BACAAJA, JAKARTA- Momen nggak biasa terjadi dalam rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026). Presiden Prabowo Subianto secara terbuka memberi apresiasi kepada PDI Perjuangan yang saat ini jadi satu-satunya partai parlemen di luar pemerintahan.
Ucapan itu langsung mendapat respons positif dari Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani. “Tentu saja kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” kata Puan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (21/5/2026).
Puan menegaskan posisi PDIP di luar pemerintahan bukan berarti asal menyerang atau cari panggung oposisi. Menurutnya, kritik yang disampaikan partainya tetap dalam koridor membangun.
Baca juga: Hasto Diampuni Tak Jadi Dihukum, Prabowo Beri Amnesti Sekjen PDIP
“Kritiknya adalah kritik konstruktif yang membangun. Bukan kritik secara negatif, tetapi justru memberikan masukan yang positif,” ujarnya. Puan juga menepis anggapan bahwa PDIP sedang bermain politik “sendirian” melawan koalisi besar pemerintah di DPR. “Ini bicaranya bukan satu banding tujuh. Namun apa yang kami berikan adalah masukan yang konstruktif,” lanjutnya.
Sebelumnya, saat pidato di rapat paripurna DPR RI, Prabowo mengaku menghormati keputusan PDIP yang memilih berada di luar pemerintahan. Menurutnya, demokrasi tetap membutuhkan mekanisme check and balance supaya kekuasaan nggak berjalan tanpa pengawasan.
Bikin Pilu
“Demokrasi kita perlu check and balance. Saya paham dan mengerti PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” kata Prabowo. Bahkan, Prabowo mengaku beberapa kritik keras dari kader PDIP sempat bikin dirinya “pilu” sebelum tidur.
Meski begitu, ia menilai kritik tersebut tetap punya dasar dan justru penting sebagai pengingat bagi pemerintah. “Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya, ini anggota PDIP kritiknya keras banget. Tapi lama-lama saya sadar mungkin ada dasarnya,” ujarnya.
Baca juga: Megawati Tegaskan PDIP Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang Pemerintahan
Prabowo juga menyebut situasi politik bakal nggak sehat kalau semua partai sepakat mendukung pemerintah tanpa ada yang mengawasi. “Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” katanya. Pernyataan itu langsung jadi sorotan publik karena jarang ada presiden yang secara terbuka memuji oposisi di forum resmi parlemen.
Di tengah politik yang biasanya penuh sindiran, drama koalisi, dan perang komentar, momen ini malah terasa kayak dua kubu yang sepakat kalau demokrasi nggak selalu harus ribut-ribut dulu buat kelihatan hidup. Karena ternyata, kadang kritik paling keras justru datang dari orang yang masih peduli. (tebe)

