BACAAJA, SEMARANG– Jateng kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Kali ini soal keberhasilan menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadikannya sebagai provinsi dengan jumlah peserta tertinggi di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus saat rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen, kemarin.
Menurut Benjamin, program CKG secara nasional telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Dari total lebih dari 43,6 juta pendaftar, sebanyak 42,2 juta orang sudah hadir dan mendapatkan layanan kesehatan. Namun dari angka tersebut, Jateng masih menjadi “juara kelas”.
Baca juga: Apresiasi Program Speling, Saleh: Perluas hingga Masuk Desa Terpencil
“Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jateng. Artinya edukasi ke masyarakat di provinsi ini sudah cukup baik karena sudah 10 juta orang lebih terlayani,” ujar Benjamin. Capaian itu bahkan meninggalkan provinsi-provinsi besar lain di Pulau Jawa. Jatim tercatat berada di angka sekitar 6,8 juta peserta, sementara Jabar sekitar 5,2 juta peserta.
Bagi Kementerian Kesehatan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan CKG di Jateng berjalan efektif dan mampu menjangkau masyarakat hingga lapisan bawah.
Di balik tingginya partisipasi warga, Pemprov Jateng ternyata punya “senjata” khusus bernama Speling atau Dokter Spesialis Keliling. Program unggulan itu dirancang untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat desa dengan cara menerjunkan dokter spesialis langsung ke lapangan.
Berbeda dengan pola layanan konvensional yang mengharuskan warga datang ke rumah sakit, melalui Speling justru dokter yang mendatangi masyarakat hingga pelosok desa.
Layanan Kesehatan
Program ini melibatkan seluruh rumah sakit daerah milik provinsi maupun kabupaten/kota. Bahkan sejumlah rumah sakit swasta juga ikut bergabung dengan mengirimkan tenaga dokter spesialis mereka.
Layanan yang diberikan pun cukup lengkap. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, deteksi tuberkulosis (TBC), skrining kanker serviks, pemeriksaan ibu hamil melalui layanan antenatal care (ANC), pemeriksaan kesehatan bagi penyandang disabilitas, hingga layanan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis kejiwaan.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, program tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat deteksi dini berbagai penyakit di tengah masyarakat.
Baca juga: Program Speling Jateng Sudah Layani 102 Ribu Warga
“Secara tidak langsung dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dan dijadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa,” kata Luthfi di Semarang, Rabu (10/6/2026).
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng per 10 Juni 2026 menunjukkan program Speling telah digelar sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar pada 454 kecamatan. Jumlah warga yang telah mendapatkan layanan mencapai 107.674 jiwa.
Dengan capaian tersebut, Jateng bukan hanya unggul dalam angka peserta CKG. Provinsi ini juga sedang membuktikan bahwa layanan kesehatan tak harus selalu menunggu warga datang ke rumah sakit.
Selama ini warga desa identik harus berangkat jauh untuk bertemu dokter spesialis. Kini justru dokter spesialis yang “blusukan” ke desa-desa. Kalau biasanya yang keliling saat kampanye adalah politikus, di Jateng yang keliling sekarang dokter. Bedanya, yang satu membawa janji, yang satu membawa alat pemeriksaan. (tebe)

