumah produksi maupun komunitas perfilman agar semakin banyak karya layar lebar yang mengambil latar Kota Semarang.

Selain memperkuat industri kreatif, langkah tersebut juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi talenta lokal untuk terlibat sebagai kru, pemain pendukung, maupun tenaga kreatif lainnya.

“Kami berharap kolaborasi dengan para sineas seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak karya hebat lahir dan mengambil latar di Kota Semarang,” katanya.

Mengaku Terkesan

Sementara itu, aktor utama film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ariyo Wahab mengaku terkesan dengan suasana Kota Semarang selama proses produksi yang berlangsung selama 24 hari.

Menurutnya, karakter kota yang kuat membuat proses pengambilan gambar menjadi lebih hidup dan mendukung kebutuhan cerita. “Semarang adalah kota yang sangat autentik dengan karakter yang kuat. Atmosfer kota dan keramahan lingkungan kerjanya sangat mendukung proses kreatif kami selama produksi,” ungkap Ariyo.

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis merupakan drama keluarga yang mengangkat kisah emosional dengan berbagai pesan moral. Seluruh proses syuting memanfaatkan sejumlah sudut Kota Semarang sekaligus melibatkan sineas dan talenta lokal sebagai bagian dari tim produksi.

Baca juga: Saat Anak Muda Semarang Diajak Bikin Film

Pemkot berharap semakin banyak produksi film nasional memilih Semarang sebagai lokasi syuting sehingga mampu menggerakkan ekonomi kreatif, pariwisata, hingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Melalui penguatan identitas Kota Sinema, kita ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi sineas lokal untuk bertumbuh dan berkiprah di tingkat nasional, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Semarang,” pungkas Agustina.

Kalau dulu Semarang sering cuma kebagian jadi latar perjalanan kereta, kini kota ini ingin naik kelas menjadi pemeran utama di layar lebar. Tinggal menunggu, apakah industri film benar-benar menjadikannya rumah, bukan sekadar lokasi singgah syuting. (tebe)

You Might Also Like

Raffinha Balik Lagi, Misi Naikin PSIS ke Super League Belum Kelar

Jalur Pantura Semarang Lumpuh Diterjang Banjir

Belanda Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Tewaskan 911 Orang

Jelang Pawai MTQ, PKL Depan Kantor Gubernur Jateng Disterilkan

Enam Laga Terakhir Jadi “Ujian Nasib” PSIS

TAGGED:agustina wilujengheadlinekota sineaspemkot semarangSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SETIA PDIP - Mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) menegaskan setia kepada PDIP, tak berpindah partai. Diterpa Isu Loncat ke PSI, Hendi Bertemu Hasto Tegaskan Setia kepada PDIP
Next Article Turunkan 40 Atlet, Kudus Bidik Juara Umum Kapolresta Cup Xiangqi Patiraya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

PENGURAI MASSA: Tim pengurai massa dari kepolisian siaga di Simpang Lima Semarang untuk membubarkan paksa massa aksi, Kamis (22/10/2026) malam. (bae)

LBH: Tim Hukum dan Paramedis Jadi Korban Kekerasan Polisi saat Demo Semalam

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Komisi B DPRD Jateng Dorong Digitalisasi Koperasi

Juli 3, 2026
Info

Kayuh Pelan, Mimpi Jalan: Tempe Mengantar Haji Mbah Kasidah

April 25, 2026
Sepak Bola

Asia Auto Login Penonton! 16 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap

Juli 4, 2026
PROTES MBG - Sejumlah perempuan menggelar aksi protes dan kritik terhadap MBG dengan cara memasak bersama di depan Gedung DPRD Jateng. (dul)
Info

Demo Memasak di Depan DPRD Jateng, Cara Kreatif Perempuan Semarang Kritik MBG

Juni 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Makin Pede Jadi Kota Sinema
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?