Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Denok Kenang 2026: Bukan Soal Cantik dan Ganteng, Tapi Siapa yang Bisa “Jual” Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Denok Kenang 2026: Bukan Soal Cantik dan Ganteng, Tapi Siapa yang Bisa “Jual” Semarang

Malam Grand Final Denok Kenang 2026 di Balai Kota Semarang bukan cuma soal catwalk, senyum manis, atau adu public speaking. Tahun ini, panggung Denok Kenang terasa beda. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bahkan bilang para finalis bukan sekadar duta wisata, tapi “wajah masa depan kota”.

T. Budianto
Last updated: Mei 25, 2026 9:06 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DENOK KENANG: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama para finalis dan juara Denok Kenang Semarang 2026, Minggu, (24/5/2026) malam (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Suasana Balai Kota Semarang, Minggu, (24/5/2026)  malam mendadak penuh sorak dan tepuk tangan saat Grand Final Denok Kenang Kota Semarang 2026 digelar.

Ratusan pendukung datang buat kasih semangat ke finalis favorit mereka. Tapi malam itu ternyata bukan sekadar lomba siapa yang tampil kece di atas panggung.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, Denok Kenang sekarang punya peran jauh lebih besar daripada sekadar ikon pariwisata.

“Malam ini kita tidak hanya sedang memilih siapa yang paling rupawan atau paling percaya diri. Malam ini kita sedang memilih wajah masa depan Kota Semarang,” kata Agustina di hadapan para tamu undangan.

Baca juga: Kota Lama & Lawang Sewu Bakal Disambung Jalur Hits, Wisata Semarang Makin Estetik!

Menurutnya, antusiasme publik dalam ajang Denok Kenang membuktikan kalau event tersebut sudah membentuk circle komunitas anak muda lintas daerah yang solid dan suportif.

Mengusung tema “Menyinari Budaya, Menguatkan Pariwisata”, Pemkot Semarang ingin Denok Kenang naik level jadi representasi generasi muda kreatif yang bisa membawa budaya lokal tetap hidup di era digital.

Agustina bahkan menyinggung pesan Bung Karno tentang kekuatan pemuda yang mampu mengguncang dunia. Ia menilai 15 pasang finalis yang tampil tahun ini bukan cuma generasi yang pintar tampil di panggung, tapi juga punya potensi besar membawa narasi baru tentang Kota Semarang.

Pajangan Seremoni

Di era media sosial dan konten digital sekarang, Denok Kenang juga dituntut nggak lagi jadi “pajangan” seremoni. Mereka harus bisa jadi storyteller, content creator, sekaligus culture ambassador yang mampu menerjemahkan budaya lokal ke bahasa yang relate buat generasi muda.

Mulai festival kampung, film pendek, sampai konten kreatif digital disebut jadi cara baru mengenalkan Semarang ke publik global. Nggak cuma ngomong budaya dan pariwisata, Agustina juga menantang finalis Denok Kenang ikut terlibat dalam isu lingkungan hidup.

Menurutnya, generasi muda harus mulai aktif ngajak masyarakat peduli soal sampah, kebersihan kota, sampai gaya hidup ramah lingkungan. “Mulai dari memilah sampah dari rumah sampai membiasakan memungut sampah di ruang publik,” ujarnya.

Baca juga: Tak Sekadar Dilestarikan, Budaya Semarang Dihidupkan untuk Masa Depan Wisata

Menariknya lagi, malam grand final ini juga disambungkan dengan kampanye sadar pajak daerah. Agustina menyebut sektor hotel, restoran, dan hiburan punya peran besar dalam pertumbuhan pariwisata sekaligus pendapatan Kota Semarang.

Ia bahkan mengajak masyarakat membiasakan minta struk belanja karena dianggap ikut membantu pembangunan daerah. “Jika Denok Kenang menjaga cerita, maka para wajib pajak adalah mereka yang memastikan cerita itu terus tumbuh melalui pembangunan,” katanya.

Di akhir acara, Farah Azra Bramantya resmi dinobatkan sebagai Denok Semarang 2026, sementara Bima Surya Wandana keluar sebagai Kenang Semarang 2026. Keduanya membawa pulang uang pembinaan Rp7,5 juta, tabungan Bank Jateng Rp5 juta, dan hadiah tambahan lainnya.

Karena sekarang jadi Denok Kenang ternyata nggak cukup modal good looking dan senyum manis… harus siap juga jadi “sales budaya” sekaligus influencer lingkungan buat kotanya sendiri. (tebe)

You Might Also Like

Mengintip Kesiapan Bandara Ahmad Yani Layani Penumpang Mudik Lebaran

Satu Aplikasi Buat Semua Urusan, Pemkot Luncurkan SDGs

Bidak Mutiara Cari Ratu Baru, Pecatur Perempuan Jadi Target Regenerasi

Puasa Aja Belum, Pemprov Jateng Sudah Ancang-ancang Mudik Gratis

Tumbal Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, 3 Orang Tewas Desak-desakan

TAGGED:denok kenang 2026disbudpar kota semarangheadlinepemkot semarangwali kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Prabowo Bilang “Terima Kasih” ke PDIP, Politik Indonesia Lagi Adem?
Next Article Sisi Gelap Logika Efisiensi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan ayah dari Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi Bocorkan Isi Pembicaraan dengan Prabowo saat MK Putus Perkara Ijazah Gibran

TERDAKWA KORUPSI: Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq yang menjadi terdakwa korupsi, berjalan dengan mengenakan rompi tahanan, di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (8/10/2026). (bae)

Fadia Arafiq Gak Muluk-muluk Pengin Bebas, Cuma Berharap Dihukum Ringan

Ilustrasi markas operator judi online (judol).

Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..

Ilustrasi pemulung mencari sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis di tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebakaran TPA Jatibarang Mereda, Pemkot Siapkan Penataan Ulang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Indonesia Gaspoll! Sabet Juara Umum ASEAN School Games 2025

November 29, 2025
Ekonomi

Super Air Jet Berbiaya Rendah Kini Terbang dari Ahmad Yani

Agustus 30, 2026
Pendidikan

Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045

Oktober 18, 2025
Buka puasa bersama Densus 88, Peradi SAI Semarang, dan sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus, di Kantor Bacaaja, Jalan Galunggung No.16, Gajahmungkur, Semarang, Jumat (13/3/2026). (dul)
Info

Bukber Densus 88 x Peradi SAI di Bacaaja: Serunya Diskusi Ruang Digital dan Bahaya Radikalisme

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Denok Kenang 2026: Bukan Soal Cantik dan Ganteng, Tapi Siapa yang Bisa “Jual” Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?