Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Saat Anak Muda Semarang Diajak Bikin Film
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Saat Anak Muda Semarang Diajak Bikin Film

Di tengah banjir konten 30 detik yang lewat begitu saja di media sosial, Kota Semarang justru mengajak anak muda bercerita lebih panjang lewat film.

T. Budianto
Last updated: Juni 7, 2026 6:54 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUTAN WALI KOTA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memberikan sambutan di ajang Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kabar baik buat para pemburu storyboard, pembuat film independen, hingga mahasiswa yang punya naskah mengendap di laptop. Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 resmi memasuki tahap Open Submission mulai 1 Juni 2026.

Melalui festival tahunan ini, Pemerintah Kota Semarang kembali membuka ruang kreatif bagi pelaku perfilman lokal maupun nasional. Tak sekadar lomba film pendek, LOFF tahun ini juga menghadirkan program pendanaan ide cerita atau Film Fund yang dikaitkan langsung dengan isu pembangunan daerah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan tema Film Fund tahun ini difokuskan pada isu “Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup”.

Menurutnya, dunia film dapat menjadi medium efektif untuk menyampaikan pesan-pesan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Tema kompetisi Film Fund tahun ini dikunci pada isu ketahanan pangan dan lingkungan hidup. Kami menantang sineas lokal untuk ikut mengampanyekan kemandirian sektor pangan dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sinema kreatif,” ujarnya.

Baca juga: Denok Kenang 2026: Bukan Soal Cantik dan Ganteng, Tapi Siapa yang Bisa “Jual” Semarang

Program Lawang Sewu Film Fund 2026 dikhususkan bagi komunitas film yang berbasis di Kota Semarang. Nantinya, seluruh proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim kurator hingga terpilih 10 ide cerita terbaik.

Sepuluh finalis tersebut akan mendapatkan kesempatan mengikuti Mini Lab atau kelas pendampingan intensif secara gratis bersama para sineas nasional. Dari sana, satu proposal terbaik akan dipilih untuk menerima dana stimulan produksi dari Pemkot Semarang agar dapat diwujudkan menjadi film utuh.

Tak hanya fokus pada sineas lokal, LOFF 2026 juga membuka kompetisi film pendek berskala nasional melalui program Lawang Sewu Film CompeAtition.

Kategori ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dari seluruh Indonesia. Film yang didaftarkan harus berupa karya fiksi berdurasi maksimal 15 menit dan diproduksi dalam rentang waktu 2024 hingga 2026.

Menariknya, tema yang diangkat untuk kompetisi nasional adalah “Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia”.

Mengangkat Semarang

Lewat tema tersebut, para peserta diajak mengangkat berbagai sisi Kota Semarang, mulai dari sejarah, budaya, pariwisata, identitas kota, hingga dinamika sosial masyarakat ke dalam karya visual yang kreatif dan relevan.

Pemkot Semarang menilai film pendek dapat menjadi sarana promosi daerah yang lebih efektif karena mampu menjangkau publik dengan pendekatan yang emosional dan dekat dengan generasi muda.

LOFF sendiri merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk membangun ekosistem perfilman yang sehat dan berkelanjutan di Kota Semarang. Festival ini melibatkan berbagai unsur mulai komunitas film, akademisi, pelaku industri kreatif, hingga pemerintah.

Harapannya, festival tersebut tidak hanya melahirkan sineas-sineas baru, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi sektor pariwisata, UMKM, hingga industri perhotelan dan jasa pendukung lainnya.

Pada malam puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026, sejumlah penghargaan bergengsi akan diperebutkan. Mulai dari Film Pendek Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Penyunting Terbaik, Pemeran Terbaik, hingga Film Pendek Favorit pilihan penonton.

Baca juga: Layar Pendek, Mimpi Panjang dari Semarang

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi, seluruh panduan teknis dapat diakses melalui situs resmi LOFF. Periode pendaftaran jalur Film Fund dibuka hingga 15 Juli 2026, sedangkan kompetisi film pendek nasional ditutup pada 1 September 2026.

Sebelum memasuki tahapan seleksi, rangkaian festival akan diawali dengan kegiatan Sosialisasi dan Lawang Sewu Talks pada 12-13 Juni 2026 mendatang. Agustina pun mengajak para sineas muda untuk tidak ragu mengirimkan karya terbaiknya.

“Jangan ragu untuk mulai berkisah, suarakan perspektif kalian secara jujur, dan manfaatkan kesempatan ini sebagai pintu masuk menuju industri sinema yang lebih luas,” katanya.

Di zaman ketika banyak orang berlomba membuat konten yang selesai ditonton dalam hitungan detik, LOFF justru mengingatkan bahwa sebuah cerita yang baik masih layak diberi waktu. Sebab kota bukan hanya kumpulan bangunan dan jalan raya, melainkan kisah-kisah yang menunggu direkam sebelum kalah cepat oleh algoritma. (tebe)

You Might Also Like

2 Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Total 3 TNI Gugur Diserang Militer Israel

Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus

Beasiswa Jalan Terus, Tapi Siswa Perokok Kena Sorotan KDM

Sepuluh Ide Cuan 2026 Buat Modal Tipis Aja

Festival Kota Lama 2025 Siap Pecah Banget! Dari Musik, Fashion, Sampai Kuliner Nostalgia, Semua Ada!

TAGGED:agustina wilujengfilm semarangheadlineLOFF 2026pemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Balik Jeruji Lapas Semarang, Cabai dan Harapan Mulai Bertunas
Next Article SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi pengemudi ojek online (ojol) sedang bekerja mengantar penumpang di tengah kepadatan arus lalu lintas kota.

Cerita dan Harapan Riyan, Ojol di Semarang yang Sambut Baik Revisi UU LLAJ

Akankah Kita Benar-Benar Kehabisan Udara Segar?

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)

PCNU Nias Serahkan Uang Rp250 Juta ke KPK, Diduga Terkait Risywah Muktamar NU di Jombang

PENANGKAPAN EKS-NAPITER -- Kolase foto eks-napiter pelaku pembakaran mi babi di Sukoharjo (kiri) dan petugas yang melakukan penangkapan. (ist)

Dua Polisi Terluka saat Tangkap Eks-Napiter Pembakar Warung Mi Babi di Sukoharjo

DEMO BERUJUNG RUSUH - Polisi menangkap peserta aksi demonstrasi di depan gedung DPRD DIY, kawasan Malioboro, Selasa (21/10/2026) malam.

Suara Petasan dan Aba-aba Serbu: Demonstrasi di Malioboro Berujung Ricuh, Massa Aksi Dikeroyok Ormas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pangeran Arab Saudi, Al Waleed bin Khalid meninggal dunia pada Sabtu (19/7/2025) usai koma 20 tahun.
Unik

‘Pangeran Tidur’ Arab Saudi Meninggal Dunia setelah 20 Tahun Hidup dalam Kondisi Koma

Juli 20, 2025
Olahraga

Pemprov Cairkan Bonus Atlet Senilai Rp4,9 Miliar

Maret 6, 2026
Info

Libur Nataru, Polda Jateng Kerahkan 28 Ribu Personel

Desember 18, 2025
Olahraga

Perbasi Jateng Gaspol! Siap Bangun Ekosistem Basket yang Bikin Cuan dan Prestasi Sekaligus

Oktober 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Saat Anak Muda Semarang Diajak Bikin Film
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?